
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Aku sudah memejamkan mataku, tapi tak bisa tidur, lalu beberapa saat kemudian, ada suara ledakan. Sepertinya suara ledakan itu berasal di halaman rumah Zack, aku langsung bangkit dari tidurku, dan segera keluar.
Aku berjalan terus di lorong tanpa henti, walaupun aku tak tahu jalan keluarnya dari lorong ini. Lalu terdengar suara ledakan lagi, sepertinya suaranya sudah dekat denganku, aku segera menuju arah suara itu.
Dan akhirnya aku bisa keluar dari lorong, lalu melihat ada 1 iblis yang datang ke rumah Zack. Dia membuat pintunya hancur tak tersisa, aku melihat Zack yang tengah melawan iblis itu dengan para penjaganya.
"Kalian para malaikat lemah percuma melawanku, apa kau tahu siapa namaku? akulah iblis Zun sang pembunuh malaikat" kata iblis itu sambil menyombongkan dirinya.
"Aku tak peduli siapa musuhku, yang penting aku harus bisa mengalahkan iblis sepertimu" kata Zack.
"Hahahaha! sombong sekali kau malaikat, kau masih bocah lebih baik kau pergi menemani ibumu ke pasar" kata Zun.
"AAAAAARRRGGH!!! JANGAN SEBUT-SEBUT ORANG TUAKUUU!!!" kata zack.
Zack menyerang dengan menggunakan kekuatannya, semacam cahaya putih yang menembak. Lalu para penjaga itu juga membantu Zack menyerangnya, tapi sepertinya iblis itu tak terluka sedikitpun. Lalu iblis itu berubah, dia mengeluarkan sayap api yang membara, dan mata yang mengeluarkan api.
Lalu iblis itu membuat bola api yang sangat besar, lalu di arahkan ke Zack. DUAAAAR!!! suara ledakan lagi, Zack terluka parah hingga sayapnya terbakar habis bersama penjaga malaikat lainnya.
"Huahahaha! lemah sekali kalian, apa kau tahu aku membunuh banyak malaikat untuk datang ke tempat ini tahu, sampai aku bertemu denganmu" kata Zun.
"Ukh, a, apa tujuanmu datang kesini?" kata Zack, sambil di injak dengan kaki Zun.
"Tujuanku? tujuanku ya adalah membunuhmu, agar keturunanmu sudah berakhir, mungkin ini saat-saat terakhir bagimu, Zack" kata Zun.
Saat hendak membunuh Zack, dengan menggunakan sayap api yang tajam itu, aku menggunakan skill summon ku. Lalu aku memanggil jiwaku, dan aku berubah menjadi lebih kuat lagi, dan juga aku menggerakkan tanah yang ada di bawah Zack, dan memindahkannya ke tempat yang aman.
"Skill summon? apakah berarti disini ada manusia, tapi sepertinya makhluk summon ini sangat lemah, eh!? kenapa tanah ini bergerak, hmm, sepertinya manusia ini sangat kuat, HEI MANUSIA TUNJUKAN DIRIMU!!! " kata jun, sambil berteriak.
Lalu aku turun, dan menghantam tanah sampai debu-debu di sekitarku terbang karena angin. Saat Zun Ingin menyerang summon ku, aku mengendalikan tanah, dan melilit tubuhnya Zun sehingga tak bisa bergerak, Zun meronta-ronta ia kesulitan bergerak. Lalu para summon ku menyerang Zun yang sedang terjebak, lalu aku menghampiri Zun.
"Hei siapa namamu tadi Zun? Zun sang pembunuh malaikat ya? lalu bagaimana cara kau melawanku hah?" kataku.
"K, kau makhluk macam apa kau? kau manusia atau malaikat, apa kau keduanya?" kata Zun.
"Tidak usah basa-basi, kita akhiri saja semuanya disini" kataku.
Lalu aku menusuk kepalanya dengan menggunakan sayapku yang tajam, dan besar. Tapi iblis itu masih bisa menahannya walaupun ia terluka parah akibat serangan ku. Lalu dia mengamuk, dan tubuhnya mengeluarkan api, dan dia lepas dari perangkap tanahku.
"Kau sombong sekali ya, aku tak tahu makhluk macam apa yang ku lawan ini, yang penting aku harus bisa membunuhmu" kata Zun.
Lalu dia terbang ke arahku, dan di sekeliling tubuhnya dia membuat tombak besar, lalu satu-persatu tombak itu di tembakan ke arahku. Tapi sayangnya tombak api itu tak mempan padaku, karena aku menggunakan shield, shield ku sudah lebih kuat dari yang dulu, Zun terkejut melihatku.
"Hah, aku bosan sekali kalau seperti ini terus" kataku, sambil menyombongkan diri sedikit.
"Ti, tidak mungkin, ka, kau siapa hah? bagaimana bisa kau sekuat itu? tapi kekuatanmu itu masih sangat lemah jika dibandingkan dengan rajaku" kata Zun.
"Kau berani sekali menghina rajaku" kata Zun.
"Lalu kau mau apa hah?" kataku.
"(Ugh, makhluk ini, lebih baik aku kabur dari sini, daripada aku melawannya, dan aku akan melaporkan kejadian ini pada rajaku, agar membunuh makhluk ini)" kata Zun di dalam hati.
Lalu Zun terbang dengan cepat menjauhiku, sepertinya dia mau kabur dariku, lalu aku mengejarnya. Tapi aku tak akan membiarkannya dia kabur begitu saja setelah apa yang dia perbuat pada Zack yang malang ini.
"Hei kau mau kemana hah!?" kataku yang berada di sampingnya.
Lalu aku menusuk tubuhnya dengan besi yang berasal dari bawah tanah, aku mengendalikannya untuk membunuh Zun. Sepertinya Zun sudah sekarat, api yang membara di tubuhnya menghilang, lalu sesaat Zun sebelum mati, aku membisikkannya sesuatu.
"Aku adalah anak ramalan itu" bisikku.
"A, apa tidak mungkin, ukh" kata Zun.
Akhirnya Zun mati, lalu para malaikat yang menyaksikan ku bertarung melawannya mereka semua bersorak padaku. mereka bersorak, "Vin Sang Pahlawan" lalu aku turun, dan menyapa mereka semua dengan sedikit malu. Lalu para malaikat itu membakar habis mayat si Zun sampai tak tersisa.
Aku baru ingat tentang Zack, dan aku segera pergi ke tempat Zack berada yang tadi ku pindahkan dengan kekuatanku. Zack berbaring lemas di tanah, dan aku mencoba mencari cara untuk menyembuhkannya. Lalu aku mengingat-ingat isi buku itu, dan aku menemukan skill untuk menyembuhkan, lalu aku gunakan untuk menyembuhkan Zack.
Lalu dengan seketika tubuh Zack yang terluka parah itu, lukanya langsung tertutupi, dan tubuhnya langsung normal kembali, dengan sayap-sayap nya juga. Zack yang melihat tubuhnya sendiri itu pulih dengan cepat, ia terkejut sekali.
"A, apa ini, ba, bagaimana bisa kau menyembuhkan ku? dan ini juga cepat sekali, lalu sayap-sayap ku tumbuh kembali, apa yang kau lakukan barusan" kata Zack kebingungan.
"Haha, tidak kok, aku hanya melakukan apa yang ku bisa saja, yang penting kau sudah kembali pulih bukan?" kataku.
"I, iya terima kasih Vin, lalu bagaimana dengan iblis itu si Zun? apa kau sudah mengalahkannya?" kata Zack.
"Ah soal itu, iya aku sudah mengalahkannya, dia sudah mati barusan, dan di bakar oleh para malaikat tadi" kataku.
"Wah, kau hebat sekali, bagaimana bisa kau sekuat itu, dan juga sepertinya kau lebih kuat dari kakekku" kata Zack.
"Ah tidak kok, pasti lebih kuat kakekmu daripada aku, kalau begitu ayo kita kembali" kataku, sambil rendah diri.
"Oh ya aku baru ingat, bagaimana bisa kau keluar dari lorong itu, seharusnya orang baru tak bisa keluar dari lorong hanya dengan sekali masuk saja" kata Zack.
"Sudah jangan banyak bicara, lebih baik ayo kita kembali, dan bicarakan ini saat di dalam saja" kataku.
Lalu kami akhirnya kembali ke rumah, dan melihat keadaan rumahnya yang hancur ini. Aku lupa untuk menyelamatkan para penjaga ini dari Zun, mereka masih di dalam reruntuhan, dan aku langsung menyembuhkan mereka semua sampai pulih kembali. Besoknya sudah waktunya aku kembali ke duniaku.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.