
Para malaikat juga ikut bersorak, dan kami semua masuk ke dalam portal. Dan kami sudah berada di dunia manusia, kami berbondong-bondong datang dari dunia malaikat membawa pasukan. Kami keluar dari gua dengan terbang melesat, dan langsung menyerang iblis yang kami lihat. Kami terbang keluar dari gua seperti kawanan kelelawar yang berterbangan.
Kami langsung menghajar habis-habisan para iblis yang ada di depan mata kami. Para penyihir yang melihat ada bantuan yang datang, itu membuat mereka bersemangat untuk menghabisi para iblis. Karena semangat mereka yang meledak-ledak, membuat manusia terasa lebih kuat dari sebelumnya.
Lalu tiba-tiba saja ada suara seperti terompet yang sangat keras. Seketika para iblis berhenti menyerang, dan langsung kabur kembali ke portal itu. Setelah para iblis itu pergi semua, seketika langit berubah menjadi cerah lagi. Kami menang, kami menang melawan para iblis.
Tapi aku masih memikirkan pak direktur Sunghon. Ini salahku karena aku terlambat untuk datang menolongnya. Aku masih ingat kata-kata terakhir yang dia berikan, itu membuatku terus berjuang. Tapi sepertinya sepenuhnya bukan kesalahanku, ini adalah kesalahan jiwaku yang terlambat memberitahukanku.
"Apa? kenapa kau jadi menyalahkan ku hah? dasar tak tahu berterima kasih" kata jiwaku.
"Iya ini sepenuhnya salahmu, dan aku harus berterima kasih oleh jiwaku sendiri? itu rasanya aneh banget tau" kataku.
"Jiwamu, itu mempunyai pemikiran sendiri, jadi jangan salahkan aku" kata jiwaku.
"Apa sepertinya kau sengaja ingin membuat pak direktur Sunghon terbunuh?" tanyaku.
"Hmm... tidak, tak mungkin aku melakukan hal keji seperti itu. Lihat saja dirimu saat melawan para iblis itu, kau seperti orang gila tahu" kata jiwaku.
"Ah... itu... aku tak tahu kenapa aku bisa seperti itu. Karena menggunakan kekuatanmu, jadi aku salahkan saja kau jiwaku" kataku.
"Terserah kau, aku sudah tak peduli lagi pada perkataan mu" kata jiwaku.
"Hei! aku juga tak peduli oleh perkataan mu tahu" kataku.
Ya ini sangat aneh rasanya, aku bertengkar dengan jiwaku sendiri. Jika orang lain bisa melihatnya aku bertengkar dengan jiwaku sendiri, mungkin aku bisa dianggap gila oleh orang lain. Lalu kami, manusia, dan malaikat bekerja sama untuk memadamkan api yang menjalar kemana-mana.
Dan juga membantu memperbaiki kerusakan-kerusakan yang di perbuat oleh para iblis. Bumi kami terlihat banyak sekali bolongan yang besar. Ini adalah bolongan yang di buat oleh monster raksasa itu, jadi kami harus menimbunnya dengan sihir kami. Karena tanahnya menghilang saat bersamaan dengan monster raksasa itu keluar.
Kami bekerja sama untuk membangun ulang dunia manusia sebelum kehancuran. Tapi pepohonan yang ada di dunia kami, hampir punah. Semua pepohonan yang di tempat peperangan sudah hangus tak tersisa. Jadi kami pergi mencari pulau tak berpenghuni untuk memindahkan pepohonan yang ada di pulau itu ke tempat tinggal kami.
Aku membangun ulang rumah kakekku yang hancur lebur itu dengan batu-bata, dan semen. Walau tak mirip dengan rumah yang dulu, yang terbuat dari kayu yang kokoh berabad-abad lamanya. Tapi aku tak melihat Rick ada dimana, padahal biasanya dia di dekat halaman rumahku persis di halaman belakang rumahku.
Mungkin seperti yang dia katakan, dia tak ingin seseorang mengetahuinya kecuali aku sendiri. Aku tak tahu kemana Rick pergi, aku yakin setelah semuanya kembali nanti, Rick pasti akan kembali. Aku juga masih belum bisa menemukan Zack sama sekali. Aku tanya kepada semua manusia lewat kekuatan telepati, bahwa tak ada yang melihat Zack dari sekian banyaknya manusia.
Tidak bisa di bilang banyak manusia juga, karena manusia yang masih bisa bertahan hidup setelah peperangan itu. Hanya mencapai empat puluh persennya saja dari total manusia sebelum perang. Jumlah manusia menjadi sedikit, karena banyak yang terbunuh oleh para iblis.
Karena ramalan itu belum terwujud, mungkin saja masih ada satu, atau 2 perang lagi yang akan datang. Atau... lebih dari itu, lalu karena bumi sudah di bangun kembali, para malaikat ingin kembali ke dunianya. Kami menawarkan bantuan kepada malaikat, lalu malaikat menyetujuinya, beberapa manusia ikut membantu, dan pergi ke dunia malaikat.
Tetapi aku tak ikut, karena aku mengurusi pembangunan rumahku. Dan juga aku sedang menunggu Rick kembali, saat malam hari rumahku akhirnya jadi juga. Walau isinya masih kosong, tak ada satupun barang, aku bersiap untuk tidur. Tapi tiba-tiba saja ada bunyi seperti seseorang berjalan di semak-semak. Lalu aku lihat keluar, dan ternyata itu adalah Rick. Dia kembali pulang ke rumahku.
"Hei Rick dari mana saja kau? kenapa tiba-tiba saja kau kembali ke tempatmu?" tanyaku.
"Oh Vin... aku habis dari dalam tanah. Aku bersembunyi masuk ke dalam tanah agar tak di ketahui oleh siapapun" kata Rick.
"Sampai begitunya kau tak ingin orang lain melihatmu. Oh ya Rick... apa kau tahu tentang keberadaan Zack?" tanyaku.
"Aku tak bisa merasakan kekuatannya di dunia ini. Memangnya dia tak ada ya di dunia malaikat?" kata Rick.
"Ya dia tak ada, aku sudah bertanya-tanya kepada semua malaikat yang ada disana. Tapi tak ada satupun malaikat yang tahu akan keberadaannya. Apa jangan-jangan dia sedang berada di dunia iblis, karena di culik oleh iblis" kataku.
"Ah kau jangan berpikiran seperti itu, kau kalau berpikir jangan yang tidak-tidak" kata Rick.
"Lalu dia ada dimana sekarang... semoga dimana pun dia berada dia akan baik-baik saja" kataku.
"Ya aku juga berpikiran seperti itu, semoga saja dia baik-baik saja" kata Rick.
"Yah kalau begitu aku tidur dulu. Aku sangat lelah sekali setelah 3 minggu berperang tak berhenti. Jaga dirimu baik-baik Rick, aku pergi dulu" kataku.
Lalu aku masuk ke dalam rumahku, aku tidur di atas semen. Rasanya sangat dingin tidur disini karena tak ada kasur, dan lagi belum ada pintu rumah. Jadi rumah terbuka lebar, dan angin dingin masuk ke rumahku. Aku sudah tak melihat api, atau lahar lagi di duniaku.
Aku sangat senang perang ini di menangkan oleh kami, manusia, dan malaikat. Semoga saja diantara kami tak akan ada yang bermusuhan seperti dulu. Seperti pada zaman ayah, dan ibuku, aku selalu membayangkan sosok ibuku.
Karena aku belum pernah melihatnya, aku hanya pernah bertemu dengan ayah lewat mimpiku. Saat itu juga aku belum tahu apa-apa tentang dunia sihir, dan ayah memberitahukanku tentang suatu hal. Aku jadi ingin bertemu dengannya lagi.
Dan semoga saja aku bisa melihat Zack kembali. Karena aku sangat khawatir takut dia kenapa-napa. Perang besar ini sudah berakhir, dan mungkin untuk beberapa saat para iblis tak akan menggangu kehidupan kami lagi, manusia, dan malaikat. Sudah 2 tahun berlalu, belum ada tanda-tanda kedatangan iblis, baguslah jika iblis tak menyerang lagi.
Bersambung ke season 2...