
Hmm pantas saja Hyun Go bisa menjadi sangat kuat sekali. Ternyata dia mencuri barang dari dunia lain untuk menjadikan dirinya yang paling kuat. Itu sungguh perbuatan yang licik, tapi jika Hyun Go tak memakan serangga itu. Apa yang akan terjadi pada para manusia nantinya.
"Dan dia memakan 99 kunang-kunang ungu saat itu" kata Gordon.
"Hah 99, apa dia membiarkan 1 kunang-kunang ungu untuk hidup" kataku.
"Bukan... untunglah saat itu kunang-kunang ungu ini berada di kawanannya saat itu. Jadi dia selamat karena tak di temukan oleh Hyun Go" kata Gordon.
"Fiuh syukurlah, jadi dia sangat beruntung sekali ya" kataku.
"Iya dia sangat beruntung saat itu. Tapi ada rumor yang mengatakan kalau seseorang memakan 100 kunang-kunang ungu. Akan menjadi abadi untuk selamanya, dan tak akan ada yang bisa melebihi kekuatannya" kata Gordon.
Jadi sudah tak ada peluang lagi untuk menjadi abadi ya. Karena yang ku miliki hanya satu saja, dasar Hyun Go serakah. Untungnya Hyun Go tak memakan yang ke seratus nya saat itu. Kalau tidak dia sangat beruntung sekali, dan pasti aku bisa bertemu dengannya di zaman ini.
Lalu esok hari tiba, dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh Gordon. Aku hanya masih berdiam diri saja disini, aku masih berada di depan Gordon saat aku terbangun. Lalu ada kunang-kunang ungu yang lewat di mataku.
"Ikuti kunang-kunang itu jika kamu ingin pulang" kata Gordon.
Lalu aku mengangguk, dan mengikuti kunang-kunang ungu itu di perjalanan pulang. Akhirnya tak lama kemudian aku melihat cahaya matahari masuk. Yang menandakan kalau itu adalah jalan keluarnya, dan aku pergi menuju cahaya matahari itu.
Akhirnya aku berhasil keluar, dari akar-akar besar ini dengan selamat. Lalu kunang-kunang ungu itu hinggap di pundak ku, sepertinya dia juga tahu kalau aku ingin membawanya pulang ke duniaku.
Lalu aku pergi masuk ke portal, dan sudah berada kembali lagi di duniaku. Aku langsung berlari ke rumahku untuk menemui Zack, ku lihat lampu menyala di rumahku. Itu tandanya Zack masih belum tidur, atau menungguku. Lalu aku masuk ke rumahku, dan di sambut olehnya dengan senang hati.
"Akhirnya kau pulang juga Vin, aku sudah lama menunggumu" kata Zack.
"Haha, iya maafkan aku sudah membuatmu menunggu. Oh ya bau harum apa ini?" tanyaku, mengikuti arah baunya.
Ternyata arahnya dari dapur, setelah kulihat ternyata itu adalah masakan yang di buat oleh Zack untukku. Tapi bagaimana dia tahu kalau aku pulang hari ini. Apa sebenarnya dia berbohong padaku tentang tak memiliki kekuatannya.
Tapi sebenarnya itu fakta sih kalau seorang malaikat bisa kehilangan kekuatannya karena tingginya di dunia manusia lebih dari 1 bulan.
"Hei Zack ada yang ingin ku tanyakan padamu. Bagaimana kau bisa tahu kalau aku pulang hari ini. Apa kau sebenarnya berbohong padaku soal kehilangan kekuatanmu" tanyaku mencurigai Zack.
"Hei tenang dulu, aku tahu kau pulang kau hari ini. Itu karena aku bertanya kepada Rick" kata Zack.
Aku terdiam, dan malu karena asal menuduh Zack yang tidak-tidak. Lalu aku meminta maaf padanya, dan memulai untuk makan bersama, dan juga sembari mengobrol. Dan juga aku menceritakan tentang misi yang ku dari awal hingga akhir, kecuali tentang iblis itu.
"Oh ya Vin, apa kau masih menyimpan kalung yang waktu itu aku berikan pada episode 12?" kata Zack.
"Hmm iya aku masih menyimpan kalung itu. Sudah lama aku tak menggunakannya, karena aku takut kalung itu hilang. Dan kurasa aku juga lupa membentuk kalung itu" kataku.
"Oh ya, kalau begitu bisakah kau bawakan kalung itu kesini" kata Zack.
"Hmm baiklah kalau begitu tunggu sebentar" kataku beranjak pergi.
Tak lama kemudian aku kembali ke meja makan," ini dia kalungnya" kataku sambil memperlihatkan kalungnya.
"Kalau begitu kau taruh di meja, dan kau juga taruh kristal yang diberikan oleh Gordon di meja juga" kata Zack,.
"Kau hancur kalung ini, dan ambil kristalnya Vin" kata Zack.
"Hmm baiklah" aku terus menurutinya tanpa pertanyaan, dan ku hancurkan kalung itu, lalu ku ambil kristalnya.
Kedua kristal itu berbentuk persegi, hanya saja warnanya yang berbeda. Yang ku dapatkan dari kristal pertama berwarna merah, lalu yang baru saja ku dapatkan berwarna hijau.
"Sebenarnya ini kristal apa? aku tak merasakan apapun saat memegang kristal ini" tanyaku.
"Aku juga tidak tahu tentang kristal ini, tapi kata leluhurku kristal ini ada 4 jumlahnya. Sebenarnya kristal ini dari satu kristal yang sama, dan warna yang sama. Namun karena banyak kerusakan di dunia, maka kristal ini tak kuat menanggung itu semua.
Alhasil, kristal ini pecah, terbagi menjadi 4. Dan juga terbagi menjadi 4 warna yang berbeda" kata Zack.
"Wah, aku tak menyangka sama sekali kalau ini adalah bagian dari 1 kristal. Memangnya warna sebelum kristal ini terbagi menjadi 4, warna apa?" tanyaku.
"Bukan begitu yang ku maksud, setiap di selang waktu dia terus berganti-ganti warna. Sesuai warna pecahan yang kau dapat ini" kata Zack.
"Hmm, kalau begitu warna kristal yang lainnya. Warna apa saja?" tanyaku penasaran.
"Kau sudah mendapatkan kristal berwarna, hijau, dan merah bukan. Kalau begitu, dua kristal lainnya berwarna biru, dan putih" kata Zack.
"Jika kristal ini di satukan kembali, memangnya apa yang akan terjadi?" tanyaku.
"Hei aku kan sudah bilang kalau aku tak tahu. Tapi lebih baik kau simpan kristal-kristal ini, jangan sampai kristal ini sampai di tangan yang salah" kata Zack.
"Hmm baiklah aku akan menjaga kristal-kristal ini. Akan ku masuki kantong kulit yang ku ikat dengan tali" kataku sambil menunjukkannya kepada Zack.
"Wah ini kan kantong yang orang pakai pada zaman dulu. Yang biasa kalau di simpan untuk menaruh emas, atau semacamnya" kata Zack.
"Hah!? bagaimana kau bisa tahu tentang itu, itu kan kehidupan tentang manusia" kataku.
"Sepertinya kau belum tahu ya tentang perbedaan zaman dunia malaikat, dan manusia jika di hitung. Perbedaan tahun antara dunia malaikat, dan dunia manusia adalah sekitar 10 abad lamanya.
Oleh karena itu dulu sekali, kami (malaikat) memakai kantong ini. Dan saat itu mungkin manusia, masih menjadi manusia purba" kata Zack.
"Hei apa-apaan kau bilang kalau kami manusia purba hah. Hmm tapi benar juga apa yang kau katakan, pantas saja dunia malaikat berkembang begitu cepat teknologinya dari dunia manusia" kataku.
"Tentu saja, karena kami mempunyai otak yang jenius setiap kami lahir" kata Zack.
"Hmm baiklah, kita sudahi saja kesombongan ini" kataku.
Lalu kami tidur setelah ngobrol, dan makan tadi. Namun aku terbangun karena mendengar suara bising dari dalam rumahku. Lalu aku keluar dari kamarku, dan ku lihat geng berjubah itu datang, dan sedang memegang kantong yang berisi kristal itu.
Jumlah mereka hanya satu, dan dari pakaiannya sepertinya dia adalah anggotanya. Pasti akan lebih mudah melawan anggotanya, dia segera kabur, dan sedang membuka portal. Aku segera mengejarnya, dan menariknya saat dia sudah masuk setengah tubuhnya ke portal.
Bersambung...