
Lalu aku langsung mengeluarkan kekuatan jiwaku itu, sehingga para iblis bisa merasakan auraku. Ada aura kuat yang keluar dari tubuhku, aura itu berwarna kuning bersinar. Ini adalah aura jiwaku itu, kemudian aku merasakan kekuatan yang luar biasa. Lalu aku mengepakkan sayapku yang sangat besar, dan panjang itu.
Sebelum aku pergi, aku mengatakan sesuatu pada Setyo. Ini soal rencanaku untuk menyerang para iblis itu, dengan jiwaku.
"Kau mau kemana Vin? apa kau ingin melawan iblis itu sendirian. Hanya karena kau yakin pada keajaiban itu" kata Setyo.
"Iya aku ingin menyerang mereka, kau tenang saja. Ternyata aku mempunyai kekuatan yang sudah ku lupakan yang sangat kuat. Ya, aku percaya pada keajaiban itu" kataku.
"Ku harap kau benar manusia ramalan. Tolong... segeralah kembali Vin" kata Setyo mengkhawatirkan ku.
"Hmm... ya tenang saja Setyo... karena aku pasti akan kembali, dan mewujudkan ramalan itu" kataku.
Lalu para iblis yang melihat aura besar yang keluar di suatu tempat. Itu adalah auraku mereka langsung pergi menuju aura itu, dengan berbondong-bondong para iblis datang di hadapanku. Semua iblis yang levelnya melebihi level di dunia manusia berkumpul di sekelilingku.
Mereka semua menatap tajam ke arahku. mereka tersenyum seringai kepadaku, tubuh mereka besar-besar. Dan mereka terlihat bukan seperti iblis, lebih tepatnya monster. Karena dari wujud mereka beda sekali, mereka lebih terlihat menyeramkan dibandingkan dengan iblis yang ada di duniaku.
Lalu aku merasa ketakutan, jiwaku langsung tahu kalau aku sedang takut. Dia langsung berbicara padaku, "Vin kau tak perlu takut, kau pasti menang melawan iblis rendahan ini. Iblis dulu lebih sulit di bandingkan dengan iblis sekarang" kata jiwaku.
"Bagaimana cara aku tidak takut, aku saja belum pernah melawan iblis seperti mereka. Dan dari mana kau tahu kalau iblis dulu lebih kuat?" tanyaku.
"Karena aku bisa merasakan kekuatan mereka sekarang. Kekuatan para iblis semakin melemah, sedangkan makhluk lain tetap" kata jiwaku.
"Apa! kekuatan malaikat, dan manusia tidak berkurang, ataupun naik sedikitpun. Kalau begitu para iblis dulu itu sangat menyeramkan sekali. Bagaimana cara mereka selamat dari iblis sekuat itu?" kataku.
"Jawabannya adalah shelter... karena para iblis itu tak pernah membuat ruangan di bawah tanah. Karena di tempat tinggal mereka bawah tanahnya adalah api" kata jiwaku.
"Kalau begitu hampir mustahil untuk iblis menemukan semacam tempat seperti shelter ya" kataku.
"Ya begitulah, iblis itu sangat aneh. Dia mempunyai kekuatan api, tapi dia merasakan sakit jika kena api" kata jiwaku.
"Lalu apakah iblis jaman dulu itu masih ada?" kataku.
"Tentu saja mereka masih ada, salah satunya adalah raja iblis itu. Dan yang monster raksasa yang kau lawan saat itu. Iblis jaman dulu ukuran mereka sangat besar besar. Tapi iblis jaman dulu yang mereka keluarkan untuk perang ini termasuk tingkat rendah" kata jiwaku.
"Apa tingkat rendah? apa kau tahu sampai mati saat berurusan dengan dia tahu. Untunglah ada Rick yang memberikan setengah nyawanya padaku, dan kekuatannya. Kalau tidak aku pasti mati saat itu juga, oh ya katamu monster itu iblis tingkat rendah. Memangnya mereka setingkat apa?" kataku.
"Iblis monster itu setingkat B, mereka itu sangat lemah bagiku. Seharusnya kau pakai kekuatanku saja saat itu, kau malah memakai kekuatan petir mu. Dan akhirnya Rick juga menjadi korban gara-gara kesalahanmu" kata jiwaku.
"Apa!? kenapa kau malah menyalahkan ku hah! kau menyebalkan itu salahmu sendiri kenapa kau tak bilang padaku" kataku.
"Hah sudahlah aku malas berbicara dengan bocah sepertimu. Lebih baik urusi saja iblis itu, kau pasti menang" kata jiwaku.
Kurasa ini sudah waktunya aku menyerang mereka semua, aku berteriak dengan penuh semangat, "HYAAAAAA!" aku mengeluarkan tongkat panjang yang berduri. Lalu aku hantam tongkat itu ke kepala mereka. Dalam sekejap mereka mengeluarkan semacam pelindung yang melindungi mereka.
Tapi sayangnya pelindung itu langsung hancur, dan tongkatku mengenai kepala mereka. Hingga kepala mereka bercucuran darah, iblis yang ku pukul itu terjatuh, dan berteriak-teriak kesakitan.
Aku merasakan kesenangan setelah memukul kepala iblis itu. Seakan-akan aku ketagihan untuk memukuli kepala mereka, sepertinya aku sudah gila. Para iblis menatapku dengan bingung, dan dalam keadaan siaga.
Aku tersenyum seringai kepada mereka, "Hahaha mau kemana kalian semua! sini kalian maju semua! akan ku hancurkan kepala kalian para iblis! hahahaha!" kataku.
Seolah-olah ini bukan diriku, sepertinya aku merasakan jiwa-jiwa psikopat. Sepertinya aku sakit, tidak... ini bukan diriku, tolong kembalilah diriku yang sebenarnya. Rasanya tubuhku bergerak sendiri, atau aku menggerakkannya dengan tanpa sengaja.
Aku tidak tahu, aku tak pernah merasakan seperti ini. Aku menghantam setiap iblis yang datang ke arahku, aku menghantam dengan brutal sambil tertawa-tawa. Para iblis menjadi takut dengan sifatku yang brutal, dan seperti orang gila itu. Sudah sekitar 20 lebih iblis yang ku hantam kepalanya sampai bocor, padahal mereka iblis yang sangat kuat sekali. Ternyata benar apa kata jiwaku aku pasti akan menang.
"Manusia itu sangat berbahaya, dan menyeramkan! kita harus lari dari sini, dan melapor kepada raja!" kata pemimpin iblis yang mengatur semua iblis di dunia malaikat.
Lalu para iblis langsung kabur, dan kembali ke portal itu. Mereka kembali terbang, dan masuk ke portal yang ada di atas, lalu setelah mereka semua pergi. Langit berubah perlahan-lahan menjadi normal, dan para malaikat keluar dari shelter.
Mereka semua yang melihatku, terlihat sangat bahagia karena sudah menyelamatkan dunianya. Mereka bersorak, dan mereka menggendongku karena sudah menyelamatkan dunianya. Lalu aku melihat Setyo saat aku digendong oleh gerombolan malaikat. Dia mengacungkan jempolnya padaku, sambil mengedipkan matanya.
Lalu aku membalasnya dengan mengedipkan mataku juga. Aku di bawa ke tempat kuil kuno yang waktu itu pernah ku datangi bersama Zack. Aku di suruh duduk di tempat singgasana, seperti layaknya seorang raja bagi para malaikat. Aku masih cemas, karena aku belum menemukan Zack.
Aku sudah bertanya-tanya kepada semua malaikat lewat atas singgasana ini. Tapi tak ada yang tahu dimana keberadaan Zack, tak ada satupun malaikat yang tahu tentang keberadaan Zack. Lalu aku melihat dari atas, para malaikat juga menggendong Setyo ke atas sini, dan duduk di sampingku.
"Hei Setyo... bukankah ini luar biasa" kataku.
"Yah... ini sangat luar biasa, hahaha. Aku tak yakin jika akan seperti ini" kata Setyo.
"Ya aku juga berpikiran yang sama denganmu... ayo kita pulang ke dunia kita Setyo" kataku.
"Baiklah pahlawan... ayo ikuti aku. Akan ku tuntun kau ke arah portal" canda Setyo.
Kami tertawa-tawa dengan candaan Setyo. Lalu kami mengatakan kepada semua malaikat kalau kami akan menyelamatkan dunia kami. Kami akan kembali ke bumi, lalu saat kami berada di depan portal ke dunia manusia. Para malaikat mengikuti ku.
"Tuan Vin... kami semua akan membantu dunia kalian" kata salah satu malaikat yang mewakili malaikat lainnya.
"Kalau begitu... ayo kita hajar para iblis itu!" teriakku dengan semangat.
Para malaikat juga ikut bersorak, dan kami semua masuk ke dalam portal. Dan kami sudah berada di dunia manusia, kami berbondong-bondong datang dari dunia malaikat membawa pasukan. Kami keluar dari gua dengan terbang melesat, dan langsung menyerang iblis yang kami lihat. Kami terbang keluar dari gua seperti kawanan kelelawar yang berterbangan.
Bersambung...