
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Iya aku habis dari rumah teman ku om, nanti aku ceritakan saja selama aku di sana, sekarang aku ingin bertemu kakek dulu" kataku. Tak disangka ternyata ini adalah rencana kakek agar om arya tidak curiga.
Karena om adalah manusia biasa, jadi harus di sembunyikan tentang dunia penyihir. Lalu aku masuk dan menemui kakek ku, ternyata kakek belum pulang, dia tidak ada di kamarnya. Lalu aku pergi keluar dan bertanya kepada om arya.
"Om arya, kakek mana? Belum pulang ya?" tanya ku yang rindu dengan kakek ku.
"iya kakek belum pulang, kamu tidur dulu saja sambil menunggu kakek, nanti kalau kakek mu sudah pulang biar om bangunin kamu, vin, pasti kamu lelah bukan?" kata om arya.
"Ngga om, aku menunggu kakek saja, lelah sih lelah, tapi aku harus bertemu dengan kakek dulu baru aku bisa tidur" kata ku.
"Haha, kamu ini memang anak yang baik vin, om yakin padamu vin, bahwa suatu saat kau akan menjadi orang hebat" kata om arya sambil mengusap kepala ku.
"Terima kasih om, aku janji tidak akan mengecewakan kalian, yasudah om aku mau masuk rumah lagi, sambil menunggu kedatangan kakek" kata ku.
Lalu aku pun masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa, lalu menonton Televisi. Sedangkan om arya di halaman rumah sedang membersihkan dedaunan. Aku baru ingat kalau aku membawa oleh-oleh untuk om arya dan kakek.
Aku membuka barang bawaan ku, dan pergi keluar untuk memberikannya kepada om Arya. Namun saat aku sudah di luar om arya tidak ada, mungkin dia sudah kerja pikir ku. Jadi aku melanjutkan menonton televisi, dan menyimpan kembali oleh-olehnya.
Tak kusadari setelah lama menonton televisi, aku tertidur karena lelah menunggu kakek yang belum kunjung untuk pulang. saat aku tertidur, aku terbangun karena mendengar suara panggilan telepon masuk. Lalu aku angkat telepon ku.
"Halo" kata ku.
"Hei vin, ini pak direktur sunghon, apa kau lupa ya, kau kan sedang bertugas mulai sekarang, dari suara mu sepertinya kau baru bangun ya?" kata pak direktur.
Aku benar-benar lupa tentang tugas ku, untuk mengawasi lokasi ku. Karena aku sangat lelah jadi aku lupa, dan yang lebih gawatnya lagi sepertinya pak direktur tahu kalau aku baru bangun tidur.
"Ah iya pak, maaf saya ke tiduran karena lelah sekali" kata ku.
"Kalau begitu cepat kau amankan area mu, takut, terjadi sesuatu" kata pak direktur.
"Baiklah pak, akan saya awasi mulai sekarang" kata ku. Aku menutup telepon ku, dan segera mengawasi sekitar. Aku juga tidak ingin terjadi sesuatu, maka aku harus menjaganya, eh aku berpikir, kalau Begini terus kapan aku istirahatnya, pikirk ku.
Ah sudahlah lebih baik aku lanjut jaga. Malam hari pun tiba, kakek ku belum pulang dari semenjak pagi tadi. Aku sangat khawatir padanya takut terjadi sesuatu.
"Aduh, kakek kemana sih, udah malam begini kenapa belum pulang" kata ku gelisah, sambil mondar-mandir di jalan. Hari semakin larut malam, aku sudah mulai mengantuk lagi, pandangan ku kabur, tak terlihat apa yang ada di depan mata ku.
Lalu tanpa ku sadari, lagi-lagi aku tertidur, aku terjatuh dan tertidur pulas di rerumputan. Sampai esok paginya ada tetangga ku yang membangunkan ku.
"Hei vin, apa yang terjadi pada mu, kenapa kau tidur di sini, apa kau sakit?" tanya tetangga itu pada ku.
"Ah tidak pak, aku saat itu hanya sedang berjaga di sekitar, takut ada maling pa" kata ku untuk mencari alasan.
"Vin apa kau sudah tahu, tentang berita hari ini, yang terjadi pada malam hari?" tanya tetangga itu.
"Vin mohon maaf sebelumnya, Kakek mu sudah meninggal, tadi malam jasadnya di temukan di sekitar sini oleh para warga" kata tetangga itu.
Aku pun kaget, dan tak kuat menahan nangis, hati ku sangat sakit mendengar bahwa kakek ku sudah meninggal. Padahal aku sudah pulang dan ingin bertemu dengan kakek, dan juga sudah membawakannya oleh-oleh untuknya.
"Lalu, bagaimana keadaan jasad kakek saya pak, dan apa yang terjadi dengannya" kata ku.
"Keadaan jasadnya sangat buruk, ada lubang di dadanya, dan sepertinya ini pelaku pembunuhan" kata tetangga itu.
"Apa? pa, jadi ada yang berencana membunuh kakek saya? saya tidak terima ini, dan jika di temukan pelakunya tolong hubungi saya pak, karena setelah ini saya juga akan mencari pelaku pembunuhan itu" kata ku.
"Kalau pelaku pembunuhannya sudah di temukan, apa yang akan anda lakukan?" tanya tetangga itu.
"Aku akan membalasnya dengan hal yang sama, kalau begitu bapak bisa antar kan saya ke kakek saya kan pak?" kata ku.
Lalu tetangga ku mengantarkan ku kepada kakek. Aku sangat terkejut melihat keadaan kakek, rasanya aku ingin membunuh semua orang yang sedang berada di sekitar ku.
Lalu aku membantu orang-orang untuk menguburkan kakek. Dan setelah itu aku mengurung diri di rumah, tak lama kemudian aku dapat panggilan dari perusahaan. Aku di suruh datang ke perusahaan, dan aku pun datang.
Aku di panggil oleh pak direktur, dan masuk ruangannya, dan dia mempersilakan ku untuk duduk.
"Vin apa kau tahu tentang kabar duka hari ini?" tanya pak direktur.
"Iya pak saya sudah tahu, kakek saya sudah meninggal pak, apa bapak bisa menemukan pelakunya" kata ku.
"Baguslah kalau kau sudah tahu, kalau menemukan soal pelaku, sepertinya yang membunuh kakek mu adalah para iblis, saya di beritahukan oleh bawahan saya, kalau kakek mu di keroyok 5 iblis habis-habisan" kata pak direktur.
"Apa para iblis pa, kalau begitu akan ku cari iblis itu, dan membalaskan dendam nya untuk ku, tapi bukankah kakek saya sangat kuat pak, bagaimana bisa ia di bunuh oleh iblis itu?" tanya ku.
"Jangan bertindak gegabah vin, tunggu saja Waktunya, dan tentang iblis yang membunuh kakek mu itu bukan iblis biasa, dia adalah pasukan iblis epik, kau tahu kan kalau iblis itu lebih kuat dari pada manusia?" kata pak direktur.
"Baiklah pak kalau begitu, saya akan menunggu waktu yang tepat untuk membalasnya, saya pergi dulu" kata ku.
"Tunggu vin, bapak masih ingin ngobrol dengan mu, apa kau tahu yang membuat kakek mu terbunuh oleh siapa?" kata pak direktur.
"Siapa pak? tolong cepat beritahu saya" kata ku.
"Kau vin, ini semua salah mu, karena kau lalai menjalankan tugas mu, kalau saja Waktu itu kau berjaga, pasti keadaannya tidak buruk seperti ini" kata pak direktur.
Kurasa perkataan pak direktur sunghon benar, ini semua salahku karena aku sudah lalai dalam tugas ku. Coba saja waktu itu aku tidak lalai, mungkin kakek masih hidup. Andai waktu bisa di putar kembali, aku akan merubah takdir. Aku merasa bersalah, aku marah, aku benci pada diriku.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.