Human Divination

Human Divination
Sedikit Lagi



Lalu tiba-tiba saja aku kehilangan kesadaran ku, karena aku di panggil oleh Hyun Go. Dia berniat untuk membantuku tapi aku menolak bantuan darinya. Karena aku tak mau mendapatkan bantuan dari penyihir tak berperasaan seperti dia.


"Ada apa lagi kau memanggilku, Hyun Go?" tanyaku sambil memalingkan mukaku darinya.


"Vin... ku lihat kau sedang kesulitan, aku berniat untuk membantumu. Dengan meminjamkan kekuatanku padamu" kata Hyun Go.


"Kenapa aku harus mendapatkan pertolongan dari penyihir sepertimu hah? Aku tak mau mendapatkan bantuan dari orang sepertimu" kataku dengan tegas.


"Hah... aku tahu... kalau aku... aku..." kata Hyun Go dengan berat sekali kalau dia ingin mengakui kesalahannya.


"Aku apa hah? aku tak mengerti apa yang ingin kau bicarakan" kataku masih memalingkan mukaku darinya.


"Aku... ukh... baiklah aku mengakui kalau aku salah. Aku salah berbicara seperti itu padamu" kata Hyun Go yang akhirnya lega setelah berbicara seperti itu.


"Hmm... aku heran kenapa kau tiba-tiba bisa mengakui kesalahanmu. Padahal penyihir sepertimu tak akan mungkin mengakui kesalahannya" kataku.


"Haha dasar bodoh... kau pikir aku serius dengan pembicaraanku tadi hah. Aku hanya berpura-pura saja tahu, agar kau tak mati. Jika kau mati, aku harus mencari alat (manusia) lagi" kata Hyun Go dalam hati.


"Baiklah, aku terima bantuan darimu... Hyun Go" kataku sambil menghadapnya.


"Eh... hmm oke, kalau begitu tunggu apa lagi Vin. Ayo kita habisi orang-orang lemah itu" kata Hyun Go yang tiba-tiba bersemangat.


Lalu aku sadar kembali, dan pemimpin jubah itu ada di depanku. Untunglah dia tak menyadari kalau aku sadar kembali, maka aku langsung loncat dan menghantam dagunya. Akhirnya dia mental setelah menerima seranganku, begitu juga dengan topengnya lepas.


Saat dia mendarat, dia membelakangi ku, dia tetap tak mau menunjukkan siapa dirinya. Lalu iblis yang ada di atas pohon itu melemparkan topeng miliknya pada pemimpin jubah itu. Dan akhirnya pemimpin jubah itu memakai topeng lagi, karena aku sudah tahu siapa iblis yang memberikan topeng itu pada pemimpinnya.


Jadi dia membuka terang-terangan identitas dirinya. Lalu pemimpin jubah itu berbalik badan, dan menghadapku. Lalu dia mengeluarkan pisau petirnya di kedua tangannya yang bersiap menyerangku.


"Kau hebat juga Vin, kau telah membuatku marah. Setelah ini tak akan kubiarkan kau hidup, dan setelah itu mayat mu akan ku bakar oleh api neraka" kata pemimpin grup.


"Oh ya... itupun kalau kau bisa mengalahkan ku orang lemah" kataku, kata-kata ini ku ambil dari Hyun Go yang menuntunku untuk berbicara.


Lalu aku berubah dengan kekuatan Hyun Go, dan ku gabungkan dengan kekuatan petirku. Sehingga menjadi lebih kuat dari sebelumnya, pemimpin jubah yang tadinya ingin membunuhku. Sekarang dia terlihat dengan gugup untuk menyerangku, lalu aku melesat dengan cepat ke arahnya.


Lalu aku menusuk perutnya menggunakan tangan yang ku beri sihir. Pemimpin jubah itu menahannya dengan kedua tangannya sambil mengeluarkan sengatan listrik. Tangannya bergemetar, karena tak kuat menahan seranganku, dan juga tangannya berlumuran darah saat menahan seranganku.


Lalu tangan kiriku mencekiknya, dan mengangkat dia ke atas. Pemimpin jubah itu sudah tak punya cukup tenaga, dia mencoba melepaskan cekikan ku. Tapi dia tak kuat, lalu aku buka topengnya dengan tangan kananku, setelah ku buka ternyata dia.


Dia menutupi wajahnya dengan kedua tangannya dengan cepat setelah ku buka. Lalu petir merah yang sangat besar menghantam ku, dan juga dia. Kami terpental dengan dahsyat, dan kami juga terjatuh karena petir merah besar itu.


Lalu dia bersiul dengan kencang, setelah dia bersiul anak buahnya melarikan diri. Begitu juga dengan dia, menggunakan portal, lalu iblis yang di atas pohon itu juga sedang bersiap untuk pergi. Aku langsung berteriak kepada iblis itu.


"Hei! bagaimana jika kita bertarung mulai sekarang!" teriakku dari bawah pohon.


"Tapi kau bilang padaku kalau kita bertemu lagi. Maka kita akan bertarung bukan!" teriakku.


"Tapi tidak dengan kekuatan mu yang seperti itu. Aku pergi dulu, jadilah lebih kuat lagi Vin, untuk bisa mengalahkan ku" kata iblis itu sambil memasuki portal lalu menghilang.


"Kau bilang aku lemah? huh, kau tak tahu kalau aku punya Hyun Go. Dasar iblis lemah, akan ku hajar nanti jika kita bertemu lagi" gumamku.


Lalu Hyun Go memanggilku lagi, "Vin... jangan kau lawan dia" kata Hyun Go.


"Hah? kenapa memangnya? aku kan punya kekuatan mu, dan juga kekuatan mu bisa ku gabungkan dengan perubahan petirku. Itu pasti akan cukup untuk mengalahkannya" kataku.


"Tapi tetap saja tak bisa Vin, aku bisa merasakan kekuatan yang luar biasa darinya. Saat pertama kali kau menyerang dia saja kau sama sekali tak menyentuhnya sedikitpun" kata Hyun Go.


"Itu... karena aku masih lemah, dan sekarang aku sudah kuat karena bantuan darimu juga" kataku.


"Tetap saja kau tak akan bisa pernah menang melawannya Vin. Sepertinya dia adalah salah satu dari 3 iblis terkuat" kata Hyun Go.


"Hah? ungkapan macam apa lagi itu? salah satu iblis terkuat. Kalau begit... apakah raja iblis juga termasuk dalam ke tiga dari iblis yang terkuat?" tanyaku.


"Ya tentu saja dia termasuk, dan dia dalam urutan pertama" kata Hyun Go.


"Kalau dia adalah salah satu iblis yang terkuat dari ke 3 iblis terkuat. Siapa yang satunya lagi? apa kau pernah bertemu dengannya?" tanyaku.


"Ya tentu saja aku pernah Menemukannya, dan kau juga pernah Menemukannya saat itu" kata Hyun Go.


"Hah? memangnya siapa? siapa iblis yang satunya lagi?" tanyaku penasaran.


"Aku tak bisa memberitahu padamu, jadi jangan berharap kalau aku akan memberitahu padamu, Vin" kata Hyun Go.


"Apa! lagi-lagi kau tak memberitahuku, dasar kau..." saat aku sedang berbicara tiba-tiba dia mengeluarkan aku dari pikiranku.


Setelah aku di keluarkan, sadar kembali. Memang benar-benar si Hyun Go itu, menyebalkan sekali. Lalu aku kembali ke rumahku untuk menemui petugas keamanan yang lainnya.


"Apa anda baik-baik saja tuan, Vin?" tanya salah satu dari petugas keamanan.


"Ya tentu saja aku baik-baik saja, jika aku di berikan waktu untuk tidur... hoaaam, aduh aku ngantuk sekali. Kalian cepatlah pergi, aku ingin tidur" kataku sambil berjalan lemas ke rumahku.


Lalu para petugas keamanan sudah pergi, dari hasil pertarungan tadi. Tak ada satupun anggota berjubah itu di ketahui identitasnya, karena mereka lebih kuat dari petugas keamanan. Jadi tak ada yang sanggup untuk membuka topengnya, atau membunuhnya. Hanya ada beberapa yang luka saja dari anggota berjubah itu, begitu juga dari tim petugas keamanan banyak yang terluka setelah perang barusan.


Lalu aku pergi masuk ke kamarku untuk bersiap-siap untuk tidur. Lalu tiba-tiba saja ada yang berbicara padaku, aku menengok siapa yang berbicara itu. Ku kira Hyun Go memanggilku lagi, tapi ternyata tidak. Karena aku masih dalam keadaan sadar, setelah ku sadari ternyata Rick memanggilku untuk memberitahu sesuatu padaku.


Bersambung...