Human Divination

Human Divination
Kunang-kunang Ungu



Tapi aku tak memperdulikan Gordon, aku langsung segera terbang, dan kabur. Aku langsung pergi keluar dari dalam akar-akar Gordon yang sangat besar ini. Aku lupa jalan keluarnya kemana, aku terus mencari, dan mencari jalan keluarnya tapi tetap juga tak ku temukan.


Rasanya sepertinya aku hanya bolak-balik di tempat yang sama. Tak ada cahaya matahari yang masuk ke dalam akar-akar besar ini. Yang menerangi di dalam sini hanya kunang-kunang berwarna hijau yang menerangi jalan.


Banyak sekali kunang-kunang yang berterbangan, rasanya aku seperti sedang berada di dunia dongeng. Aku seperti sedang berada di dalam tempat yang sangat indah, dengan akar besar, dan kunang-kunang yang berterbangan di dalamnya.


Aku duduk di salah satu akar besar itu, karena aku sudah lelah mondar-mandir mencari jalan keluar seharian. Dan juga aku sangat mengantuk sekali, mungkin aku harus istirahat terlebih dahulu disini.


Dan akan ku lanjutkan setelah aku bangun, aku tidur di atas akar yang cukup nyaman menurutku. Lalu saat aku tertidur ada yang masuk kedalam mimpiku untuk berkomunikasi denganku lewat mimpiku.


"Hai Vin, kita bertemu lagi. Hoho sepertinya kau tak bisa keluar dari sini ya" kata Gordon nyengir.


"Kau! cepat keluarkan aku dari sini, kenapa aku tak bisa keluar dari sini hah? apa kau melakukan sesuatu padaku" kataku kesal.


"Ya tentu saja aku melakukan sesuatu padamu. Aku yakin menguasai tempat ini, aku melakukan tempat ini menjadi tempat halusinasi" kata Gordon.


"Apa maksudmu tempat halusinasi huh?" kataku.


"Maksudku sebenarnya kau hanya dia di suatu tempat saja. Dan seolah-olah apa yang kau lakukan itu terjadi, seperti kau mencari jalan keluar dari sini. Sebenarnya hanya ruh mu saja yang berkeliaran kesana-kemari. Tetapi yang sebenarnya terjadi kau hanya berdiam diri saja" kata Gordon.


"Apa? lalu kenapa aku bisa lelah, dan tidur. Itu benar-benar tak masuk akal" kataku bingung.


"Ya tentu saja ruh bisa lelah juga, karena itu kau bisa tertidur. Karena tubuh tanpa ruh bisa apa?" kata Gordon.


"Hmm benar juga katamu, lalu kenapa kau tak membiarkan ku pergi!" kataku kesal.


"Karena kau mengatakan soal Rick. Kau pasti ada sesuatu dengannya bukan" kata Gordon.


"Ah, hmm itu ya... kan sudah ku bilang aku hanya asal bicara" kataku mencari alasan.


"Oh jadi begitu ya Vin... baiklah aku akan tetap mengurung mu disini" kata Gordon.


"Baik-baik aku akan memberitahu padamu, soal aku dengan Rick" kataku putus asa.


"Jawaban yang bagus, baiklah aku akan mendengarkan cerita mu" kata Gordon.


Lalu aku memulai cerita ku dengan Rick, dari awal kami bertemu saat itu di lemari. Dan sampai kejadian perang, lalu sampai sekarang ini. Aku ceritakan dengan benar, tak ada karangan sedikitpun yang ku buat.


"Hmm jadi begitu ya, sudah kuduga. Pantas saja ada yang aneh dari hawa tubuh Ent kecil itu" kata Gordon.


"Sebenarnya dia cukup besar untukku tahu" kataku dalam hati.


"Apa dia tak memberitahu tentang dirinya padamu, Vin?" kata Gordon.


"Tidak, dia tak memberitahu padaku tentang dirinya. Saat itu dia keceplosan, dan tak lanjut menceritakan dirinya. Dia selalu menyembunyikan sesuatu dariku" kataku menjelaskan panjang lebar.


"Hmm jadi seperti itu ya, apa kau mau aku beritahu tentang Rick padamu, Vin" kata Gordon.


"Tidak, aku sudah tahu jawabannya" kataku.


"Hahaha, kau pintar sekali dalam menebak Vin" kata Gordon.


Aku sudah tahu pasti jawabannya akan selalu sama saja seperti yang biasa aku dengar. Selalu saja orang-orang berbicara padaku, "Maaf aku tak bisa memberitahu mu hal ini". Aku sudah muak mendengarnya tahu, dan itu membuatku frustasi.


"Hmm... gimana ya" kata Gordon.


"Apanya yang gimana hah? aku sudah menceritakan semuanya tahu!" kataku kesal.


"Haha aku hanya bercanda kok, tentu saja kau boleh keluar. Aku akan menuntun jalan keluar untukmu melalui kunang-kunang yang berwarna ungu padamu" kata Rick.


"Wah! jadi ada yang berwarna ungu ya. Tapi padahal dari tadi aku hanya melihat yang berwarna hijau" kataku.


"Ya tentu saja, karena kunang-kunang ungu itu sangat langka di temukan. Dan hanya ada satu di dunia ini, semenjak perang dunia pertama yang sangat dahsyat dari perang dunia yang lainnya. Mengakibatkan populasi kunang-kunang ungu menurun drastis" kata Gordon.


"Hmm jadi perang yang paling dahsyat adalah perang dunia pertama ya. Memangnya dulu kunang-kunang ungu itu ada berapa. Dan kalau dari cerita mu kunang-kunang ungu ini sudah hidup lama sekali" kataku.


"Jumlah kunang-kunang ungu dulu hanya ada seratus saja sebelum perang dunia pertama. Kunang-kunang ungu tak bisa berkembang biak lebih dari seratus" kata Gordon.


"Apa! hanya seratus! lalu kenapa kau bilang kalau populasi nya turun drastis kalau hanya jumlah mereka 100 saja" kataku.


"Kan karena jumlah mereka hanya ada 100 saja, dan sekarang hanya ada satu. Apa kau tak bisa membandingkannya" kata Gordon.


"Hmm baiklah, tapi apa yang membuat mereka hanya berjumlah seratus saja. Apa dari awal hidup mereka hanya berjumlah seratus?" tanyaku.


"Ya dari awal mereka datang di dunia ini jumlah mereka hanya seratus. Dan mereka tak bisa berkembang biak sama sekali, aneh bukan. Sepertinya ada kutukan pada serangga itu" kata Gordon.


"Hah? kutukan? masa iya sih ada kutukan atau semacamnya" kataku.


"Hmm sebenarnya aku juga tak tahu apapun soal mereka. Aku takut jika kunang-kunang ungu akan punah. Apakah kau bisa menjaganya?" tanya Gordon.


"Apa maksudmu jadi aku boleh membawa pulang kunang-kunang ungu itu" kataku kegirangan.


"Hmm... iya tentu saja... ada apa dengan wajah aneh mu itu" kata Gordon melihat wajahku yang kegirangan.


"Ah tidak kok, lalu apa yang membuat mereka bisa punah. Siapa yang membunuh mereka?" tanyaku.


"Yang membunuh mereka adalah... para manusia" kata Gordon.


"Apa? kenapa para manusia membunuh makhluk tak bersalah itu" kataku kasihan.


"Lebih tepatnya mereka memakannya, dan lebih tepatnya lagi hanya seorang manusia. Aku aneh bagaimana manusia itu bisa mengetahui tentang kunang-kunang ungu itu" kata Gordon berpikir keras.


"Lah... jadi hanya satu manusia toh. Siapa manusia itu? dan apa maksudmu mengetahui tentang kunang-kunang ungu itu" kataku bingung.


"Manusia itu adalah Hyun Go" kata Gordon, dan dalam sekejap aku terdiam.


"Eh......... kenapa manusia aneh itu memakan serangga itu" setelah aku mengatakan hal itu, tiba-tiba saja kepalaku seperti sedang di pukul.


"Karena yang memakan serangga itu akan mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa. Berkali-kali lipat kekuatan yang didapatkannya, oleh karena itu perang dunia pertama dimenangkan oleh kalian para manusia. Hanya sedikit saja orang yang mengetahui tentang kunang-kunang ungu ini. Tapi pertanyaan ku adalah... bagaimana dia bisa tahu tentang kunang-kunang ungu itu" kata Gordon.


Hmm pantas saja Hyun Go bisa menjadi sangat kuat sekali. Ternyata dia mencuri barang dari dunia lain untuk menjadikan dirinya yang paling kuat. Itu sungguh perbuatan yang licik, tapi jika Hyun Go tak memakan serangga itu. Apa yang akan terjadi pada para manusia nantinya.


Bersambung...