Human Divination

Human Divination
Hyun Go (3)



Aku langsung maju, dan mengayunkan pedangku dengan cepat maju ke arah mereka. Aku langsung menebas kepala mereka satu persatu dengan cepat. Akhirnya mereka semua mati, yang tersisa dari kelompok berjubah adalah direktur Wang, dan juga iblis itu.


Aku pasti akan membunuh mereka berdua, dan tak akan kubiarkan lolos lagi. Lalu aku kembali ke rumahku, dan para petugas keamanan menungguku. Mereka semua menatapku dengan takut, karena banyak darah yang berlumuran di bajuku.


"Tu-tuan Vin... apa tuan tak apa-apa?" tanya petugas keamanan itu dengan takut.


"Ya aku tak apa-apa, ini bukan darahku. Kalian minggir, dan kembali ke tempat kalian, karena aku sudah tak membutuhkan kalian lagi" kataku sambil berjalan masuk rumah.


"Eh!... hmm baiklah tuan Vin kami akan kembali. Semuanya! ayo kita kembali!" kata petugas itu, dan mereka semua kembali.


Lalu saat aku di dalam rumah, aku pergi mandi untuk mengganti pakaian yang penuh dengan darah. Lalu setelah itu aku langsung pergi ke kamar untuk tidur, ini adalah kebiasaan yang Hyun Go lakukan.


Lalu Zack menghampiri ku, "Vin apa kau sudah selesai?" kata Zack yang masuk ke dalam kamarku.


"Apa kau sendiri tak bisa lihat hah?" kataku sambil memejamkan mata.


"Ah hmm... kalau begitu ayo kita makan Vin, aku sudah siapkan makanan" kata Zack membujukku.


"Apa kau tak bisa lihat hah! aku sedang tidur jadi pergilah!" bentak ku yang membuat Zack terkejut.


Lalu Zack pergi ke meja makan, dan memakan makanannya duluan. Zacky sambil merenungkan kenapa tiba-tiba aku berubah seperti ini. Sambil menyuap makanan perlahan, dan nafsu makannya berkurang.


Aku tak mempedulikan lagi dengan perasaan Zack, aku hanya mempedulikan diriku sendiri. Karena aku yang sekarang adalah Hyun Go, maka sifatku berbeda, inilah sifat Hyun Go. Sifat dia sangat jauh berkebalikan dengan sifatku, dia begitu dingin.


Lalu setelah selesai makan, Zack pergi ke kamarnya untuk tidur. Tapi dia sulit sekali untuk tidur, karena terus terpikirkan tentang aku. Hari-hari terus berlalu, dan keadaan kami sama seperti sekarang.


Zack menjadi takut, karena dengan sikapku yang sekarang. Dia hanya menyiapkan makanannya saja, dan tak memakan bareng-bareng lagi. Kami makan bergantian satu-satu, dan keadaan rumah begitu sunyi.


Sudah tak ada canda tawa, ataupun obrolan di antara kami lagi. Tetapi setiap malam aku masih bertemu dengan Rick, dan sikapku terhadap Rick begitu baik di bandingkan dengan orang lain.


"Hyun Go kurasa kau tak baik melakukan hal ini terus-menerus" kata Rick.


"Hmm? memangnya kenapa? apa aku salah melakukan hal ini. Wajar saja kok, kalau seseorang mempunyai kekuatan seperti ini. Masa mempunyai kekuatan seperti ini tidak di pakai" kataku.


"Tapi kekuatan ini adalah kekuatan yang begitu kejam, dan keji. Apa kau masih ingin terus melakukan hal seperti ini, sampai ramalan itu terwujud?" tanya Rick.


"Ya tentu saja, hmm mungkin ini adalah yang terakhir bagiku. Karena ini adalah pilihan yang terbaik bagiku" kataku.


"Ya aku juga berpikir seperti itu, karena yang ini berbeda. Tapi apa kau tidak takut?" kata Rick mulai serius.


"Hah? tidak takut apa? aku ini Hyun Go penyihir terkuat di dunia manapun. Tidak ada yang perlu aku takutkan" kataku dengan sombongnya.


"Apa kau tak takut kalau dia akan mengambil alih tubuhnya kembali?" kata Rick.


"Eh? hahaha memangnya dia bisa apa coba. Hahaha kau ini kalau bercanda jangan keterlaluan Rick" kata Hyun Go.


"Apa kau tak mengerti apa yang di tulis dalam prasasti itu" kata Rick.


"Ah hmm, aku bagaimana ya... ah pokoknya tidak mungkinlah. Prasasti itu pasti berbohong" kataku.


"Hmm memangnya kau tahu dari mana?" tanyaku.


"Karena aku sangat percaya pada prasasti itu. Karena dia mengatakan yang sebenarnya" kata Rick.


Bagi yang masih ingat tentang prasasti yang di bicarakan berisi :


"*Kekuatan yang paling terkuat pada seseorang adalah kekuatan hati. Jika hati seseorang itu kuat, maka dia bisa mengalahkan semua kekuatan yang dimiliki oleh seseorang. Baik seseorang itu lebih kuat dari kita sendiri.


Dengan adanya kekuatan hati pada seseorang, maka dia akan menang. Orang yang tak memiliki hati, atau kenangan yang berharga. Maka dia akan sirna dengan seseorang yang mempunyai banyak memori*"


"Ah sudahlah Rick, kenapa tiba-tiba kita menjadi membahas hal ini" kataku


"Hah baiklah, lalu untuk kedepannya apa yang akan kau lakukan Hyun Go. Untuk mengatasi sisa kelompok berjubah itu" kata Rick.


"Aku akan mencari mereka, sampai ketemu" kataku.


"Memangnya kau tahu dimana mereka berada. Mungkin saja mereka bersembunyi di dunia iblis, atau malaikat mungkin" kata Rick.


"Kurasa tidak... karena sejak ada kasus pembunuhan itu mereka selalu berada di dunia manusia bukan. Jika mereka pergi ke dunia iblis, bagaimana dengan nasib direktur Wang.


Apakah direktur Wang akan di terima di dunia iblis, atau di anggap musuh. Karena yang kulihat dari mereka, mereka ada teman yang saling terikat satu sama lain. Jadi kemungkinan besar, para iblis yang lain tidak tahu kalau mereka mempunyai hubungan yang baik.


Karena mereka selalu menyembunyikan pertemanan mereka dari orang lain. Oleh karena itu mereka memilih bersembunyi di dunia kita karena lebih aman dibandingkan dengan dunia lainnya.


Para iblis selalu saja menganggap dunia manusia lemah sampai sekarang. Itu membuatku muak" kataku sambil memukul tanah dengan geram.


"Hmm... menurutku kau ada benarnya juga. Tapi maaf karena aku ini masih sangat kecil, dan belum mempunyai kekuatan yang cukup seperti leluhurku (Gordon). Jadi aku belum bisa menguasai keberadaan satu dunia sekaligus" kata Rick.


"Baiklah kalau begitu, aku yang akan mencarinya sendiri" kataku.


Lalu aku mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk berpergian. Aku masukan barang-barang yang diperlukan di tempat semacam inventori. Zacky yang melihatku ingin pergi, dia memberanikan diri untuk bertanya padaku.


"Hmm... Vin kau mau kemana?" tanya Zack di depan pintu.


"Aku ingin pergi tolong kau jaga rumah ini. Karena hanya rumah ini yang berharga bagiku" kataku cuek.


Karena yang pertama kali membangun rumah ini adalah Hyun Go. Tata letak yang dibuat oleh Vin begitu sama persis dengan yang pertama kali aku buat. Walau rumah ini sudah hancur berkali-kali, dia tetap membangunkannya dengan yang sama seperti dulu.


Tak ada perbedaan sedikitpun, walau hanya bahan yang di bangun untuk rumah ini saja yang berbeda. Tapi bagiku itu tak penting, yang penting adalah keadaan rumah ini yang sama persis seperti pertama kali Hyun Go membangun rumah ini.


Lalu aku segera pergi dari rumah, dan mencari direktur Wang, dan iblis episode 25 itu. Sampai sekarang aku masih belum tahu siapa nama iblis itu, namun aku akan segera mengetahui siapa nama iblis yang lemah itu.


Padahal dia adalah iblis ke dua yaitu terkuat di dunia iblis. Kenapa begitu lemah sekali dia, padahal dulu... dia itu sangat kuat sekali. Aku pun tak kuat melawannya saat itu, walau aku sudah memakan kunang-kunang ungu itu.


Kekuatan ku masih terbilang lemah bagi para iblis, namun kenapa dia melemah. Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya hingga melemah. Apa aku yang bertambah kuat dan seiringnya waktu berjalan?.


Bersambung...