Human Divination

Human Divination
Ayah Datang Kembali



Sampai-sampai meja makannya terbaik, dan semua makanan yang dibuatkan Jisu jatuh semua. Aku membayangkan itu sangat nyata sekali, lalu tiba-tiba aku di kejutkan dengan jiwaku, Hyun Go. Bayangan yang ku bayangkan menjadi hilang, dan aku langsung masuk ke dalam pikiranku untuk bertemu dengan Hyun Go.


"Ada apa Hyun Go? apa kau tak lihat kalau aku sedang sedih" kataku dengan murung.


"Ya aku tahu kalau kau sekarang sedang sedih karena kehilangan seseorang yang berharga bagimu. Tapi bisakah kau memanggilku dengan sopan, aku ini leluhurmu tahu" kata Hyun Go.


"Hmm baiklah kalau begitu akan ku panggil kau apa?" kataku.


"Hmm, kakek mungkin... ah jangan aku ini masih terlalu muda untuk di panggil kakek. Hmm apa ya... sepertinya panggil aku master saja" kata Hyun Go.


"Terserah kau, baiklah akan ku panggil master. Walau aku agak keberatan, lalu ada apa kau memanggilku?" tanyaku.


"Aku hanya ingin menyadarkan mu, kau jangan terus sedih seperti ini Vin. Kau harus bisa bangkit, seperti dulu lagi, Vin yang kukenal tak seperti ini" kata Hyun Go.


"Kau tak tahu apa-apa master, kau tak pernah merasakan kehilangan seseorang yang amat penting berharga bagimu" kataku.


"Ya aku memang pernah mempunyai seseorang yang berharga. Tapi begitu dia mati aku tak peduli padanya lagi, karena dia sudah mati. Yasudah mati saja, kenapa aku harus memikirkan orang yang sudah tak ada" kata Hyun Go.


"Kau memang benar-benar tak berperasaan master. Apa selama kau hidup, kau seperti itu?" tanyaku.


"Hmm... maaf, Vin karena aku sudah berkata yang membuatmu menjadi semakin sedih. Kalau kau bertanya seperti itu, aku jujur, aku tak pernah merasakan hal aneh itu. Tapi ini baru pertama kalinya aku menjadi sepertimu" kata Hyun Go.


"Apa maksudmu? kenapa kau selalu saja memberikan sebuah teka-teki yang harus ku jawab padaku. Kenapa kau tak langsung memberitahu padaku siapa kau sebenarnya" kataku.


"Suatu saat nanti, kau akan tahu, dan akan ku ambil alih tubuhmu" kata Hyun Go.


"Apa! apa maksudmu? hal itu tak akan mungkin terjadi. Dan aku tak akan membiarkan orang yang sudah mati sepertimu mengambil alih tubuhku" kataku.


"Ya... itu yang kau katakan, tapi yang kukatakan ini berbeda. Percuma saja, karena pasti suatu saat nanti aku akan mengambil alih tubuhmu. Karena hanya kau yang kubiarkan bersenang-senang terlebih dahulu, Vin" kata Hyun Go.


Lalu tiba-tiba saja dia mengeluarkan ku dari dalam pikiranku sendiri. Dan aku tersadar kembali, anehnya aku tak bisa berbicara dengan dia. Kecuali kalau dia sendiri yang memanggilku untuk berbicara dengannya. Dia terus saja memberitahukanku teka-teki yang tak ku mengerti.


Tapi lihat saja Hyun Go, aku tak akan membiarkanmu mengambil alih tubuhku. Memangnya kau siapa hah, kau hanya sebuah parasit di dalam tubuhku. Sayangnya aku tak bisa mengeluarkan dia dari dalam tubuhku, dengan berbagai cara pun aku tak bisa mengeluarkan Hyun Go.


Sedangkan yang lain bisa ku keluarkan, lalu ku masuki lagi. Kalau begini bisa-bisa apa yang dia katakan akan terjadi. Yaitu mengambil alih sepenuhnya tubuhku, ini benar-benar gawat sekali. Lalu aku pergi ke kamarku untuk beristirahat.


Saat aku sedang tertidur aku bermimpi, kali ini mimpiku bukan bertemu dengan Hyun Go lagi. Tapi dengan seseorang yang pernah ku lihat waktu di mimpi saat itu. Tapi aku lupa siapa dia, tiba-tiba saja dia mendatangiku lewat mimpiku, dan berbicara padaku.


"Vin..." kata seseorang yang berdiri di hadapanku.


"Hmm? siapa kamu? sepertinya aku pernah melihat wajahmu. Tapi aku lupa siapa dirimu?" tanyaku padanya.


"Hahaha... jadi kau lupa ya Vin padaku. Perkenalkan kembali, aku adalah ayahmu, waktu itu kita pernah bertemu 2 tahun lebih yang lalu. Apa kau masih ingat" kata ayah.


"I-iya ayah... aku ingat, aku ingat semuanya. Terima kasih ayah sudah datang menemaniku" kataku dengan terharu.


"Apa itu ayah?" tanyaku penasaran.


"Tentang Hyun Go, apa kau ingin tahu lebih banyak tentang dia?" tanya ayahku.


"Iya ayah aku ingin sekali tahu tentang dia. Cepat beritahu tahu aku ayah" kataku, lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul lagi di dalam mimpiku.


"Tidak semudah itu kau memberi tahu informasi tentangku, Sky" kata Hyun Go yang tiba-tiba datang, sepertinya dia tahu keberadaan kami. Dan aku juga baru tahu kalau nama ayahku adalah Sky.


"Ah... ternyata kau bisa masuk ke dalam mimpi yang ku buat ini leluhurku. Kau memang sangat hebat" kata ayah.


"Hahaha, aku memang hebat, karena aku adalah penyihir yang terkuat sampai sekarang. Jadi kau jangan macam-macam denganku Sky" kata Hyun Go.


"Hmm... baiklah kalau begitu... aku tak akan memberitahu informasi tentangmu leluhurku. Ayo Vin kita pergi!" kata ayah yang tiba-tiba membawaku pergi melintasi dunia mimpi.


Kami berpindah-pindah dunia mimpi antar dimensi. Namun Hyun Go mengejar kami dengan sangat cepat, lalu ayahku terus berlari, dan membuka dunia mimpi yang baru. Agar Hyun Go tak dapat menemukan kami, di dunia mimpi yang mana.


Lalu Hyun Go menembakkan duri-duri yang tajam dengan beruntun ke arah kami. Lalu ayahku yang sedang mengangkat ku menghindari serangan Hyun Go. Tapi sayangnya serangan Hyun Go tak bisa di hindari, duri-duri itu mengejar kami, dan menusuk-nusuk tubuh kami.


Saat terluka di dalam mimpi tak akan memengaruhi tubuh di dunia nyata. Tapi... akan tetapi jika kita yang sedang berada di dunia mimpi mati, maka kita yang di dunia asli akan mati. Duri-duri itu hanya mengenai titik aliran darah, sehingga membuat kami tak bisa bergerak.


"Kalian pikir kalian bisa kabur, dan memberitahukan informasi tentangku pada bocah ini" kata Hyun yang berdiri si depan kami.


"Kau... kenapa kau sampai seperti ini hah! apa kau mau membunuhku lewat mimpi?" tanyaku.


"Tidak mungkin aku membunuhmu, Vin. Aku tak akan pernah membunuhmu, karena kau adalah percobaan ku yang berhasil. Kau sangat hebat, Vin" kata Hyun Go.


"Apa maksudmu... huh, percuma saja aku bertanya kan. Toh kau tak akan memberitahu padaku juga" kataku.


"Hahaha, iya kau benar Vin. Nanti saat aku sudah mengendalikan mu, kau akan hilang dari dunia ini" kata Hyun Go.


"Kalau ingin membunuhku,. kenapa tidak lakukan saja sekarang!" kataku marah.


"Wow wow, bukan begitu maksudku, aku hanya menukar mu saja. Seperti gantian aku yang memakai tubuhmu, dan kau tetap bisa mengambil alih tubuhmu lagi kok. Tapi itupun kalau kau bisa, Vin" kata Hyun Go.


"Dasar kau manusia yang tak berperasaan! seharusnya tidak pernah ada manusia sepertimu!" kata ayah.


"Asal kau tahu aku tak peduli, dan kau akan ku blokir dengan Vin" kata Hyun Go.


Lalu aku tiba-tiba saja sadar dari mimpiku, dan aku melihat tubuhku tak kenapa-napa. Dan rasa sakit yang di dunia mimpi hilang setelah aku bangun. Dan juga Hyun Go telah memblokir ayahku sehingga tak akan pernah menemui ku lagi lewat mimpi.


Bersambung...