
Aku baru ingat kalau Zack akan menjadi manusia biasa selamanya. Karena dia adalah malaikat yang sudah menjadi manusia, akan menjadi manusia biasa tanpa kekuatan untuk selamanya sampai dia mati. Arwahnya pun jika masuk ke dalam diriku tak akan berpengaruh sedikitpun. Karena Zack sudah tak punya kekuatan lagi pada dirinya.
"Apakah untuk selamanya kutukan itu tak bisa di hilangkan? aku yakin pada diriku, pasti ada yang bisa kulakukan untuk menghilangkan kutukan itu. Agar kau bisa kembali mempunyai kekuatan, walau dalam bentuk manusia. Kau ingin kan, mempunyai kekuatan seperti dulu" tanyaku.
"Ya... aku ingin, ingin sekali malahan. Tapi percuma Vin, tak ada cara apapun untuk mengembalikan kekuatan ku, yang hilang" kata Zack.
"Tenang saja, walau tidak ada satu cara pun, aku akan tetap mencari caranya. Demi kamu, Zack aku akan melakukan apapun untuk sahabatku" kataku tersenyum pada Zack.
Zack hanya menatapku dengan diam ketika aku berbicara seperti itu. Lalu tak lama kemudian Zack berterima kasih padaku, lalu aku mengajak Zack untuk tinggal bersamaku lagi di rumahku.
Besoknya, aku bangun, dan langsung beranjak bangun dari tidurku. Untuk menemui Zack di kamarnya, tapi aku lihat Zack tidak ada di kamarnya. Dan keadaan kamarnya masih sama persis seperti saat Jisu (Zack) pergi meninggalkanku.
Barang-barang Zack tak ada sama sekali, lalu aku cari-cari dia dimana-mana pun tak ada. Apa tadi itu hanya mimpiku saja, karena aku sudah mengusir Jisu. Lalu aku langsung lari keluar, dan menemui Rick.
"Hei Rick apa kau melihat Zack kemana?" tanyaku sambil kebingungan yang tadi itu mimpi atau bukan.
"Hmm tadi dia pagi-pagi sekali pergi untuk membawa barang-barangnya. Memangnya kenapa? kok kau terlihat gelisah sekali?" tanya Rick.
Lalu aku menghela nafas setelah tahu kalau yang tadi itu bukanlah mimpi, "Hah... tidak kok, tidak ada apa-apa" kataku sambil garuk-garuk kepala.
Lalu aku kembali masuk ke rumah, dan pergi ke dapur untuk menunggu Zack. Dan saat aku di dapur aku melihat, banyak makanan yang di siapkan oleh Zack sebelum dia pergi. Dan ternyata dia juga meninggalkan sebuah pesan untukku di samping makanannya.
"Vin jika kau sudah menemukan surat ini, kau tenanglah. Aku sedang pergi sebentar untuk membawa kembali barang-barang ku. Kalau kau lapar aku sudah siapkan makanan untukmu. Makanlah duluan, aku akan menyusul nanti"
"Seharusnya aku tak berpikiran yang tidak-tidak dulu. Aku akan menunggu kau kembali Zack, lalu kita makan bareng, seperti saat itu. Waktu kita bertiga bersama makan di meja ini, aku, kau, dan juga... Setyo" gumamku sambil melamun.
Lalu tak lama kemudian, aku tertidur di atas meja makan. Waktu aku sedang tidur, Zack pulang membawa barang-barangnya. Lalu meletakkan kembali barang-barangnya saat dia tinggal disini waktu itu. Lalu Zack mencari ku, dan akhirnya dia menemukan ku di dapur, yang sedang tidur.
"Hmm... kau menungguku ya... sampai tak makan duluan. Tidurlah manusia ramalan, sampai kau bangun kita akan makan bersama" gumam Zack padaku sambil tersenyum.
Sudah tengah hari, aku belum bangun tidur juga. Sementara Zack menungguku sampai bangun di kamarnya. Lalu tiba-tiba ada seseorang yang datang, dan memanggil dengan namaku. Lalu Zack pergi keluar, dan terkejut karena banyak malaikat yang datang ke rumahku.
"Permisi... ada apa kalian datang ke rumah, Vin" kata Zack menghampiri para malaikat itu.
"Hmm? siapa kamu? kamu bukanlah Vin, tolong panggilkan tuan Vin untuk keluar sebentar" kata malaikat itu.
"Maaf, sekarang Vin sedang tidur, bagaimana jika kalian tunggu Vin sampai bangun" kata Zack.
"Maaf kami tak bisa menunggu, karena kami adalah malaikat. Kami tak bisa lama-lama disini, jadi tolong bangunkan tuan Vin untuk menemui kaki" kata malaikat itu.
Lalu Zack masuk ke dalam, dan membangunkan ku. Sementara malaikat-malaikat itu menunggu di teras rumah. Lalu, aku terbangun dari tidurku karena aku dibangunkan oleh Zack.
"Ah... akhirnya kau sudah pulang Zack. Ayo kita makan" kataku yang masih terkantuk-kantuk.
"Makannya nanti saja Vin, karena di luar rumah ada banyak malaikat yang ingin bertemu denganmu" kata Zack.
Lalu aku menuruti perkataan Zack, dan pergi keluar untuk menemui para malaikat itu. Setelah aku sudah di depan pintu luar, mereka semua para malaikat yang duduk. Langsung berdiri di hadapanku dengan penuh hormat, dan menyambut kedatanganku.
"Selamat siang tuan Vin, maaf kami mengganggu tidurmu" kata malaikat itu.
"Iya tak apa-apa kok, hoamm..." kataku sambil menguap di depan mereka.
"Kami minta maaf sekali dengan kedatangan kami kesini. Kami datang kesini untuk membawamu pergi ke dunia kami. Untuk membantu kami meneliti sesuatu" kata malaikat itu.
"Hmm... sesuatu apa? kenapa aku harus pergi ke dunia iblis?" tanyaku linglung.
"Eh? hmm maaf tuan Vin, aku bukan bilang untuk pergi ke dunia iblis. Aku bilang kita akan pergi ke dunia kami" kata malaikat.
"Eh? memangnya tadi aku berbicara apa? ah sudahlah ayo kita pergi ke duniamu" kataku sambil terkantuk-kantuk.
Lalu aku membawa barang-barang ku dulu dari rumah. Karena kata malaikat itu, aku tinggal di sana cukup lama. Dan aku mengajak Zack, tetapi para malaikat tak menyetujuinya. Jadi aku pamit pada Zack untuk pergi sementara.
"Zack maafkan aku ya... karena untuk sementara ini aku tak bisa tinggal disini. Dan meninggalkan mu sendirian disini, jadi jaga kesehatan mu baik-baik ya selama aku ga ada" kataku.
Zack hanya mengangguk saja, dan terlihat sedih begitu aku tinggal. Lalu aku pergi ke dunia malaikat lewat goa portal menuju ke dunia malaikat. Lalu setelah aku masuk ke dalam portal aku terkejut begitu melihat dunia malaikat yang sangat jauh berbeda dengan 2 tahun yang lalu.
Kini dunia malaikat terlihat lebih modern, dan begitu tampak megah sekali. Lalu aku di ajak ke suatu tempat, sambil di kawal oleh malaikat yang tadi. Aku di ajak ke sebuah hutan lebat, bukan hutan yang waktu itu aku belajar dengan paman Yuzel.
Hutan kali ini sangat berbeda, ternyata saat aku masuk ke dalam hutan itu. Semua pepohonan yang ada di sana adalah Ent, mereka menyapaku begitu aku lewat. Ent disini sangat besar, dan menjulang tinggi.
Jadi tak ada sinar matahari yang masuk, para malaikat menggunakan benda semacam senter untuk menerangi jalanan. Lalu dari kejauhan aku melihat ada cahaya kecil, kami pergi ke arah cahaya kecil itu.
Lalu saat aku sampai di arah cahaya kecil itu, ternyata itu adalah cahaya matahari. Di tempat yang ku datangi itu adalah tanah gundul, yang tak ada Ent yang hidup satupun. Tanah gundul ini cukup luas tempatnya, dan dikelilingi para Ent besar.
Semakin aku ke tengah tanah gundul ini, tanahnya semakin curam kebawah. Lalu aku lihat ada sesuatu cahaya, cahaya yang di tutupi oleh akar-akar yang sangat besar. Begitu juga ada celah-celah untuk masuk ke dalam celah akar besar itu. Aku tak pernah melihat akar yang sangat besar ini, eh tunggu... sepertinya aku pernah lihat akar sebesar ini.
Bersambung...