
Saat dia sedang terjatuh di tanah, aku langsung loncat, dan menghantamnya dengan pukulanku. Tapi pukulanku di tangkap oleh tangannya, sehingga aku di lempar ke rumahku. Sampai tembus, rumah yang ku sayangi, karena hanya ini peninggalan leluhurku. Aku langsung marah, dan sekejap badai besar datang karena kemarahanku, lalu petir-petir menyambar ke tanah secara tak beraturan.
Dia langsung mengeluarkan semacam pelindung di atas kepalanya. Jadi petir-petir yang ku tembaki tidak bisa menembus pelindung itu. Lalu aku berubah menjadi seperti monster, tubuhku di aliri listrik yang menyala-nyala. Lalu mataku berubah menjadi biru, begitu juga dengan rambutku. Lalu aku menghantam tanah, lalu tanah itu terbelah, dan mengeluarkan listrik yang menyambar kemana-mana.
Iblis itu langsung mengeluarkan pelindung untuk melindungi dirinya dari seranganku. Lalu aku langsung berlari secepat kilat, dan memukulnya hingga terpental ke batu besar. Di lanjutkan dengan terbang, lalu sayap-sayapku berubah menjadi listrik, dan menembakinya dengan bertubi-tubi.
Setelah ku serang dia terus-terusan, di masih bisa bangkit. Aku lihat pelindungnya sedikit retak, aku langsung melesat ke arahnya, dan memukul pelindung itu dengan sangat kuat. Akhirnya setelah ku pukul dengan kuat, pelindung itu hancur, dan pecah.
"Aku belum pernah melihat ada seseorang yang menghancurkan pelindungku. Kau cukup kuat juga ya" kata iblis itu.
Tanpa basa-basi aku langsung menendang kepalanya, tapi seranganku di tangkap oleh tangannya. Aku langsung mengeluarkan listrik dari tubuhku, lalu dia melepaskanku karena tersetrum. Angin berhembus semakin kencang karena kemarahanku, angin-angin itu mempunyai sedikit listrik. Sehingga musuh akan terasa tersetrum walau hanya sedikit tapi ini membuat musuh bergerak lamban.
Lalu iblis itu menghantam tanah sampai bolong ke dalam, sangat dalam. Lalu keluar lahar dari lubang yang dia buat itu, lalu iblis itu masuk ke dalam lubang yang dia buat sendiri. Aku mendengar jeritan dia kesakitan karena terbakar, sebenarnya apa yang dia lakukan. Lalu aku lihat lubang itu, laharnya semakin hilang, dan surut sampai tak tersisa.
Lalu di dasar lubang itu aku melihat cahaya merah yang sangat terang. Lalu cahaya itu semakin lama semakin ke atas, lalu cahaya itu terbang di atasku. Ternyata itu adalah iblis yang tadi, dia menyerap semua lahar itu untuk memperkuat dirinya. Dia berubah menjadi monster yang sangat menakutkan, tubuhnya selalu meneteskan lahar panas sehingga rumput-rumput terbakar.
Gara-gara lahar itu, api menyebar di sekeliling kami, dan juga menyambar rumahku. Aku mengkhawatirkan keadaan Rick, aku melihat Rick ternyata dia baik-baik saja, ada semacam pelindung yang melindunginya. Lalu iblis itu itu memukulku dengan tangan besarnya yang penuh lahar panas. Aku langsung menahan pukulannya, walau sangat panas sekali, aku harus menahannya. Rasanya tanganku akan hancur jika aku terus menahannya seperti ini, lalu aku langsung terbang, dan menghindar.
Lahar tadi masih menempel di tanganku, aku langsung pergi ke danau yang ada di dekatku. Danau yang saat itu aku mengetahui siapa sebenarnya om Arya, lalu ku celupkan tanganku di dalam. Danau itu langsung mengeluarkan asap karena panasnya lahar ini, setelah ku pikir-pikir lagi. Jika listrik mengenai air, maka air bisa menghantarkan menghantarkan aliran listrik.
Jadi aku mempunyai rencana untuk menjebak iblis itu. Akan ku masukkan dia ke dalam air ini, lalu akan ku hantarkan listrikku. Lalu iblis itu datang terbang ke arahku, dan dia membuat kapak dari tubuhnya yang di penuhi lahar itu. Kapak itu meneteskan lahar yang tak berhenti, sama seperti tubuhnya. Laharnya mengenai air, jika seperti ini terus air akan surut, dan menguap karena laharnya. Aku harus bergerak cepat, dan dia melemparkan kapaknya ke arahku dengan cepat. Aku tak sempat menghindari serangannya, akhirnya tangan kiriku putus oleh kapak yang dilemparnya itu.
Berhubung dengan tubuh listrik ini, aku bisa beregenerasi dengan cepat. Yaitu bisa menumbuhkan tanganku yang hilang dengan aliran listrikku, tapi jika aliran listrikku habis. Maka aku tak bisa menumbuhkan tanganku lagi. Kapak yang di lemparkan tadi kembali lagi ke arah iblis itu seperti bumerang.
Aku langsung membuat langit hitam, dan awan-awan berkumpul di atas iblis itu. Sehingga awan itu membuat lubang yang sangat besar, ini serangan yang ku gunakan waktu melawan iblis itu. Lalu petir besar menghantam iblis itu dengan sangat dahsyatnya, sampai telingaku tak bisa mendengar. Iblis itu masih bisa bertahan setelah menerima seranganku, walau dia terluka cukup parah, dia masih bisa terbang, dan tak bergerak sama sekali.
Tubuh iblis itu di penuhi dengan listrik yang ku serang tadi. Dia tak bisa bergerak sama sekali, dan akhirnya dia terjatuh ke dalam air, air langsung menguap begitu dia mengenai air itu. Aku langsung segera mungkin untuk menyetrumkan air itu, tanganku masuk ke dalam air. Lalu ku keluarkan semu listrik yang ada di tubuhku sampai habis demi membunuh iblis itu.
Sampai-sampai aku kembali ke wujudku, air danau itu menyala-nyala sangat silau. Aku melihat listrik yang ku lepaskan itu bergejolak di dalam air, sehingga air di dalam air itu. Bergoyang-goyang, lalu tiba-tiba saja ada pusaran air di danau itu. Ternyata pusaran air itu masuk ke dalam iblis itu, sampai air yang ada di danau itu habis tak tersisa.
"Kau masih bisa bertahan dari seranganku? yang benar saja, kau sekuat apa memangnya?" tanyaku.
"Aku... adalah iblis... tingkat SS, aku tak... menyangka kalau kau... bisa mengalahkan iblis setingkatku... dengan mudah" kata iblis itu.
"Kalau begitu kau sudah tahu siapa aku, dan pasti ada yang menyuruhmu untuk menyerangku bukan?" tanyaku.
"Iya aku tahu siapa kau... kau adalah manusia ramalan itu... sebenarnya aku tak menyangka ramalan itu akan terwujud... ternyata ramalan itu sungguhan. Kalau soal siapa yang menyuruhku... sudah pasti kau tahu kan" kata iblis itu.
"Sudah ku duga pasti dia... raja iblis. Apakah kalian menganggap kalau ramalan itu hanya bahan candaan bagi kalian?" tanyaku.
"Awalnya aku hanya tak percaya dengan yang namanya ramalan. Bahkan ramalan iblis sekalipun aku tak percaya, karena ramalan kami tak terwujud setelah sekian lamanya. Aku tak pernah mengolok-olok ramalan kalian, hanya saja aku tak percaya pada yang namanya ramalan" kata iblis itu.
"Kau juga mempunyai ramalan? memangnya ramalan apa yang kalian punya?" tanyaku.
"Ramalan kami adalah untuk membunuh ramalan manusia itu suatu hari nanti. Yaitu kau" kata iblis itu.
"Aku tak percaya kalau kau memberikanku rahasia terbesar kalian. Oh ya sebelum kau mati, aku ingin tahu siapa namamu" kataku.
"Itu karena aku ingin seperti temanku yang mengkhianati kami para iblis. Dan namaku Atlas, bunuh lah aku dengan cepat, agar aku tak merasakan sakitnya maut" kata iblis itu.
"Baiklah... Atlas akan kubunuh kau dengan terhormat" kataku.
Lalu aku mengayunkan pedangku tepat di kepalanya, dia mati dengan tersenyum. Seolah-olah dia telah melakukan kebaikan di akhir hidupnya. Lalu setelah dia mati aku bawa mayatnya di perusahaan untuk di periksa. Karena setiap iblis yang di bunuh harus di bawa ke perusahaan, karena bisa digunakan untuk menambahkan kekuatan dari iblis yang dibunuh.
Bersambung...