Human Divination

Human Divination
Petapa Sungai



Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.


Aku masih mengingat mimpi itu sampai sekarang, apakah benar suatu saat nanti aku akan seperti dalam mimpi itu?. Aku masih tak yakin pada diriku, kalau memang benar yang dikatakan pada ramalan itu, aku pasti bisa menyatukan ketiga dunia ini.


"Memangnya iblis mana yang mengatakan seperti itu? yang di mimpimu?" kata Argus.


"Dia adalah yang memimpin para iblis, dia sangat besar dan kuat" kataku.


"Ini aneh sekali, apakah dia tidak berpikir, mungkin ini kesempatan yang bagus untukmu" kata Argus.


"Apa maksudmu? kau membicarakan apa aku tak mengerti?" kataku.


"Seharusnya iblis itu bisa merasakan kedatanganmu di dunia, mungkin saja yang kau ceritakan itu benar, dia tidak percaya pada ramalan manusia, kalau dia percaya pasti kau sudah mati saat kau bisa menyerap buku itu, ini adalah kesempatan untukmu, untuk lebih kuat lagi, manfaatkan momen ini Vin" kata Argus.


"Berarti aku sangat beruntung saat ini, kalau begitu apakah kau bisa mengajariku" kataku.


"Aku tak bisa mengajarimu, pergi ke gunung yang ada disana, dan saat kau menemukan sungai kau pergi ke sungai, pasti kau akan menemukan petapa disana, minta Zack untuk mengantarkan mu vin" kata Argus.


"Hmm, baiklah aku akan pergi kesana, terima kasih atas infonya kek" kataku.


Lalu aku keluar dari kuil kuno itu, dab meminta Zack untuk mengantarkan ku kepada petapa yang dikatakan oleh kakeknya Zack. Lalu aku berjalan naik ke bukit, sementara Zack terbang dengan sayap, aku sangat iri dengannya.


"Hei vin cepatlah, kau kenapa berjalan? kau kenapa tidak memakai sayapmu? kau ini aneh sekali" kataku.


"Hah? kau juga tahu kalau aku..." Zack langsung memotong pembicaraanku.


"Aku tahu, semua malaikat bisa merasakannya kok, aku tidak menguping pembicaraan mu bersama kakekku" kata Zack.


"Haha, ku kira hanya kakekmu saja yang tahu, ternyata aku salah, tapi bagaimana caranya aku mengeluarkan sayapku" kataku.


"Aku tak tahu, mungkin harus menggunakan percobaan" kata Zack.


"Hah? percobaan, percobaan apa? HUWAAAA!!!" Zack mendorongku dari puncak gunung


Hingga aku terjatuh ke jurang yang ada di samping gunung itu. Aku sangat ketakutan, rasanya jantungku mau copot, tetapi secara refleks, aku bisa mengeluarkan kedua sayapku dari punggungku. Sayapku berbeda dengan Zack, sayapku lebih besar, lebih tebal, dan lebih bersinar.


"Hei lihat aku Zack aku bisa mengeluarkan sayapku, hahaha jadi begini rasanya terbang, dan sepertinya aku langsung bisa mengendalikan sayapku" kataku.


"Waw waw, sayap apaan tuh, hebat sekali sampai aku terkagum, kau membuatku iri tahu" kata Zack.


"Kau tak perlu iri padaku Zack, kau seharusnya bangga kau itu keturunan malaikat murni, tak sepertiku, setengah malaikat dan setengah manusia" kataku.


'Ah apa? kau setengah malaikat dan setengah manusia, aku tak percaya ini, bagaimana bisa" kata Zack.


"Apa jadi kau belum tahu? kukira kau sudah tahu karena tadi kau berbicara seperti itu" kataku.


"Aku berbicara seperti itu karena aku bisa merasakan kekuatan malaikat yang ada pada dirimu, karena itu ku kira kau malaikat, bukan aku tahu kau setengah malaikat dan setengah manusia" kata Zack.


"Aduh, sudah-sudah kita lanjutkan saja perjalanan ini, kok kita malah meributkan hal ini" kataku.


Lalu Zack pun menurut dan kami melanjutkan perjalanan kami. Ku kira Zack akan membenciku saat kejadian barusan, ternyata aku salah dia sangat baik. Dan akhirnya kami sampai di sebuah sungai yang dikatakan oleh kakeknya Zack, sungainya sangat bening, dan wangi sekali.


"Wah sungainya wangi dan bersih yah, hebat sekali tak seperti di duniaku sungainya tak sebersih ini" kataku.


"Ternyata ada dua malaikat disini, apa yang ingin kalian berdua lakukan disini" kata seseorang.


Ternyata benar apa yang dikatakan Zack, semua malaikat bisa merasakannya. Malaikat ini saja mengatakan bahwa kami berdua malaikat.


"Nah vin ini petapa yang kau cari itu" kata Zack.


"Oh jadi dia orangnya, hallo tuan malaikat, nama saya vin..." petapa itu langsung memotong pembicaraanku.


"Kau ini malaikat yang aneh, kenapa kau memanggilku begitu, biasanya orang-orang memanggilku petapa sungai atau memanggil dengan namaku, apa hanya kau yang tidak kenal denganku, aneh sekali" kata petapa malaikat.


"Eh, maaf aku tidak mengenalmu, karena sebenarnya aku..." lagi-lagi ada yang memotong pembicaraanku.


"Jadi gini paman Yuzel, dia itu adalah setengah malaikat dan setengah manusia, yang dikirimkan oleh kakekku kesini untuk kau ajari dia" kata Zack.


"Apa setengah manusia dan setengah malaikat, Ooh aku baru ingat kalau tidak salah ada seseorang dari dunia manusia dan dunia malaikat yang mengajak perdamaian, dan lalu menikah, apa kau anaknya?" kata Paman Yuzel.


"Umm iya, saya anak yang paman bicarakan tadi" kataku.


"Tapi... aku merasakan kekuatan yang aneh pada dirimu, apa kau pernah kena kutukan iblis? dan sayapmu itu menarik perhatian sekali" kata paman Yuzel.


"Ah tidak, aku tak pernah terkena kutukan iblis atau apapun yang berhubungan dengan iblis" kataku.


Aku tak boleh memberitahukannya kalau aku ini adalah anak ramalan itu. Karena jika aku memberitahukannya pasti beritanya akan tersebar dengan cepat. Dan jika kalau para iblis tahu tentang berita ini, pasti aku akan di buru oleh para iblis.


"Sudah paman jangan dipikirkan kekuatan anehku, lebih baik paman Yuzel mengajarkan ku saja" kataku, untuk menghindari topik.


"Hmm, baiklah kalau begitu, pelajaran pertama, kau harus bisa merasakan kekuatanmu sendiri di dalam tubuhmu, kau harus berinteraksi dengan jiwamu sendiri, jika kau sudah bisa kau temui aku disini lagi, untuk melanjutkan ajarannya" kata paman Yuzel.


"Baiklah, tapi bagaimana caranya?" kataku.


aku tak begitu mengerti maksud pembicaraannya, apa maksudnya berinteraksi dengan jiwaku sendiri.


"Itu adalah masalah yang harus kau selesaikan dengan sendirinya, aku tak bisa memberitahukannya kepadamu" kata paman Yuzel.


Lalu aku pergi ke gunung untuk belajar berinteraksi dengan jiwaku. Aku mengosongkan pikiranku dan lalu membersihkan hatiku, dan menenangkan hatiku hingga aku merasa tenang.


Dan saat aku merasa tenang dengan hatiku, seolah-olah aku merasakan masuk ke jiwaku. Dan seketika aku seperti berada di sebuah ruangan, aku berjalan di luar angkasa. Banyak bintang-bintang disana, pemandangan itu sangat indah, dengan planet yang bergerak, dan bintang yang ada di sekelilingku.


Aku berjalan di ruangan itu, dengan pelan, lalu tak lama berjalan ada yang menghampiriku. Dia seperti cahaya yang datang padaku, lalu dia berbicara padaku.


"Hai, vin selamat datang, aku adalah jiwamu" kata cahaya itu.


"Hah? jadi kau jiwaku?" kataku.


"Ikutlah denganku" kata cahaya itu.


Lalu aku mengikutinya, dan aku di ajak pergi berjalan, dan sekejap aku berada di sebuah hutan bambu. Dan di hutan itu banyak sekali jalan, seperti labirin bambu, lalu cahaya itu pergi masuk kedalam salah satu jalan itu, dan aku pun mengikutinya.


Bersambung...


Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.