Human Divination

Human Divination
Misi pertama



Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.


Akhirnya hari esok tiba, dan waktunya aku menjalani misi, dan kini misi kami pergi ke suatu tempat. Untuk membasmi beberapa iblis yah masih tersisa, dan aku pun berangkat dengan tim ku.


"Ayo berangkat semuanya," kataku. Lalu mereka serempak menjawab, "BAIK!!", Jujur saja aku masih gugup dengan menjadinya sebagai pemimpin tim.


Akhirnya aku, dan tim ku sudah sampai di tujuan. Tempat ini terasa aneh bagiku, mungkin saja karena pertama kalinya aku menjalankan sebuah misi.


"Semuanya tetap berhati-hati, perhatikan sekeliling kalian, dan tetap siaga, mungkin musuh yang kita hadapi akan kuat" kata ku, itu pun menurut panduan di buku yang ku baca, untuk menjadi pemimpin.


"iya ketua, tapi ketua pasti bisa menghadapinya dengan mudah, karena kekuatan ketua yang sangat hebat" kata salah satu anggota tim ku.


"haha, kau ini bisa saja" kata ku, lalu datang 2 iblis di hadapan kami, "tetap fokus, kenapa kalian malah bercanda di saat begini," kata salah satu anggota tim ku yang lain.


Hanya saja tadi aku terbawa suasana, mungkin aku masih menjadi pemimpin yang buruk. Lalu iblis itu mendekati kamu, dan berbicara pada kami.


"Hei kalian manusia, sangat sombong sekali mengusir para iblis, memangnya kenapa kami para iblis tidak boleh tinggal di dunia kalian hah?" kata salah satu iblis itu.


"Kalian para iblis hanya bisa mengacaukan Dunia kami" kata ku.


"Hmm begitu ya, kalau begitu mau bagaimana mana lagi, aku harus melenyapkan kalian" iblis itu" iblis itu datang ke arah ku dengan berjalan santai. Sepertinya dia meremehkan ku, dan menganggap ku lemah.


"Ketua apa kau bisa mengatasi ini" salah satu anggota ku bertanya. Ya aku lupa berkenalan dengan mereka sebelumnya.


"Akan ku coba, hei kau iblis, sepertinya kau meremehkan ku ya?" kataku.


"Memangnya kenapa kalau aku meremehkan mu hah?" kata iblis itu.


"Hmm iblis yang menarik, siapa namamu" kataku.


"Kau juga mulai sombong ya?, namaku argus" kata iblis itu. Lalu saat dia mulai mendekati ku, aku mulai menggunakan skill summon ku.


Makhluk yang ku summon menyerang iblis itu, monster tanah ku, menahah tubuh monster itu dengan tanah di bawah kaki iblis. Lalu yang api menghantam wajahnya argus, yang angin menusuk-nusuk tubuh Argus.


"AAAAGGH, makhluk apa ini, awas kau manusia" kata Argus yang kesulitan bergerak. Lalu iblis yang satunya membantu dari jauh dengan menembak listrik hijau kearah para monster ku.


Monster api ku terserang oleh iblis yang satunya. Lalu monster api, menembakan cairan lava kearah iblis itu.


"Arggh, panas sekali" kata iblis itu.


"Kalian ini iblis dan tinggalnya di neraka, tetapi kalian sakit jika terkena api atau lava" kataku.


"Wah ketua kita hebat, mungkin jika kita yang menyerangnya, akan kesulitan" kata salah satu anggota tim ku.


"Ah tidak kok, kalian juga pasti sangat kuat" kataku yang tersipu malu.


Lalu argus marah dan berhasil keluar dari jebakan tanah ku. Wujud Argus berubah, di sekeliling tubuh nya terdapat aura merah yang keluar dari tubuhnya, dan tangannya menjadi lebih besar.


Lalu dia datang ke hadapan ku dengan secepat kilat dan langsung memukul ku. Aku beruntung mempunyai shield, tapi saat di serang shield ku retak.


"gred ayo kita pergi dari sini" kata argus, gred adalah teman argus yang satunya, namun saat ia melihat gred. Argus hanya bisa pasrah. "Kau penyihir macam apa kau ini, tanda pangkat di baju itu adalah tingkat epik kan, bagaimana bisa kau dengan mudahnya menglahkan ku dan juga teman ku.


"Tidak usah banyak tanya ayo ikut aku" kataku.


Lalu salah satu anggota tim ku mencegah ku, "hei apa yang mau kau lakukan"


"Aku mau membawanya ke perusahaan, untuk memenjarakan nya di sana, memang aku salah?" kataku karena masih belum faham dengan peraturan misi.


"Peraturan misi kan, kita harus membunuhnya" kata dia lagi


"Aku tak pernah membunuh seseorang, jika harus membunuhnya jangan aku, kalian saja" kata ku.


Lalu argus bicara padaku, "Kau ini penyihir yang aneh, seharusnya para penyihir tidak punya belas kasihan pada para iblis, ku kira kau adalah orang yang tidak segan-segan membunuh iblis, ternyata kau beda dengan yang lain, aku kagum sama mu, oh ya sebelum aku dibunuh oleh yang lain, aku punya satu permintaan, siapa namamu?"


"Namaku?, namaku Vin" kata ku, lalu anggota tim yang bicara padaku, langsung membunuhnya.


"Apa misi kita sudah selesai" tanya ku, padahal aku ketua tim tapi aku tidak tahu. Lagi-lagi kata orang tadi, "ya urusan kita sudah selesai di sini, sudah waktunya balik"


Lalu semuanya kembali ke Perusahaan, aku lega akhirnya bisa kembali, "Wah ketua hebat sekali, semua skill yang anda keluarkan belum pernah kulihat sebelumnya, bisakah ketua, menunjukkan semua skill, ketua pada kami"


"Ah biasa saja kok, kalo ingin melihat semua skill ku nanti saja kalau menjalankan sebuah misi lagi, oh iya aku belum tahu nama kalian sampai sekarang, bisakah kita saling berkenalan, agar aku tahu" kataku.


"Baik, namaku nabe, yang lain biar aku saja yang perkenalkan, yang ini arta, lalu yang ini nero, dan terakhir hesa"


"oke kalau begitu, salam kenal semuanya" kataku, lalu semuanya menyapa ku dengan baik, kecuali dia si hesa yang waktu itu membunuh iblis.


Lalu aku di panggil oleh direktur sunghon, karena setiap misi yang selesai yang menjadi ketua akan di panggil.


"Vin misi pertama mu berjalan dengan baik hari ini, semoga di misi selanjutnya kau bisa lebih baik lagi dan ingat, kau sebagai ketua harus melindungi Anggota mu, terlebih lagi kau sangat kuat sekali, beda jauh dengan Anggota tim mu, seharusnya kau berada di tingkat legend,"


Lalu aku kaget saat mendengar pembicaraan pak sunghon, "APAA!!, setingkat legend, aku tak menyangka"


"Hmm, tapi berhubung dengan banyaknya iblis yang tersisa di sini karena peperangan bulan lalu dengan para malaikat, Jadi kau di tempat kan di tingkat epik, karena kami kekurangan penyihir, untuk memberantas para iblis, kau tahu kan kalau epik tugasnya adalah untuk memberantas iblis, dan setiap tingkatan misinya berbeda-beda"


"Hmm anu, aku tak tahu sebenarnya hehe" kataku.


"Hah sudahlah, nanti kau ke perpustakaan kami saja dan baca semua bukunya, agar kau tahu, tentang penyihir" kata pak sunghon sambil menepuk kepalanya.


"Hmm kalau begitu baiklah akan ku baca semuanya, Kalau begitu aku pergi dulu, sampai nanti" kataku sambil keluar.


Dan aku pun pergi ke perpustakaan. Dan saat aku pergi ada seseorang yang masuk ke ruangannya pak direktur. "Mohon maaf pak direktur sunghon, ada yang mau saya sampaikan tentang vin"


Bersambung...


Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.