
Semakin aku ke tengah tanah gundul ini, tanahnya semakin curam kebawah. Lalu aku lihat ada sesuatu cahaya, cahaya yang di tutupi oleh akar-akar yang sangat besar. Begitu juga ada celah-celah untuk masuk ke dalam celah akar besar itu. Aku tak pernah melihat akar yang sangat besar ini, eh tunggu... sepertinya aku pernah lihat akar sebesar ini.
Oh ya... aku baru ingat kalau akar besar itu adalah akar milik Rick. Yang waktu itu dia berikan kekuatannya padaku untuk menghancurkan pelindung pada monster itu, dan juga untuk mengalahkan monster itu. Lalu kami masuk ke dalam celah-celah akar besar itu.
Saat di dalam, ternyata sesuatu bercahaya itu cukup dalam. Dan kami terus menelusuri sesuatu bercahaya itu, dan melewati akar-akar besar yang melilit kemana-mana. Lalu saat kami sampai disana, di cahaya itu, ternyata cahaya itu adalah kristal yang bercahaya.
Kristal bercahaya itu berada di dalam akar yang berbeda. Tak lain adalah akar yang transparan, dan di dalam akar itu ada kristal yang bercahaya itu.
"Hmm... ini kristal apa? kenapa kalian membawaku kesini?" tanyaku.
"Mari ikut aku kesana" kata malaikat itu sambil menunjukkan arahnya.
Lalu dia menunjukkan ke arah tunggul pohon yang sangat besar. Ternyata akar-akar ini berasal dari pohon yang sudah terpotong menjadi tunggul pohon. Lalu tiba-tiba saja aku di kejutkan oleh mata yang besar, di tunggul pohon itu, dan dia mulai berbicara padaku.
"Apa benar dia orangnya?" tanya tunggul pohon itu kepada para malaikat.
"Iya pohon abadi" kata para malaikat.
"Jadi benar, ramalan itu akhirnya datang. Kami sudah menunggu sangat lama sekali, menunggu kedatangan ramalan itu. Salam kenal Vin, aku adalah Ent abadi, aku adalah Ent pertama yang hidup disini" kata Ent itu.
"Oh iya, salam kenal namaku Vin, senang berkenalan denganmu. Hmm..." kataku tak tahu namanya.
"Namaku adalah Gordon" kata Gordon.
"Oh... baiklah Gordon ada apa kau memanggilku?" tanyaku.
"Aku mau memberikan benda keramat yang ada di akar ku sana padamu Vin" kata Rick sambil menunjuk menggunakan akarnya.
"Kenapa kau ingin memberikan benda ini padaku? memangnya ini benda untuk apa?" tanyaku sambil berjalan ke arah kristal itu.
"Kristal jiwa ini akan membantumu untuk mewujudkan ramalan itu. Suatu hari nanti saat kau berperang dengan dia (Raja iblis) kau akan membutuhkan ramalan ini. Dan juga Ent yang sama sepertiku" kata Gordon.
"Hah? Ent yang sama sepertimu, berarti seperti Ent lainnya bukan. Ent yang ku temui saat dalam perjalanan ke sini" kataku.
"Bukan, yang kau temui itu adalah Ent biasa. Tapi kami Ent abadi, sangat langka, dan jumlah kami baru 2" kata Gordon.
"Hah? hanya dua Ent yang sama sepertimu? jadi kalian itu sangat langka sekali" kataku.
"Ya hanya ada dua saja Ent abadi, dan kami ini sangat langka sekali" kata Gordon.
"Hmm... tapi kenapa dari tubuhmu hanya tunggul pohon saja. Memangnya apa yang terjadi padamu? apa saat perang dua tahun yang lalu ada iblis yang menyerangmu?" tanyaku kasihan padanya.
"Ya, karena perang dua tahun lalu itulah yang membuatku menjadi seperti ini. Waktu itu ada salah satu iblis yang terkuat di dunia datang menyerangku. Dia tahu walau aku sudah masuk ke dalam tanah ini. Untunglah para malaikat datang menolongku, begitu juga aku ikut membantu menyerang iblis itu" kata Gordon.
"Iya kau benar... bagaimana kau bisa tahu soal ini. Padahal kau itu adalah anak bodoh, akhirnya iblis itu sekarat. Dan melarikan diri entah kemana, tapi aku masih bisa merasakan keberadaannya. Kalau dia masih berada di dalam dunia malaikat" kata Gordon.
"Apa! kalau begitu bisa bahaya kalau dia masih berada disini. Kita harus cepat menemukan iblis itu. Bisa-bisa nanti dia merencanakan sesuatu untuk menyerang balik" kataku tak sabar ingin membunuh iblis itu.
"Ya memang bahaya, dan harus cepat dibunuh. Tapi alasan dia disini bukan untuk merencanakan sesuatu. Karena dia masih lemah, jadi dia belum mempunyai cukup kekuatan untuk kembali ke dunianya. Kau Vin, aku percayakan misi ini untukmu. Semoga kau bisa menemukannya" kata Gordon.
"Hmm... baiklah, aku pasti akan menemukannya. Kalau begitu aku akan pergi, dan mencari. Apa kau tau Gordon, kira-kira dimana dia berada?" tanyaku.
"Dari kekuatannya, aku merasakan dia berada di arah selatan. Pergi lah ke arah selatan, dan cepatlah temukan dia Vin" kata Gordon.
"Baiklah kalau begitu, aku pergi dulu Gordon" kataku langsung berlari keluar.
"Tunggu!" teriak Gordon, dan aku segera kembali.
"Hmm? ada apa Gordon? apa aku melewatkan sesuatu?" tanyaku kaget karena tiba-tiba Gordon teriak.
"Kau lupa membawa benda keramat ini, ambilah kristal itu, dan pergi" kata Gordon.
Dan aku pun langsung mengambil kristal itu, dan pergi mencari iblis itu. Sebelum aku pergi para malaikat juga ingin ikut denganku. Tapi aku menolak, karena aku bilang kalau ini sangat berbahaya. Jadi aku pergi sendiri ke arah selatan sana.
Aku terbang ke arah selatan sana, semakin lama aku merasakan keberadaan iblis itu. Aku lihat dari atas sini, di tempat yang ku lewati tidak ada satu malaikat pun yang tinggal disini. Semuanya hanya hutan, tak ada kota sedikitpun, hutan disini seperti hutan Amazon.
Tapi karena ini di dunia malaikat hutan ini melebihi indahnya hutan Amazon. Banyak air terjun dimana-mana, dan sungai yang mengalir deras. Dan juga tentunya pohon-pohon yang menjulang tinggi, lalu batu-batu besar yang tak beraturan tempatnya.
Akhirnya semakin lama kekuatan iblis itu semakin terasa olehku. Aku sudah dekat dengan keberadaan iblis itu, dan juga aku merasakan kekuatan yang luar biasa. Tapi saat aku lagi terbang, Tiba-tiba saja Hyun Go memanggilku.
Dan alhasil akhirnya aku jatuh, karena sedang tak sadarkan diri. Karena aku di panggil Hyun Go, aku jatuh di semak belukar.
"Woi! apa-apaan kau tiba-tiba hah! kau ingin aku mati karena terjatuh" kataku dengan kesal.
"Tenang saja kok, kau tak akan mati. Kau jatuh di semak belukar saja, jadi tenanglah" kata Hyun Go.
"Kalau saja aku jatuh di tempat yang berbahaya. Akan bunuh diri nanti, agar ramalan itu tak terwujud. Lalu ada apa kau memanggilku" kataku masih kesal.
"Vin... apa kau bodoh hah? apa kau serius ingin mengalahkan iblis itu" kata Hyun Go.
"Ya aku serius, memangnya kenapa? kan asal aku ada kau, aku bisa mengalahkan dia. Lagi pula dia sekarang kan masih dalam keadaan lemah" kataku dengan santai.
"Hei kau kira sudah berapa tahun perang ini terjadi hah?" kata Hyun Go.
Aku baru ingat, kalau perang ini sudah berlalu lebih dari 2 tahun. Tidak mungkin juga iblis sekuat dia masih dalam keadaan lemah padahal sudah 2 tahun berlalu. Aku tak kepikiran hal itu, tapi apakah aku masih harus melawannya. Tapi kenapa Gordon bilang kalau dia masih dalam keadaan lemah.