
Sebenarnya foto-foto siapa ini, kenapa kakek tak memberitahuku. Sebenarnya siapa orang-orang ini, foto pertama yang ada di buku itu sudah 10 abad lamanya dia mati. Lalu ku perhatikan sekali lagi foto itu, ternyata di pojok foto itu tertulis namanya setiap foto. Dan kulihat nama di foto yang pertama itu adalah "Hyun go" seingat ku dia adalah orang pertama yang menemukan buku ini.
Dia adalah leluhurku, wajahnya seperti tak asing bagiku. Sepertinya aku pernah bertemu dengan dia, kok kenapa aku tiba-tiba lupa siapa dia ya. Tapi kenapa di foto terakhir ini bukan foto ayah atau ibuku, kenapa fotonya orang lain. Memangnya ini foto siapa saja, kenapa kakek juga tidak ada, sepertinya ini bukan foto keturunan leluhurku.
Lalu ini foto apa? kenapa semuanya begitu tampak di rahasia bagiku. Lalu ku taruh lagi buku itu ke tempatnya, lalu aku tidur untuk bersiap-siap perang besok. Saat aku tidur, aku bermimpi, di mimpiku terlihat semua orang yang ada di foto itu, mereka mengelilingiku.
"Jadi dia selanjutnya ya" kata orang ke 2 di foto itu.
"Iya itu dia, dia aku pilih karena bisa menyerap buku itu" kata orang di foto pertama, yaitu leluhurku.
"Dia masih begitu muda, apa kau yakin kalau dia bisa?" kata orang di foto ke 7.
"Aku yakin karena dia bisa menyerap buku itu" kata leluhurku.
"Yah tapi benar juga apa yang di katakan Hyun Go. Karena tujuan dia dari awal kan hanya untuk menyerap buku itu" kata orang ke 13 di foto itu.
"Iya dia hanya memanfaatkan kita saja" kata orang di foto ke 5.
Mereka saling berbicara, aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi kenapa mereka membicarakanku, dan tentang buku itu?. Apa maksud dari yang mereka bicarakan itu, kenapa aku dikumpulkan di tempat ini bersama dengan orang-orang yang ada di foto itu. Dan lagi aku bertemu dengan leluhurku, dan siapa sebenarnya mereka semua! yang ada di foto itu.
"Permisi... maaf aku mengganggu pembicaraan kalian. Apa aku boleh tahu sebenarnya siapa kalian" kataku.
"Maaf kami tak bisa memberitahumu anak muda" kata orang di foto ke 3.
"Lalu bagaimana dengan yang lain... apa ada yang bisa memberitahukanku?" tanyaku.
Lalu yang lainnya juga menjawab dengan perkataan yang sama. Kata-kata yang sering kudengar, yaitu kata "Aku tak bisa memberitahumu" lagi-lagi hanya kata seperti itu yang kudengar. Apakah ada yang bisa memberitahukanku, lalu leluhurku datang mendekatiku.
"Vin... terima kasih" kata leluhurku.
"Hah? terima kasih untuk apa?" tanyaku.
Lagi-lagi seperti ini, tak mau memberitahukanku. Aku mendengarkan apa yang mereka bicarakan sepanjang mimpiku, tapi aku tak mengerti apa yang mereka bicarakan jika tak memberitahuku seperti ini. Sudah waktunya aku bangun pagi, untuk mulai bersiap perang.
Aku lihat langit-langit berubah menjadi merah, dan langit itu membuat lubang. Lalu para penyihir sudah menyebar ke semua tempat untuk menjaga bumi. Aku lihat para penyihir sudah berjaga-jaga, lalu lubang itu turun satu persatu iblis.
Iblis turun dengan banyak sekali, mereka menembakkan ke semua tempat dengan lahar mereka. Sehingga bumi menjadi terbakar di sana-sini, keadaan dunia manusia begitu buruk. Mereka menghancurkan segalanya yang ada di bumi ini, mereka menghancurkan pepohonan. Dan mereka juga menghancurkan rumah-rumah, dan juga danaunya menguap karena mereka bakar dengan lahar mereka.
Ada api dimana-mana, dan juga asap mulai bermunculan dimana-mana. Semuanya terbakar, yang kulihat sekarang di bumi adalah kehancuran, dan kebakaran. Para penyihir menyerang iblis dengan semangat ya menggebu-gebu. Mereka juga membawa monster dari neraka untuk dikendarai, seperti naga, dan monster lahar seperti golem.
Naga-naga itu menyemburkan api dimana-mana untuk menghancurkan tempat tinggal kami. Dan juga para manusia di sembur oleh api yang sangat panasnya itu. Aku langsung marah, dan berubah menjadi monster petir.
Langit-langit mengeluarkan petir-petir yang sangat dahsyat sampai ke tanah. Aku memutar-mutar kan pedang yang ku pegang, lalu ku lemparkan pedang itu kepada naga-naga yang terbang. Naga itu tersetrum sampai mati, dan terjatuh begitu juga dengan iblis yang menungganginya.
Lalu pedang petir yang ku lempar balik lagi kepadaku seperti bumerang. Ku lempar terus berkali-kali sampai naga-naga itu mati semua. Iblis yang naik naga itu langsung pada turun semua, dan loncat ke arahku. Banyak iblis yang mengelilingiku, lalu salah satu iblis itu maju, dan memukulku. Lalu yang lainnya menembaki ku dengan lahar panas, aku langsung mengendalikan tanah. Aku membuat diriku, di tutupi oleh tanah, seperti sebuah tembok yang mengelilingiku.
Lalu aku membuat lubang, untuk keluar, dan menyerang mereka dengan mendadak dari belakang. Setelah aku keluar dari tanah, dan aku langsung melemparkan pedangku ke arah mereka semu secara memutar. Jadi semua iblis yang ada itu semuanya terkena pedangku, mereka semua terbelah.
Aku langsung pergi membantu yang lain setelah mengurusi iblis ini. Namun selalu saja ada yang menghalangiku, ada 1 iblis yang datang kepadaku. Dia langsung menyerangku dengan tangannya, dia bisa merubah bentuk tubuhnya sesukanya.
Dia merubah bentuk tangannya menjadi samurai, lalu dia menebas ku. Aku tak mungkin menahannya, karena tak seperti pedang, samurai lebih tajam. Jadi aku langsung menundukkan kepalaku, lalu tangan yang satunya dia merubahnya menjadi besar. Dan aku di pukul oleh tangannya sampai aku terjatuh.
Pukulannya sangat kuat, aku tak sanggup berdiri lagi, lalu aku mengeluarkan sayapku untuk membantu berdiri. Lalu perlahan-lahan aku bisa mengangkat tangannya yang menindih ku. Lalu saat aku sedang mengangkatnya, tangannya berubah menjadi benda tajam, dan langsung menusukku.
Dia menusuk perutku sampai bolong, aku memuntahkan darah dari mulutku. Aku langsung berubah menjadi monster listrik lagi, seperti biasa jika aku menggunakan mode ini. Ada badai yang datang, badai ini ada area nya, jadi hanya yang di dekatku saja yang terkena badai ini. Lalu begitu juga dengan petir-petir yang menyambar ke tanah, aku mengarahkan petirnya ke iblis itu semua, hingga petirku menyambar bertubi-tubi.
Dia mengubah tangannya menjadi tameng, tapi tamengnya tak cukup kuat. Sehingga tamengnya hancur, setelah tamengnya hancur petirku langsung menyambar tubuhnya. Aku hancurkan iblis itu dengan petirku sampai tak tersisa, aku baru ingat kalau mayat iblis bisa digunakan sebagai sumber kekuatan.
Seharusnya aku tadi tak menghancurkan iblis itu, karena kekuatan iblis ini baru pertama kali kulihat. Lalu aku berubah lagi menjadi manusia, aku langsung pergi terbang untuk membantu yang lain. Dari atas sini aku melihat ada gerombolan iblis yang sedang berkumpul seperti sedang melakukan sesuatu. Aku langsung turun ke gerombolan iblis itu, dengan cepat.
Bersambung...