Human Divination

Human Divination
Pemimpin Berjubah



Lalu kami keluar semua dari rumah, sementara Zack aku menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruang bawah tanah. Agar dia tak kenapa-napa, saat aku keluar dari pintu aku tak melihat pemimpinnya. Namun ada yang memanggilku dari atas rumahku, dan ku lihat ternyata dia pemimpinnya.


Dia berdiri di atas rumahku yang baru saja ku bangun dengan sepatu kotornya yang penuh lumpur. Lalu aku langsung terbang ke arahnya dan menghajarnya karena kesal rumah yang baru ku bangun dikotori nya.


Lalu tiba-tiba saja ada tembok tanah api neraka, yang tak lain itu adalah kekuatan dari iblis yang saat itu. Sampai sekarang aku belum tau namanya, sejak pertama kali aku bertemu dengannya di episode ke 25.


"Jangan terburu-buru Vin, tenanglah aku tak akan membawa kehancuran kok" kata pemimpin bertopeng itu.


"Oh ya... lalu kau akan membawa apa untuk kami? kemenangan. apa kalian menyerah begitu saja" kataku.


"Hahaha tentu saja tidak, itu tidak mungkin kami lakukan Vin. Oh ya aku ingin bertanya kepadamu, apakah aku boleh bertanya" kata pemimpin berjubah itu.


"Ya tentu saja jika itu membawa kebaikan pada kami" kataku.


"Bagaimana kau bisa tahu setiap kami ingin menyerang mu. Apakah kau mempunyai seseorang atau budak yang mengetahui masa depan?" tanya pemimpin berjubah itu.


Eh apa? jadi dia tak tahu tentang Rick, ku kira dia tahu karena mengirimkan surat itu waktu di rumah sakit. Sebenarnya aku juga tak pernah bertanya kepada Rick lagi soal masa depan yang menimpaku.


Apa ada satu orang yang mengetahui soal Rick diantara kelompok berjubah itu. Karena ada yang mengirimkan sebuah surat waktu itu, tapi entah siapa itu. Pandangan ku selalu tertuju kepada iblis episode 25 itu, karena aku tak tahu namanya jadi ku panggil dia seperti itu.


"Apa kau tak mau memberitahu padaku Vin?" tanya pemimpin berjubah itu.


"Hahaha tentu saja aku akan memberitahu padamu. Akulah yang mempunyai kekuatan yang bisa melihat masa depan itu" kataku bangga.


Sementara Rick yang mendengarkan ku dari bawah tanah, "Apaan sih ga jelas" gerutu Rick.


Tembok tanah neraka itu hanya berada di bagian depannya. Jadi aku bergerak secepat kilat, ke arah kanan untuk menyerangnya dari bagian kanan. Saat aku melayangkan tinjuku, tiba-tiba saja tembok tanah neraka itu berpindah tempat.


"Haha, aku kasihan padamu Vin. Lihatlah dirimu tak bisa menyentuh ku, dan kau tak mungkin menghancurkan tembok ini" kata pemimpin berjubah itu.


"Kau itu orang yang sangat lemah kenapa banyak tingkah seperti ini. Padahal tembok ini tak berasal dari kekuatan yang kau miliki. Tembok ini adalah kekuatan dari iblis itu kan" kataku sambil menunjuk iblis itu.


Setelah saat kejadian sebelumnya iblis itu tak pernah memakai topengnya lagi. Karena identitasnya sudah ketahuan, lalu pemimpin berjubah itu terkejut karena aku bisa tahu.


"Eh a-apa!? kau ini ngomong apa sih. Jelas ini kekuatan yang ku gerakan sendirilah" kata pemimpin berjubah itu menyangkal.


"Kau pikir aku bisa di tipu olehmu, sebelum aku pernah bertemu denganmu. Aku lebih dulu bertemu iblis itu tahu" kataku dengan sinis.


"Omong kosong! karena ku biarkan kau jadi banyak bicara ya. Oke kalau begitu, akan ku bunuh kau hari ini juga" kata pemimpin berjubah itu.


"Tapi tidak dengan bantuan kekuatan dari iblis itu. Jadi kau minta padanya untuk tak ikut campur dalam urusan kita. Cepat suruh dia menghilangkan tembok ini" kataku.


"B-baiklah, kalau begitu ayo kita mulai pertarungannya sekarang" kata pemimpin berjubah itu.


Ternyata benar, dia tak bisa terbang, ini adalah kesempatan ku untuk menghabisinya. Aku langsung terbang di atasnya, kami masih melayang di udara. Ternyata setelah ku lihat topeng itu tidak hancur saat aku serang.


Mungkin dia memasuki energi kekuatan ke dalam topeng itu sehingga membuatnya keras. Aku langsung melesat meninju tepat di ulu hatinya, lantas dia muntah darah. Mumpung kami masih berada di udara, aku lancarkan semua serangan ku padanya.


Aku hajar dia dengan tangan kosong yang di perkuat dengan energi dalam. Aku hajar tanpa henti tubuhnya, tangannya, kakinya agar dia tak bisa bergerak. Karena semua titik vitalnya ku serang, lalu ku hantam topengnya itu.


Tetap saja topeng itu tak hancur, ternyata dia menyerahkan semua energinya kepada topeng itu. Agar aku tak bisa mengetahui siapa dia, semua tubuhnya parah karena ku hajar habis-habisan.


Lalu serangan terakhir sebelum kami mendarat, aku menendang ulu hatinya. Sampai terbentuk tanah, dan terjadi ledakan saat tubuh dia menghantam tanah. Membuat debu-debu bertebaran, petugas keamanan, dan anggota berjubah hanya diam saja.


Karena ini adalah perintah kami, dan juga pertarungan antara kami sebagai pemimpin. Lubang yang di hantam cukup dalam untuk sebuah hantaman. Lalu ku lihat dia masih bisa berdiri, tapi bagaimana mungkin dia masih bisa bergerak.


Setelah ku serang semua titik vitalnya, keadaannya yang sudah begitu buruk. Hidung, dan mulut yang berlumuran darah, dan kaki tangan yang patah itu segera pulih kembali. Bagaimana ini mungkin terjadi, dia memiliki kecepatan regenerasi yang luar biasa.


Setelah ku lihat lagi, itu bukanlah regenerasi. Akan tetapi dia memaksakan tubuh yang patah-patah nya untuk tetap bertarung denganku. Lalu dia menatapku dengan mengerikan, karena kepalanya juga bocor bercucuran darah.


"Vin... akan ku... bunuh kau" kata pemimpin berjubah itu.


"Haha memangnya kau bisa membunuh ku dengan keadaan seperti itu. Huh, dasar lemah" kataku dengan sombong.


"Kau... kurang ajar!" teriak pemimpin berjubah itu.


Lalu tiba-tiba saja di tubuhnya keluar petir yang berwarna merah. Atau yang biasa di sebut sebagai halilintar, kekuatan petirnya lebih kuat dariku. Karena itu adalah halilintar, sengatan petir yang ada di tubuhnya meledak-ledak.


Hingga aku terkena petirnya sampai terpental jauh. Kekuatan yang luar biasa, lalu aku menggunakan kekuatan listrikku, dan berubah dalam sekejap. Seperti monster yang dialiri dengan aliran listrik, begitu juga dengan dia.


Lama-kelamaan tubuh pemimpin berjubah itu berubah menjadi monster sama sepertiku. Tapi sepertinya, tubuh monster nya lebih mengerikan dariku, dan terlihat keren. Karena mempunyai ekor merah, yang berduri duri, dan di punggungnya ada duri-duri sampai ke arah ekornya.


Taringnya juga lebih tajam dariku, dan juga kukunya yang sangat tajam itu. Lalu dia melesat dengan cepat ke arahku, dan memukul wajahku dengan begitu kencang, dan cepat. Hingga aku terpental untuk yang kedua kalinya.


Belum juga aku mendarat dari terpental nya, dia sudah berada di bawahku. Dan menendang ku ke atas, lalu dia terbang ke atas dengan kekuatannya. Dan memukulku bertubi-tubi, aku tak bisa mengelak atau menyerang balik.


Karena dia lebih cepat pergerakannya dariku, lalu aku menyambar dia dengan petir besar ku. Duar... terjadi ledakan di atas langit, yang menggemparkan telinga, dan membuat telinga tak bisa mendengar untuk beberapa saat.


Karena dia berada di dekatku saat aku menghantamkan petir besar itu. Aku juga terkena seranganku sendiri, dan kami terjatuh secara bersamaan. Aku mulai kehilangan kesadaran ku, dan dia masih bisa bangkit setelah serangan itu.


Aku juga harus bangkit, tak boleh kehilangan kesadaran ku. Aku sudah berusaha dengan keras agar aku tak kehilangan kesadaran ku, dan akhirnya aku kehilangan kesadaran ku. Semoga saja saat aku kehilangan kesadaran ku, ada seseorang yang membantuku, atau dia tak melukai ku saat aku tak sadar.


Bersambung...