Human Divination

Human Divination
Hyun Go (12)



Apa maksudnya, jadi dia membuatku karena teringat akan seseorang. Dan sebenarnya wujud tubuhku yang dulu, bukan yang sekarang aku ambil dari Vin. Tetapi wujudku yang pertama kali aku hidup, mirip dengan seseorang.


Siapa seseorang itu, kenapa dia sampai menangis hanya karena orang itu. Apa seseorang yang dimaksud itu adalah seseorang yang memakai pakaian yang ada di lemari itu?.


"Hmm... sebenarnya siapa orang itu? sampai membuatmu menjadi seperti ini?" tanyaku.


"Orang itu... orang itu adalah Hyun Go" kata Naozi, aku terkejut setelah mendengarnya.


"Hyun Go? kalau begitu aku, kenapa kau sampai menjadi seperti ini karena ku?" tanyaku.


"Bukan Hyun Go kau yang ku maksud. Tetapi Hyun Go yang asli, kau hanya ciptaan ku yang mirip dengan Hyun Go yang asli. Tapi tidak dengan tubuh Vin yang kau pakai ini, tubuhmu yang pertama ku ciptakan" kata Naozi.


"Ja-jadi aku hanya orang yang kau ciptakan seperti dia? sebenarnya aku diciptakan karena dia" kataku.


"Ya tentu saja, kalau tak ada dia, maka kau juga tak akan pernah ada. Begitu juga dengan ramalan para manusia, oleh karena itu, para dewa tak di izinkan untuk menciptakan makhluk hidup.


Karena akan berdampak sangat besar bagi tatanan dunia yang ada" kata Naozi.


"Lalu kemana perginya Hyun Go yang asli? akan ku cari dia karena sampai membuatmu seperti ini" kataku.


"Dia sudah pergi... pergi jauh dari dunia ini, dia sudah tidak ada. Dia sudah pergi ke alam yang berbeda dengan kita" kata Naozi mulai menangis kembali.


"Jadi kau membuatku karena dia sudah tak ada. Oleh karena itu kau menginginkan dia kembali dengan cara menciptakan ku?" kataku.


"Ya begitulah, tapi sayangnya hanya beberapa saja sifat Hyun Go yang ada padamu. Apa mungkin aku menyebut mu dengan sebutan Hyun Go 2. Ah sepertinya lebih enak kalau kau di panggil Hyun Go saja.


Agar aku selalu mengingat dia, begitu aku melihatmu" kata Naozi.


"Memangnya sifat apa saja dari dia yang kau masukan kepadaku. Kalau begitu kenapa kau tak memasukkan semua sifatnya kepadaku" kataku.


"Aku tidak bisa" kata Naozi.


"Kenapa? bukankah kau bisa menciptakan semuanya dengan sama" kataku.


"Aku tak bisa membuat mu sama dengan dia karena aku belum mengenalnya lebih jauh tentangnya. Karena itu aku hanya memasukkan beberapa sifat yang ku ketahui saja padamu" kata Naozi.


"Kalau begitu akan ku usahakan sifatku sama seperti dia. Bagaimana pun caranya harus ku lakukan" kataku.


"Hmm? kenapa kau melakukan hal yang tak ada hubungannya denganmu. Yang pastinya akan sia-sia" kata Naozi.


"Kau memberikan namaku Hyun Go kan" kataku sambil beranjak pergi di depan pintu.


Entah dari mana cahaya datang menyilaukan mata Naozi untuk melihatku, "I-iya... lalu?" kata Naozi.


"Kalau begitu sudah pasti kau berharap kalau aku sama persis seratus persen dengannya bukan. Dan jika sifat dia kembali padaku, aku pasti akan membuat mu bahagia.


Bahagia karena dia, bukan karena ku, karena aku hanya kloningannya saja. Atau ciptaan mu yang mirip dengan yang aslinya" kataku.


Naozi terdiam sejenak, dan tersenyum padaku, "Terima kasih... kau sudah sangat mirip dengannya" kata Naozi.


Ku harap saat aku sudah pergi, keadaan Naozi sudah membaik. Tak seperti pertama kali aku bertemu dengannya, dia terlihat sangat rapuh. Dengan tatapan kosongnya, yang terlihat sangat berharap apa yang dia inginkan datang menjemputnya.


Saat malam hari, di tengah Naozi sudah tertidur. Aku pergi keluar rumah, untuk melihat pemandangan kristal-kristal yang berkilau sangat indah di malam hari. Kristal ini mengikuti waktu, saat siang hari di berwarna cerah menerangi apa yang ada di dalamnya.


Begitu saat malam, di dalam sini juga menjadi gelap berkilauan karena pantulan cahaya bulan. Yang mengenai kristal ini, dan terus memantulkannya ke kristal lainnya. Kristalnya begitu sangat indah sekali, namun aku melihat ada cahaya kecil yang masuk dari atas.


Cahaya kecil itu menerangi sebuah kristal yang kecil di bawah. Lalu aku turun ke bawah untuk melihat kristal itu, saat aku sampai di depan kristal itu. Ternyata cahaya yang masuk itu menerangi sebuah kristal berwarna putih.


Yang tak lain kristal putih itu adalah salah satu pecahan bongkahan kristal. Itu adalah kristal ke tiga, dari ke empat kristal untuk menyatukan ke empat kristal itu. Kalau begitu aku kurang satu kristal lagi, yaitu kristal biru saja yang belum ku temukan.


Aku sudah mendapatkan 3 kristal yang di antaranya berwarna. Hijau, merah, dan putih aku hanya tinggal mencari kristal terakhir. Yaitu kristal berwarna biru, entah kenapa aku ingin mengumpulkan kristal-kristal ini.


Padahal aku sendiri tak tahu apa yang akan terjadi bila kristal ini di satukan kembali. Bukan hanya aku, bahkan semua orang, tapi... apakah Naozi tahu tentang kristal ini. Kristal ini hancur karena perbuatan kejahatan di suatu dunia yang membuat kristalnya hancur.


Kristal ini hanya berada di dunia manusia, tapi biar aku tak tahu apa kegunaannya. Aku akan terus mengumpulkan kristal-kristal ini, sampai aku mengetahui yang sebenarnya. Apa yang akan terjadi nanti bila aku menyatukan kristalnya.


Lalu aku membawa pergi kristal itu, dan naik ke atas rumah lagi untuk bertanya kepada Naozi tentang kristal ini. Oh ya aku lupa kalau Naozi telah tertidur, jadi aku akan tanyakan besok saja sebelum aku pergi nanti.


Aku memasukan kristal itu di kantong kristal ku, sebenarnya ini adalah kantongku. Hanya saja Vin menemukannya di perpustakaan ruang bawah tanah, dan dia jadikan tempat untuk kristal-kristal ini.


Lalu aku pergi untuk tidur, aku tak perlu waspada untuk tidur. Karena aku tidur di tempat yang aman sekarang. Pagi hari pun tiba, aku beranjak bangun pergi keluar untuk menghirup udara segar, sambil menikmati indahnya kristal-kristal itu.


Aku melihat Naozi yang lebih dulu berada di luar, "Hai Naozi, kau sudah bangun awal sekali" kataku padahal sekarang sudah jam 9 pagi.


"Ya aku sudah biasa bangun pagi tepat jam 4 untuk menghirup udara segar" kata Naozi.


"Wah itu sangat pagi sekali, aku saja tak sanggup bangun sepagi itu" kataku.


"Oh ya tadi aku memasak makanan untukmu, tadi aku sudah makan lebih dulu. Sebelum kau pergi, lebih baik kau makan dulu, kau tak keberatan kan?" kata Naozi.


"Ya tentu saja hanya karena soal makanan. Tentu aku tak akan pernah keberatan, lagi pula aku lapar sekali sekarang. Kalau begitu aku pergi makan dulu ya" kataku sambil pergi ke ke meja makan.


Lalu aku makan terlebih dahulu sebelum aku pergi. Lalu awet makan aku izin kepada Naozi untuk pergi, dan bilang padanya aku akan datang kembali kapan-kapan. Lalu aku pergi melewati lubang gua yang waktu itu aku masuk ke sini.


Saat aku sudah berada di luar gua, aku melihat Cancer mati terbunuh. Itu pasti ulah raja iblis saat itu, Cancer mati mengenaskan. Dia adalah makhluk yang ku ciptakan untuk melindungi portal iblis, jika dia mati siapa yang akan menjaga portalnya.


Aku membuatnya bukan hanya menggunakan kekuatan ku saja seperti Naozi menciptakan ku. Aku membuat dia menggunakan serpihan-serpihan bintang yang menempel pada prasasti yang ku temukan.


Sekarang serpihan itu sudah habis semua karena digunakan untuk menciptakan Cancer. Mayatnya tergeletak di bebatuan, yang di tancapkan dengan tombak batu neraka. Sekarang aku masih berada di dalam laut, lalu aku meninggalkan mayat Cancer di lautan.


Dan aku segera pergi ke atas permukaan air untuk melihat keadaan. Untunglah keadaannya tak seperti yang ku duga, keadaan yang ku duga adalah. Raja iblis menungguku di permukaan air, dan langsung menghajar ku tanpa ampun.


Aku berenang ke daratan, untunglah saat aku masuk ke dalam air tak jauh dari daratan. Untuk sampai sekarang aku masih belum bisa mengeluarkan sayapku lagi. Saat sampai di daratan, aku lupa untuk menanyakan tentang kristal itu pada Naozi.


Bersambung...