
Pokoknya, aku harus mencari cara agar kami berdua bisa selamat dari sini. Lalu setelah ku pikir-pikir, aku menemukan caranya. Yaitu dengan menggali tanah ke samping sampai menemukan sesuatu. Pasti disini ada semacam shelter bawah tanah disini. Untuk melindungi para malaikat yang tersisa, aku akan mencarinya.
Aku mencari-cari shelter itu selama satu hari lebih, tapi tak ketemu juga. Apa shelter yang ku maksud itu sebenarnya tidak ada, tapi itu tak mungkin. Shelter itu pasti ada, seperti Shelter di dunia manusia yang berada di bawah tanah perusahaan.
"Hei Vin, apa kau yakin tentang Shelter itu. Aku sangat lelah sekali, dan lapar, sudah seharian kita tak makan, dan tak keluar dari sini" kata Setyo.
"Aku juga lapar sekali, dan lelah. Jadi bertahanlah sebentar lagi kita pasti akan menemukannya" kataku.
"Baiklah, ayo kita cari lagi, semoga saja saat kita menemukan shelter itu. Ada banyak makanan untuk kita" kata Setyo.
Lalu kami melanjutkan pencarian kami, tiba-tiba saja aku menggali tanah yang keras sekali. Setelah ku ketuk ketuk suaranya berbeda tak seperti suara tanah. Tapi yang ku ketuk ini adalah tanah yang keras, tapi rasanya aneh sekali.
"Hei Vin apa yang kau lakukan? itu shelter nya ayo kita masuk" kata Setyo.
"Hah ini shelter nya? yang ku pegang ini tanah tahu" kataku.
"Ya kau memang memegang tanah, itu adalah shelter yang tertutupi tanah. Tanah itu menutupi besinya karena sudah lama di bawah tanah, jadi agak keras, dan lengket" kata Setyo.
"Apa benar ini shelter nya? lalu kita masuk lewat mana?" kataku.
"Kita hancurkan saja, aku sudah lelah sekali. Tak mungkin kan pintu masuknya berada di sekelilingnya. Pasti pintu masuknya ada di atas, apa kau mau ke atas untuk masuk lewat pintu masuk" kata Setyo.
"Ah baiklah akan ku hancurkan, semoga saja kau benar kalau ini shelter nya" kataku.
Lalu aku memukulnya dengan keras dengan tangan petirku. Ternyata benar apa yang dikatakan Setyo, kalau ini adalah shelter nya. Aku memukulnya terlalu keras hingga shelter nya terbuka lebar. Para malaikat langsung menodongkan senjatanya kepada kami karena waspada akan serangan iblis.
"Siapa kalian, kenapa kalian bisa menemukan tempat tersembunyi ini? apa kalian iblis yang sedang menyamar menjadi berwujud manusia?" kata malaikat itu.
"Bukan, kami bukan iblis kami adalah manusia, aku Vin Edward, dan ini temanku Setyo" kataku.
"Vin Edward... oh kau yang itu ya. Yang di ramalkan para manusia itu, tapi kenapa kau datang kesini?" tanya malaikat itu.
"Kami kesini karena kami dikejar oleh sekian banyaknya para iblis. Kami tak ada pilihan lain untuk kabur, maka kami masuk ke dalam dunia kalian" kataku.
"Oh baiklah... hmm tapi kalian terlihat seperti tidak baik. Apa ada sesuatu" kata malaikat itu.
"Ya kami memang sedang tak baik, karena kami berada di dalam tanah selama sehari lebih. Untuk mencari shelter ini" kataku.
"Jadi kau belum makan selama di dalam tanah? dan bagaimana kau bisa tahu tempat shelter ini?" tanya malaikat itu.
"Aku hanya sedang mencari-cari saja. Karena aku yakin kalian pasti mempunyai tempat seperti ini. Bolehkah aku makan dulu, aku sangat lelah sekali. Maaf atas ketidak sopannan ku" kataku.
"Ya baiklah, tidak apa-apa kok. Kami justru senang dengan kedatangan kalian kesini. Ayo ikut aku, aku akan mengantarkan kalian ke kamar yang kosong" kata malaikat itu.
Lalu kami diantarkan ke kamar kami, dan di beri makanan yang cukup. Shelter ini sangat berbeda dengan shelter yang ada di dunia kami. Kalau di dunia kami shelter yang kami punya hanya satu ruangan, dan di penuhi oleh banyak orang. Sedangkan disisi seperti sebuah apartemen, ada banyak ruang, dan juga kamar untuk istirahat juga.
Lalu aku bertanya kepada malaikat yang tadi, "Oh ya siapa yang mempunyai shelter ini? shelter ini sangat luar biasa" kataku.
"Shelter ini di buat oleh tuan Zack" kata malaikat itu.
"Apa Zack!? dimana dia sekarang aku ingin bertemu dengannya" kataku.
"Kami tak tahu keberadaan tuan Zack, kami semua tak merasakan keberadaannya disini. Mungkin saja tuan Zack pergi ke dunia manusia, atau iblis. Karena kami tak merasakan keberadaannya" kata malaikat itu.
"Apa!? lalu bagaimana dengan malaikat yang lain. Apa kalian para malaikat kalah melawan para iblis itu? aku tak melihat satupun malaikat yang berada diluar" kataku.
"Para malaikat yang ada di luar sepertinya sudah mati semua oleh para iblis itu. Kami kalah perang dengannya, kami tak sanggup melawan iblis yang lebih kuat dari kami. Yang tersisa dari malaikat adalah malaikat yang ada di shelter ini saja" kata malaikat itu.
"Para iblis memang membuatku muak, aku ingin sekali menghabisi mereka semua. Tapi aku tak cukup kuat untuk melawan para iblis itu. Iblis setingkat S saja aku sudah kewalahan. Apa lagi aku melawan iblis yang lebih kuat dari tingkat S, aku pasti akan mati" kataku.
Lalu ada yang berbicara padaku, yaitu dia. Jiwaku yang berbicara padaku, "Hei Vin, apa kau tak mau memakai kekuatanku lagi? kau selalu memakai kekuatan baru mu itu. Kekuatan petir itu, bukankah kekuatan ku lebih hebat dari kekuatanmu yang petir itu" kata jiwaku.
"Kau benar juga, sudah lama aku tak menggunakan kekuatan mu. Aku baru ingat kalau kekuatan mu itu luar biasa. Kau bisa mengubahku menjadi sangat kuat, dan sayap-sayapku menjadi lebih besar, dan bersinar. Aku ingat itu saat memakai kekuatan mu, aku merasakan kekuatan yang luar biasa mengaliri tubuhku" kataku.
"Haha, memang kekuatanku lebih hebat dari kekuatanmu. Ayo kau gunakan kekuatanku, dan hajar para iblis itu" kata jiwaku.
"Eh tunggu sebentar... kenapa kau menyebutkan kalau itu adalah kekuatanmu. Kekuatanmu kan juga kekuatanku" kataku.
"Ah itu... hmm... karena kekuatan yang kau gunakan itu adalah kekuatanku. Jadi aku menyebutnya kekuatanku" kata jiwaku.
"Ah baiklah kau benar juga, memangnya apa kita bisa memenangkan pertarungan melawan iblis yang seperti itu?" tanyaku.
"Tentu saja kau pasti bisa mengalahkannya dengan kekuatanku. Karena kekuatanku ini adalah kekuatan yang paling terkuat dari kekuatan yang lainnya. Karena tak ada yang bisa mengalahkan ku, hahaha!" kata jiwaku.
"Apa-apaan sih kau ini, gila ya?" kataku.
"Eh, haha... ah sudahlah gunakan saja kekuatan yang kuberikan padamu. Aku yakin pasti kita akan menang" kata jiwaku.
"Hmm aku masih tidak yakin" kataku.
"Yakinlah pada dirimu sendiri nak, kau pasti akan bisa mewujudkan ramalan itu" kata jiwaku.
"Kau benar, aku pasti bisa. Baiklah ayo kita mulai, aku percayakan padamu... jiwaku" kataku.
Lalu aku langsung pergi keluar, ke arah shelter yang ku hancurkan itu. Dan mengikuti arah galian yang ku gali tadi sampai keluar dari tanah. Agar para iblis tak tahu keberadaan shelter itu. Lalu aku keluar dari tanah itu, dan menimbunnya dengan puing-puing bangunan.
Lalu aku langsung mengeluarkan kekuatan jiwaku itu, sehingga para iblis bisa merasakan auraku. Ada aura kuat yang keluar dari tubuhku, aura itu berwarna kuning bersinar. Ini adalah aura jiwaku itu, kemudian aku merasakan kekuatan yang luar biasa. Lalu aku mengepakkan sayapku yang sangat besar, dan panjang itu.
Bersambung...