Human Divination

Human Divination
Dua Tahun Berlalu



Dan semoga saja aku bisa melihat Zack kembali. Karena aku sangat khawatir takut dia kenapa-napa. Perang besar ini sudah berakhir, dan mungkin untuk beberapa saat para iblis tak akan menggangu kehidupan kami lagi, manusia, dan malaikat. Sudah 2 tahun berlalu, belum ada tanda-tanda kedatangan iblis, baguslah jika iblis tak menyerang lagi.


Dunia manusia sudah sangat berubah semenjak perang ini. Semua manusia yang dilahirkan wajib mempelajari sihir setiap harinya. Pelajaran sihir dimulai dari jam 3 sore, sedangkan untuk paginya seperti biasa. Yaitu belajar materi-materi seperti dulu, dan menciptakan teknologi-teknologi yang canggih


Untuk membantu peperangan nanti, jika terjadi perang lagi antar manusia, dan iblis. Kami sudah mempersiapkan segalanya, teknologi, dan kekuatan sihir kami yang semakin meningkat. Lagi-lagi belum ada tanda-tanda kedatangan para iblis ke dunia kami, apa mereka menyerah begitu saja.


Atau mereka merencanakan rencana yang matang untuk 2 tahun ini. Tapi syukurlah jika seperti ini, jumlah manusia bisa meningkat lagi walau tak sebanyak jumlah manusia dulu. Dan juga untuk malaikat, jumlah mereka yang tadinya lebih banyak dari manusia.


Mereka menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan manusia setelah peperangan itu. Dan Rick pun semakin membesar, dan daunnya sangat lebat, begitu juga dengan daunnya semakin bersinar. Kecuali setengah dari tubuhnya, tak kunjung kembali seperti dulu.


Aku masih merasa bersalah kepada Rick saat itu. Karena sudah mengorbankan nyawanya hanya untukku, hampir setiap malam aku selalu mengatakan maaf kepada Rick. Termasuk sampai sekarang juga aku masih mengatakan maaf ya ke 500 kalinya.


"Hei Rick, apa yang akan terjadi seminggu ke depan nanti?" tanyaku.


"Hari-hari masih seperti biasa. Belum ada serangan iblis lagi" kata Rick.


"Baguslah kalau begitu, aku bisa sering-sering berlatih jika seperti ini. Aku akan terus menjadi kuat, dan melampaui penyihir yang terkuat yang pernah ada" kataku.


"Hmm... semoga saja vin" gumam Rick.


"Hah? apa kau mengatakan sesuatu padaku Rick?" tanyaku.


"Ah... hmm tidak kok, aku tak mengatakan apapun. Cepatlah berlatih Vin, agar kau menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kau sudah berjanji pada dirimu bukan, kalau kau akan mengalahkan iblis yang waktu itu mengalahkan mu" kata Rick.


"Ya kau benar, aku juga harus berlatih, dan terus berlatih" kataku penuh dengan semangat yang membara.


Sudah dua tahun ini juga aku belum menemukan Zack sama sekali. Kabarnya pun tak ada, bagaimana aku menemukan dia. Apa dia sudah tak ada saat perang itu, apa mungkin saja dia terbunuh. Ya kurasa itu benar, Zack sudah tak ada, dia sudah mati.


Karena tak ada seorangpun yang merasakan keberadaan Zack, baik di dunia malaikat, ataupun dunia manusia. Aku ingin sekali bertemu dengannya lagi, jika akan di berikan bertemu dengannya lagi. Walau dalam bentuk ruh, atau hidup pun, aku hanya ingin mengatakan "Terima kasih sudah mengisi hidupku, walau hanya sebentar. Kau sangat berarti bagiku" hanya itu saja yang ingin ku katakan pada Zack.


Karena dia sudah menjagaku, dan menemani hidupku dari kehampaan. Dia sudah seperti keluargaku sendiri, keberadaannya yang menyenangkan, dan menghangatkan hati itu sudah tak ada lagi. Tapi semenjak saat perang itu Setyo tinggal di rumahku. Dia juga sangat menyenangkan sama seperti Zack, dan juga menghangatkan hati.


"Hei Vin... apa kau masih memikirkan dia?" tanya Setyo padaku yang sedang memandangi langit.


"Ya... aku masih memikirkannya, dia sudah seperti keluargaku juga" kataku.


"Tak baik jika kau terus memikirkan seseorang yang telah mati terlalu lama. Jangan membuat dia memikirkan mu juga Vin, biarkan dia tenang disana" kata Setyo.


"Kau benar Setyo tapi... kurasa aku tak bisa. Aku sudah mencobanya sampai sekarang tapi tetap saja aku masih memikirkannya. Karena aku masih berharap kalau dia masih ada" kataku.


"Hah... baiklah kalau begitu, gimana kalau kita pergi ke taman. Biasanya disana ada orang yang berjualan es krim, es krim yang dia jual sangat enak loh" kata Setyo membujukku.


Lalu kami pergi ke taman yang letaknya agak jauh dari rumahku. Tempat tinggal ku menjadi sangat berbeda dengan yang dulu, dulu tempat tinggal ku banyak sekali pepohonan yang tinggi. Terlihat seperti sedang berada di hutan, walau masih banyak penghuninya.


Keadaan sekarang di sekitar tempat tinggal ku jauh lebih modern dari yang dulu. Orang-orang juga yang tak mengerti teknologi di ajarkan teknologi agar mereka mengerti. Pepohonan juga sekarang sudah agak banyak menyebar merata di setiap daerah. Walau pepohonan ini masih sangat muda, belum tinggi seperti dulu.


Lalu aku, dan Setyo sampai di taman, di taman banyak sekali orang-orang. Banyak orang yang datang kesini karena tempatnya indah, untuk foto-foto. Lalu kami duduk di kursi taman dekat pohon besar.


"Hei Setyo dimana penjual es krim yang kau katakan itu? kenapa aku tak melihatnya?" kataku.


"Ah iya aneh juga ya... biasanya dia sudah datang pada jam segini. Sepertinya dia datang agak telat, kita tunggu saja disini sambil mengobrol" kata Setyo.


"Hmm baiklah, apa kau ingin aku menceritakan sesuatu saat pertama kali aku bertemu dengan Zack?" tanyaku.


"Ya aku tak keberatan jika kau ingin menceritakannya" kata Setyo.


"Baiklah... apa kau masih ingat yang saat itu kita saat pulang sekolah biasanya kita selalu bersantai di taman sambil memandangi langit" kataku.


"Ya aku masih ingat itu, itu adalah hal yang sudah lama tak kita lakukan lagi. Semenjak kau sudah menjadi penyihir" kata Setyo.


"Kau benar sudah 2 tahun lebih berlalu kita tak pernah pergi ke taman itu lagi. Tapi semenjak perang itu taman itu hancur, dan sekarang di ganti dengan perumahan" kataku.


"Iya padahal aku masih sangat menginginkan untuk pergi ke taman itu lagi bersama denganmu. Tapi sepertinya taman di sini tak jauh beda dengan taman! yang biasa kita datangi 2 tahun lalu ya?" kata Setyo.


"Karena taman ini yang mendesain adalah aku, untuk mengingat masa saat aku masih menjadi manusia biasa" kataku.


"Haha iya juga, saat itu kau masih menjadi manusia biasa. Sedangkan aku sudah dari dulu menjadi penyihir. Oh ya katanya kau ingin menceritakan saat pertama kali kau bertemu dengan Zack" kata Setyo.


"Haha iya aku lupa. Karena itu aku menceritakan saat kita terakhir kali pergi ke taman saat itu. Waktu itu saat kau di telepon oleh ibumu untuk pulang. Aku juga pulang setelah kau pulang, dan aku melewati jalan yang berbeda saat itu. Dan aku melihat ada benda jatuh dari langit, dan aku mengejarnya. Aku melihat ada malaikat yang terluka parah, dan dia adalah Zack" kataku.


"Jadi saat terakhir kali kita pergi ke taman itu ya kau bertemu dengan Zack. Lalu selanjutnya bagaimana?" Kata Setyo yang ingin mendengar ceritaku lebih lanjut.


"Lalu dia membawaku pergi jauh dari tempat dia jatuh. Dia membawaku ke bukit, dan kami mengobrol disana. Lalu saat aku ingin pulang karena takut kakek khawatir denganku. Dia mengantarkan aku pulang ke rumah, lalu saat sampai di rumah. Dia menghilangkan ingatanku dengannya. Dan saat itu dia menyamar menjadi om Arya" kataku.


"Wah hebat sekali, penyamarannya berhasil dong" kata Setyo.


"Ya memang penyamarannya berhasil, aku sama sekali tak menduganya sama sekali" kataku.


Lalu saat kami sedang asik mengobrol tentang dirinya masing-masing. Penjual es krim itu datang, dan menaruh dagangannya di samping pohon besar yang ada di dekat bangku yang kami duduki. Lalu kami membeli es krim itu, dan saat aku ingin membelinya, sepertinya penjual es krim ini tak asing bagiku.


Bersambung...