
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Kurasa perkataan pak direktur sunghon benar, ini semua salahku karena aku sudah lalai dalam tugas ku. Coba saja waktu itu aku tidak lalai, mungkin kakek masih hidup. Andai waktu bisa di putar kembali, aku akan merubah takdir. Aku merasa bersalah, aku marah, aku benci pada diriku.
Aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, aku sudah sendirian sekarang. Tidak masih ada om arya walaupun om arya itu orang lain, tapi aku menganggap dia seperti ayah ku sendiri. Aku tak bisa memaafkan diriku, aku sudah membuat satu kesalahan yang besar.
Padahal jika kakek masih hidup, aku bisa menanyakan rahasia kakek yang belum ku ketahui. Dan juga mungkin rahasia dibalik bencinya terhadap nenek ku.
"Vin, bapak mohon kepada kamu jangan ulangi hal yang sama, jika kamu tak ingin kehilangan orang yang kamu sayangi, dan jalankan lah misi dengan benar dan baik, jangan pernah kau anggap enteng sebuah misi, ingat itu vin" kata pak direktur.
"Baik pak, saya janji, saya tak akan mengulangi hal yang sama, saya sudah sangat menyesal pak, hiks" kata ku.
"Yasudah kalau begitu kamu boleh pergi, nanti kalau ada apa-apa bapak akan panggil kamu kesini lagi" kata pak direktur.
"Baik pak, saya pergi dulu" kata ku.
Setelah kejadian itu, aku menjalani tugas dengan baik. ada beberapa iblis di lokasi ku, langsung ku bunuh. Dan juga semenjak kejadian itu aku berubah menjadi tak berbelas kasihan pada iblis, karena ini juga karena mereka yang sudah membunuh kakek.
Tapi aku masih belum puas, karena aku belum membunuh kelima iblis itu, yang membunuh kakek ku. Aku berjanji pada diriku, kalau aku akan menghabisi mereka, aku masih merasakan amarah dan kebencian pada lima iblis itu.
Akhirnya hari Sabtu tiba, waktunya om arya pulang ke rumah ku. Aku sangat menunggu kedatangannya, karena aku sangat kesepian semenjak kakek ku meninggal.
"Om arya, akhirnya om sudah pulang, aku kangen sama om" kata ku sambil memeluk pinggang om arya.
"Haha, kau ini segitunya kangen sama om, oh ya vin apa kamu tahu kejadian yang menimpa kakek mu?" kata om arya.
"Aku sudah tahu, om arya jangan bahas tentang kakek ku lagi, tapi ngomong-ngomong, om arya tahu dari mana?" tanya ku.
"Baiklah om tahu perasaan mu saat ini, om sebenarnya sebelum ke rumah mu om mampir dulu ke tetangga di sini, terus ada yang ngabarin kalau kakek mu meninggal" kata om arya.
"Kalau begitu kita masuk dulu yuk, om bawain makanan nih buat kamu" kata om arya.
"Hmm baiklah om, ayo kita makan, hmm" kata ku.
"Ada apa vin, ada yang ingin kamu katakan? kalau ada katakan saja pada om" kata om arya.
"Aku hanya ingin bilang terima kasih saja om, om sudah baik sekali padaku, padahal aku bukan siapa-siapanya om" kata ku.
"Vin, om kan sudah bilang waktu itu, saat kamu sakit kalau tidak salah, om sudah menganggap mu seperti anak om sendiri, kamu ingatkan?" kata om arya.
"Iya om aku ingat, terima kasih om, sudah menemani ku, ayo om kita makan, aku sudah lapar" kata ku.
Akhirnya aku dan om arya segera makan, ternyata om arya banyak sekali membawa makanan untuk ku. Aku baru ingat kalau waktu itu aki membawa oleh-oleh untuk kakek, dan om arya. Tapi kakek sudah tidak ada, maka oleh-oleh kakek aku berikan kepada om arya.
"Wah hadiah untuk om banyak sekali, terima kasih vin" Kata om arya sambil tersenyum.
"Sebenarnya itu juga hadiah untuk kakek, karena sekarang Kakek sudah tidak ada maka aku berikan pada om arya" kata ku.
"Terima kasih vin" kata om arya.
Tak ku sadari hari sudah malam, sekarang sudah jam 9. aku mengatur jadwal untuk berjaga di lokasi ku, di pagi hari aku berjaga dari jam 6-10, siang 12-17, lalu malam 21-4. Sudah waktunya aku mulai berjaga, tetapi saat itu om arya sedang pergi keluar.
"Vin, om arya keluar sebentar ya, kamu di rumah saja jangan keluar" kata om arya
"Baik om" kata ku.
Selama ini om arya tidak tahu kalau aku adalah penyihir. Tapi semenjak aku menjadi penyihir aku bisa merasakan seperti ada yang aneh dengan om arya. Aku berpikir kalau dia adalah penyihir juga, tapi aku tidak boleh langsung bertanya seperti itu, aku harus menemukan bukti yang kuat.
Saat om arya sudah pergi keluar, aku diam-diam membuntuti dia. Untunglah om arya tidak tahu keberadaan ku, maka aku melanjutkan memata-matai om arya. Om arya pergi ke arah hutan, semakin lama semakin dalam menyusuri hutan. Sebenarnya aku juga takut sekali masuk hutan, sudah gelap, tempatnya menyeramkan pula.
Setelah makin masuk ke dalam hutan ternyata ada sebuah danau yang bersih. Danau itu masih terjaga, dan di tepian danau ada tebing-tebing yang menjulang tinggi. Aku yang melihatnya begitu terkagum melihat pemandangan ini, sebelumya aku tidak tahu kalau di hutan ini ada sebuah danau.
Aku berkata dalam hati ku, apa yang akan di lakukan oleh om arya ya. Apa jangan-jangan dia mau mandi di situ, ah itu tidak mungkin, ngapain juga dia mandi di situ, aneh sekali. Lalu om arya berjalan di tepian danau, dan aku mengikutinya lewat hutan.
Lalu dia memasuki sebuah gua, sepertinya gua itu di buat oleh seseorang. Lalu om arya masuk gua itu, aku pun juga ikut masuk ke dalam, lalu di gua itu ada sebuah gerbang yang sangat besar. Aku mengintip om arya yang sedang berdiri di gerbang.
Lalu om arya membuka gerbang itu, dengan menyentuh gerbang dengan tangannya, seketika gerbang itu terbuka. Muncul lapisan berwarna putih terang yang sepertinya menutupi yang ada di dalam lapisan itu.
Lalu sebelum om arya masuk di berbalik badan, dan berjalan kembali, dan menjauhi gerbang itu. Lalu dia pergi ke arah ku, ternyata selama ini dia sadar kalau aku mengikutinya, tapi entah kenapa ia sepertinya sengaja membiarkanku mengikutinya.
"Hei vin selamat datang, kau seharusnya tak perlu mengikuti ku dengan diam-diam begitu" kata om arya.
"Eh, sebenarnya om arya tahu kalau aku mengikuti om arya? lalu kenapa aku dibiarkan mengikuti om?" tanya ku.
"Aku sengaja membiarkan mu mengikuti ku, karena aku punya tujuan, ayo masuk ke gerbang yang sudah ku buka" kata om arya.
"Jadi om arya sudah tahu kalau aku akan mengikuti om arya?, om sudah merencanakan semua ini?" kata ku.
"Iya om sudah merencanakannya, nanti akan di jelaskan lebih lanjut setelah kita masuk, tapi sebelum itu" Kata om arya.
Om arya menjulurkan tangan kanannya ke dahi ku, lalu tangannya mengeluarkan cahaya putih. Dan setelah itu aku mengingat semuanya, semua kejadian ku di masa lalu saat belum bertemu dengan om arya.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.