Human Divination

Human Divination
Hyun Go (7)



Aku juga kalah darinya, aku masih lemah juga baginya. Dia sangat kuat sekali, apakah ini adalah takdir untuk iblis. Yaitu takdir sebagai makhluk terkuat? tapi yang anehnya kenapa saat aku bertarung dengannya dia menjadi sangat lemah.


Seperti bertukar kekuatan saja, apa yang terjadi padanya sehingga menjadi sangat lemah. Namun bagi Vin, iblis itu sama seperti diriku yang dulu bertarung dengannya. Aku kesal kalau aku lemah, aku benci kalah, namun sudah tak ada yang bisa ku lakukan untuk ke depannya.


Apakah aku bisa mengalahkan raja iblis? itu yang ku inginkan selama aku hidup. Tentang bagaimana caranya aku bisa menang darinya, dan membunuh dia. Tapi jika aku berhasil mengalahkannya, akan kulakukan dia sama seperti apa yang telah dia lakukan padaku.


Akan ku tertawakan, akan ku hina dia, dan mayatnya akan ku tunjukkan di depan para semua makhluk hidup. Kalau aku berhasil mengalahkan raja iblis, dan aku menjadi makhluk terkuat di dunia setelahnya.


Tiba-tiba, "Tuan! cepat lari dari sini! cepat tuan aku sudah tak bisa menahannya lagi!" teriak seseorang.


Lalu aku lihat lagi, ternyata itu adalah Cancer. Kenapa dia terlihat panik, apa yang sedang dia lakukan, aku tak bisa melihatnya di sini gelap sekali. Hanya ada cahaya sedikit saja di gua bawah laut ini.


"Tuan cepatlah lari, aku sedang menahannya untuk tuan!" teriak Cancer.


"Menahannya? menahan siapa" kataku karena habis bangun tidur, aku jadi terlupa pada tujuanku yang sebenarnya.


"Akh! ra-raja iblis ada disini... tuan... segeralah lari" kata Cancer yang tiba-tiba suaranya menjadi lemah.


Aku langsung terkejut, aku langsung berlari memasuki gua bawah laut itu lebih dalam lagi. Karena jika aku keluar dari gua itu, aku akan berurusan dengan raja iblis, dan yang pastinya aku akan mati lagi.


Suara teriakan kesakitan Cancer sampai bergema di gua ini. Tapi aku tak peduli padanya, aku sama sekali tak ada niat untuk membantunya. Aku terus saja pergi jauh, dan memasuki gua yang sangat dalam entah aku akan dibawa kemana oleh gua ini.


Namun... tiba-tiba saja... gua yang ku masuki ini bergetar. Mulai ada puing-puing gua yang berjatuhan, sepertinya gua ini akan runtuh. Aku harus segera pergi, aku terpaksa pergi masuk ke dalam gua itu lagi.


Getarannya semakin kuat, di gua ini seperti ada tanaman yang bercahaya yang menerangi jalan masuk gua ini. Aku lihat kebelakang, guanya ternyata sudah runtuh, dan semakin mendekat ke arahku.


Aku menggunakan kekuatan ku untuk mempercepat kecepatan berenang ku. Hingga pada akhirnya aku melihat sebuah cahaya yang sangat bersinar di ujung gua itu. Aku mulai mendekatinya, setelah aku sampai di ujung gua itu.


Ternyata itu bukanlah ujung gua itu, itu adalah seperti ruangan gua yang sangat besar di dalamnya. Di situlah ujung dari gua itu, dan yang membuatnya bersinar adalah ada sosok seseorang yang berdiri di dalam ruangan gua itu.


Di ruangan gua itu sudah bukan bebatuan lagi, seperti yang awal ku masuki. Melainkan kristal-kristal yang bercahaya di dalamnya, lalu di tengah itu ada semacam tower. Di atas tower itu terdapat rumah, rumah yang sangat indah walau kecil, dan sederhana.


Lalu duduklah seseorang di pinggir tower itu, lalu aku mendekatinya. Ternyata dia adalah seorang wanita dengan paras yang cantik, bukan... dia sangat sempurna. Dia sama sekali tak menengok ku, lalu aku duduk di sampingnya. Dan tiba-tiba saja lorong gua itu tertutup karena reruntuhan itu.


"Akhirnya kau sudah datang" kata wanita itu tanpa menengokku.


"Eh? hmm apa maksud anda?" tanyaku.


Kau bisa melepaskan Shield mu itu terlebih dahulu. Karena disini tidak ada air, kau tenang saja karena disini banyak oksigen yang berlimpah berasal dari kristal-kristal itu" kata wanita itu.


"Hmm baiklah" aku pun menurutinya, ternyata benar disini udaranya sangat segar.


Aku belum pernah merasakan udara yang sangat segar seperti ini. Ku kira udara yang paling segar adalah di dunia malaikat. Tapi aku tak menyangka kalau ada udara yang lebih segar dari dunia malaikat. Lalu juga udara disini baunya sangat harum.


"Oh ya maaf, aku ingin bertanya padamu" kataku.


"Ya silahkan lah kau bertanya" kata wanita itu dengan dingin tanpa menengok ku.


Itu membuatku semakin kesal, dan aku berdiri, dan hendak menyerangnya. Namun tiba-tiba saja dari belakangku ada semacam rantai besar yang menarik ku. Setelah ku lihat ke belakang, rantai besar itu muncul dari dinding kristal itu.


Aku mencoba melepaskan diriku dengan sekuat tenaga. Tapi tetap saja aku tak bisa lepas, rantai ini sangat kuat sekali, seperti sudah menyatu pada tubuhku. Lalu aku membentak-bentak wanita itu dengan sangat kasar sekali.


"Hei kau wanita sialan! lepaskan aku! apa kau tak tahu siapa aku!" teriakku dengan kesal.


"Aku tahu siapa kau, karena aku yang menciptakan mu... Hyun Go" kata wanita itu, yang tiba-tiba menatapku.


Aku mulai merasakan perasaan yang tidak enak dengan wanita itu. Dari cara bicaranya saja membuatku tiba-tiba ketakutan padanya. Di tambah lagi, di saat dia melihatku, itu membuatku semakin takut.


"Ma-maafkan aku... a-aku tidak bermaksud..." kataku.


"Aku tahu, silahkan kau duduk lagi" kata wanita itu, dan tiba-tiba rantai yang mengikat ku lepas.


Hahaha dasar wanita bodoh, ini adalah kesempatan ku untuk membunuhmu. Aku langsung menyerang dia dengan energi dalam yang ku kumpulkan di genggaman tanganku.


Lalu aku pukul dia tepat di wajahnya, namun... ada apa ini?. Tangan yang ku serang ke wajahnya tiba-tiba saja tembus, aku... aku tak bisa menyentuhnya?. Bagaimana mungkin, kekuatan apa itu. siapa sebenarnya dia? dan mau apa dia.


"Sudah ku bilang kalau aku ini yang menciptakan mu Hyun Go" kata wanita itu.


"A-apa? bagaimana mungkin dia bisa tahu apa yang sedang ku pikirkan?" kataku dalam hati.


"Masalah itu tak penting, lebih baik ke pertanyaan ku yang tadi ya belum kau tanyakan padaku" kata wanita itu.


"Lagi? dia tahu lagi apa yang sedang ku pikirkan? dan apa maksudnya dia yang menciptakan ku. Itu hanya omong kosong dia saja, aku ini dilahirkan bukan diciptakan olehnya" kataku dalam hati.


"Ucapan ku bukanlah omong kosong, ini adalah fakta. Kalau kau adalah ciptaan ku, kau adalah ciptaan ku yang sempurna. Ciptaan ku satu-satunya yang pertama ku buat" kata wanita itu.


"Omong kosong! aku ini dilahirkan, bukan di ciptakan oleh orang sepertimu tahu!" kataku dengan kesal.


"Apa selama kau hidup, kau pernah bertemu dengan ibumu?" kata wanita itu.


"Ah... ti-tidak aku tidak pernah melihatnya. Tapi aku selama ini tinggal bersama ayahku, aku tak tahu dimana ibuku berada. Dan saat aku tanyakan itu pada ayahku, dia tak menjawab pertanyaan dariku" kataku.


"Apa kau yakin kalau yang kau sebut dengan "ayah" adalah ayahmu yang sebenarnya" kata wanita itu lagi.


"Ya tentu saja dia adalah ayahku" kataku dengan tegas.


"Kau salah, dia adalah salah satu dari bagian rencanaku. Dia bukanlah ayahmu, melainkan seseorang yang tak ada hubungannya denganmu. Bisa di bilang, kalau dia adalah orang yang memungut mu Hyun Go" kata wanita itu.


Apa yang sebenarnya dia bicarakan? dia selalu saja mengucapkan omong kosong yang tak masuk akal. Siapa dia, kenapa dia berpakaian sangat aneh, dengan kain yang panjang sampai ke bawah menara. Lalu dengan sebuah mahkota di kepalanya, dan ada 2 tanduk juga di kepalanya.


Bersambung...