Human Divination

Human Divination
Hyun Go (9)



Rumah yang seperti menara ini adalah rumah yang dia buat menggunakan kekuatannya. Dan setiap harinya dia selalu memandangi kristal-kristal itu. Sambil berharap dia ingin menjadi kristal itu, karena semua orang menyukai kristal.


Tak ada satupun makhluk hidup yang tak menyukai kristal, termasuk iblis sekalipun. Dia ingin sekali dirinya di sukai orang lain, seperti dewa-dewa lainnya yang di sukai oleh banyak dewa lainnya. Naozi selalu termenung di pinggir menara untuk menatap kristal itu setiap harinya.


Lalu karena dia sendirian di gua itu, lama-lama dia mulai merasa bosan. Dia ingin melakukan sesuatu, sesuatu yang dia lakukan adalah membuat Hyun Go. Aku di buat dengan kekuatan sihirnya, lalu setelah aku selesai di buat.


Aku di bawa keluar gua, dan di tinggalkan di suatu tempat. Lalu seseorang memungut ku, dan di bawa pulang. Seseorang itu adalah yang ku sebut dengan ayah, sampai aku tahu kejadian sebenarnya kalau dia bukanlah ayahku.


Aku di rawat oleh dia dari masih bayi, sampai aku beranjak dewasa. Dan memasuki akademi sihir, sehingga aku sudah tak pernah bertemu dengannya lagi. Sampai aku lulus dari akademi, dan di angkat menjadi seorang penyihir.


Tugas seorang penyihir adalah melindungi dunia manusia dari serangan iblis, dan malaikat. Namun karena di zaman ini manusia, dan malaikat sudah bersekutu. Jadi kami tak ada pertumpahan darah lagi, seperti dulu ya kami lakukan.


Lalu saat aku mati di bunuh oleh raja iblis karena suatu pertarungan. Salah satu dari saudara dari Naozi, datang ke gua itu. Tentu saja saudaranya tahu, karena dia adalah kelompok dewa.


Mempunyai kekuatan yang sangat besar untuk merasakan keberadaan seseorang. Naozi terkejut melihat kakaknya yang datang secara tiba-tiba.


"Hai Naozi! sepertinya sudah lama ya kita tak bertemu" kata kakaknya.


"Ah! Ka-kakak!? kenapa kakak datang kemari?" tanya Naozi takut.


"Hei kau tak perlu takut seperti itu, aku tak akan memperlakukan mu seperti mereka" kata kakaknya


"Ta-tapi biasanya kan kakak selalu jahat padaku, sama seperti mereka" kata Naozi.


"Sudahlah yang terpenting sekarang aku sedang tak ingin menyakiti mu Naozi" kata kakaknya.


"Lalu kenapa kakak datang kesini, dan menyembunyikan kekuatan kakak untuk datang kesini?" tanya Naozi masih tidak percaya dengan kata-kata kakaknya.


"Itu karena kakak sebenarnya kabur untuk datang ke bumi. Agar tak ada yang tau keberadaan ku, karena bisa gawat kalau sampai ada yang tahu aku pergi ke bumi.


"Aku ingin tanya kepada mu... kau tidak menciptakan sesuatu kan?" kata kakakku.


Aku terkejut begitu kakak mengatakannya, "Ah... tentu saja aku tak menciptakan sesuatu, aku tak mungkin melanggar peraturan dunia" kata Naozi.


"Baguslah kalau begitu, untungnya kau masih ingat dengan peraturan itu. Tapi jika sampai aku tahu, kau akan ku habisi, baiklah kalau begitu aku pergi dulu" kata kakaknya sambil terbang ke atas menembus tanah, tanpa merusaknya.


Karena tingkatan yang paling tertinggi adalah para dewa, iblis, malaikat, dan manusia. Para dewa di larang untuk menciptakan sesuatu yang hidup oleh yang maha kuasa. Barang siapa yang menciptakan makhluk hidup, dia akan segera memberikan musibah kepada semua dewa.


Kecuali dewa yang telah menciptakan makhluk hidup itu mati di bunuh. Karena jika para dewa menciptakan sesuatu, ciptaannya bisa merusak tatanan dunia. Karena sesuatu yang diciptakan dewa, sangatlah berbahaya bagi semua makhluk.


Termasuk dewa sekalipun, tapi jika tak ada tanda-tanda para dewa terkena musibah. Itu tandanya dewa yang menciptakan makhluk hidup itu di berikan izin atas ciptaannya. Naozi sendiri dia tidak tahu kenapa dia di berikan izin untuk menciptakan makhluk hidup.


"Secara singkatnya, dan jelas itulah cerita tentang diriku" kata Naozi.


Aku terdiam begitu mendengar ceritanya, seperti cerita dongeng, "Wah jadi itu cerita mu... itu sangat keren sekali. Sampai-sampai aku tak bisa membayangkannya" kataku.


"Jadi sampai sekarang, tidak ada satupun dewa yang tahu kalau kau telah menciptakan ku?" tanyaku.


"Ya, yang tahu hanya aku, kau, dan yang maha kuasa" kata Naozi.


"Apakah kamu mempunyai alasan untuk menciptakan ku. Atau kau hanya sedang kesepian, atau semacamnya?" tanyaku.


"Tentu saja aku mempunyai alasan untuk menciptakan mu. Dan juga tentang kesepian itu tak ada salahnya" kata Naozi.


"Suatu saat nanti kau akan tahu yang sebenarnya pada dirimu. Kau itu sangat spesial dari yang lain, Hyun Go" kata Naozi sambil mengedipkan matanya yang indah itu.


"Baiklah jika kau tak mau mengatakannya, karena jika kau sudah berkata seperti itu. Maka itu pasti akan terjadi bukan" kataku.


"Ya tentu saja" kata Naozi.


Yang di maksud Hyun Go dengan "Maka itu pasti akan terjadi" adalah. Karena kata-kata Naozi sebelumnya yang dia katakan, "Suatu saat nanti pasti kau akan tahu" karena itu Hyun Go berbicara seperti itu. Karena dia yakin, pasti suatu saat nanti hari itu akan tiba.


Hari dimana aku tahu tentang diriku yang sebenarnya. Aku sangat menantikan hari itu, dan juga hari dimana seseorang yang dapat membuatku merasakan perasaan itu. Ku harap hari itu datangnya jangan terlalu lama, atau terlambat. Karena aku sangat menantikan hari itu.


Lalu kami mengobrol tak henti-hentinya, karena baru pertama kali ini aku merasakan asiknya mengobrol dengan seseorang. Sampai-sampai aku lupa dengan raja iblis, dan apa yang terjadi dengan Cancer saat itu.


Lalu tiba-tiba saja raja iblis masuk melewati gua yang ku lewati saat kesini. Mungkin dia bisa tahu aku berada disini, karena bisa merasakan bekas-bekas yang ku lewati. Lalu dia mendatangiku dengan cepat, dan hendak menyerangku dengan sihirnya.


Dia adalah termasuk salah satu iblis yang dapat menggunakan sihir. Biasanya para iblis tak mempunyai sihir, mereka mempunyai kekuatan dari mereka sendiri. Kekuatan berbeda dengan sihir, kalau kekuatan ada batasannya, tetapi berbeda dengan sihir, sihir bisa terus berkembang.


Lalu tiba-tiba saja saat raja iblis hampir mengenai ku, Naozi mengeluarkan rantai yang sama waktu itu denganku. Raja iblis di tarik ke belakang oleh rantai yang besar itu, dan di tabrakan ke kristal-kristal itu.


"Akh! siapa kau! berani-beraninya mengganggu urusan ku" kata raja iblis marah.


"Diamlah kau disitu, aku akan melepaskan mu jika kau mau pergi dari sini. Kau mengganggu seseorang yang sedang pacaran saja" kata Naozi.


Aku terkejut saat dia bilang seperti itu, begitu juga raja iblis kebingungan, "Eh apa? pacar? itu tidak mungkin aku tak berpacaran dengannya" kataku dalam hati.


Aku tak berani mengucapkannya, karena siapa tahu nanti dia akan marah padaku.


"Hahaha, dasar wanita bodoh. Kau berpacaran dengan seseorang seperti itu? hahaha" kata raja iblis.


"Enak saja bilang seseorang seperti itu, lalu kau itu keterlaluan sekali. Mengucapkan dia wanita bodoh, oh tidak apa yang akan dia lakukan saat mendengarnya" kataku ketakutan.


"Sudah kubilang tadi bukan, kau ingin tetap berada disini dengan rantai itu. Atau kau ingin pergi, dan akan ku lepaskan rantai itu" kata wanita itu.


"Hahaha seharusnya kau bilang dia hewan peliharaan saja. Karena dia lebih mirip dengan hewan peliharaan, karena di ikat seperti itu" kataku.


Lalu tiba-tiba Naozi menatap dingin kepadaku, saku jadi tidak enak, "hahaha... iya kau benar, dia adalah hewan peliharaan" kata Naozi tertawa terbahak-bahak.


Ah untunglah kukira aku akan mati, karena melihat dari tatapannya yang seperti itu. Itu sangat mengerikan sekali, kenapa dia selalu menatapku seperti itu, itu membuatku takut saja, dan diam tak bergerak.


"Kau pikir aku tak bisa menghancurkan rantai yang mengikatku ini. Lihat saja akan ku hancurkan dengan mudah rantai seperti ini" kata raja iblis dengan rasa percaya tinggi yang penuh.


"Apa? apakah dia benar-benar bisa menghancurkan rantai itu. Lalu kenapa tatapan Naozi seperti itu pada raja iblis, itu seperti seseorang yang gila dengan senyum sendiri" kataku dalam hati.


Lalu raja iblis mengeluarkan benda-benda sihir yang dapat menghancurkan apa saja. Dia mengeluarkan salah satu benda sihir itu, benda sihir yang dia gunakan bukan main-main. Dia langsung menggunakan benda sihir yang di sebut dengan, "kroto".


Hanya namanya saja kroto, tapi sebenarnya itu adalah benda. Benda yang seperti pedang yang agak besar, dan di ujungnya bercabang. Itu adalah benda yang di temukan di dunia iblis oleh raja iblis.


Entah siapa yang membuat pedang itu, dan anehnya kenapa raja iblis menyebutkan pedang itu dengan nama kroto. Padahal kan kroto itu telur semut, sebenarnya apa yang dia pikirkan saat menemukan pedang itu.


Bersambung...