
Peringatan : karakter, tokoh dan cerita ini hanya imajinasi penulis, jadi cerita ini hanya imajinasi penulis saja.
Lagi-lagi aku terpental dengan serangannya, dan kini pentalannya lebih jauh, hingga aku menabrak suatu tebing sampai jebol. Tubuhku tak kuat lagi untuk berdiri, rasanya semua tulang ku dibuat patah olehnya. Lalu dalam sekejap mata dia berada di depanku, aku tak tahu aku harus bagaimana.
Mataku buram, aku tak bisa melihat dengan jelas, dan kepalaku juga sakit sekali. Rasanya aku seperti mau mati, aku ngos-ngosan, sambil keluar darah dari mulutku. Lalu makhluk itu membawaku, aku tak tahu dia mau membawaku kemana. Tapi saat aku dibawa, aku melihat cahaya terang yang menghampiriku, dan aku berpikir apakah aku sudah mati.
Lalu cahaya terang itu semakin dekat, dan semakin jelas, dia adalah jiwaku. Lalu jiwaku masuk ke tubuhku, dan secara tiba-tiba tubuhku pulih, dan aku merasakan kekuatan yang luar biasa dalam tubuhku. Wujudku juga berubah, aku memakai baju zirah yang begitu keren, dan memakai topeng yang bertanduk.
Sayap-sayap ku pun, pulih kembali, dan rasanya sayap ini lebih kuat, dan lebih besar dari yang sebelumnya. Lalu aku terbang ke atas, dan melepaskan diri dari pegangan makhluk itu. Tapi saat aku berubah, makhluk itu terlihat takut padaku, dan dia segera lari, sambil bergumam.
"Ba, bagaimana mungkin ini, tidak mungkin itu dia, ini tidak mungkin, aku harus bisa lolos dari dia, ini sangat berbahaya" gumam makhluk itu, sambil melarikan diri.
Tapi berkat perubahan ku, semua Indra ku meningkat lebih tajam, termasuk pendengaran ku. Tadi aku sempat mendengar gumaman dari makhluk itu, lalu aku mengejar dia, tak ku sangka aku bergerak cepat sekali. Sampai-sampai aku menabrak dia dengan tanganku sampai jebol, dan dia mati.
Lalu saat dia mati, keluar dari tubuhnya seseorang yang tadi ku selamatkan. Dan makhluk itu menghilang menjadi debu, dan tertiup hembusan angin, lalu aku kembali lagi seperti semula.
"Terima kasih, sudah menyelamatkanku, wahai manusia setengah malaikat" kata orang itu.
"Hah? ba, bagaimana kau bisa tahu kalau aku setengah malaikat, dan setengah manusia?" tanyaku.
"Aku tahu semuanya tentang dirimu wahai anak muda, termasuk tentang anak ramalan itu" kata orang itu.
"Hah, ba, bagaimana mungkin, si, siapa kamu sebenarnya?" kataku.
"Kau tak perlu tahu siapa aku, siapa namaku, tapi selamat berkat hatimu yang baik, dan bijak, kau mendapatkan hadiah ini" kata orang itu, sambil memberikan sebuah batu.
"Hah, ini... ini yang dimaksud batu jiwa itu bukan?" tanyaku sambil mengambil batu itu.
"Yah, kau benar inilah yang kau cari bukan, karena itu kau masuk ke hutan ini, dan sekarang kau bisa keluar dari hutan ini, pekerjaanku sudah selesai disini, saatnya aku pulang" kata orang itu.
"He, hei, tunggu aku masih banyak pertanyaan untukmu, ah dia sudah pergi" kataku.
Orang itu menghilang dari hadapanku, dan seketika tanah yang ku injak bercahaya. Sepertinya tanah itu menunjukkan jalan keluar dari hutan ini, aku mengikuti jalan itu sampai keluar hutan. Dan aku bertemu dengan paman Yuzel lagi.
"Kau berhasil ternyata ya, kau hebat juga", pantas kau mendapatkan julukan anak ramalan" kata paman Yuzel.
"Iya paman Yuzel aku berhasil, terima kasih ini berkat paman, kalau begitu pembelajaran kita sudah selesai ya?" kataku.
"Ya, pembelajaran kita sudah selesai, sudah tak ada lagi yang harus ku ajari kepadamu lagi, kau sudah boleh pulang dari sini" kata paman Yuzel.
"Hmm, aku pulangnya nanti saja paman, aku masih mau tinggal disini, karena menurutku disini adalah tempat terbaik yang pernah ada" kataku.
"Hahaha, kau bisa saja, tapi baiklah jika itu mau mu, kau akan tinggal dimana, apakah kamu ingin tinggal sementara dengan Zack?" kata paman Yuzel.
"Ya paman Yuzel, paman hebat bisa tahu apa yang kupikirkan" kataku.
"Haha, itu biasa saja kok, lagi pula malaikat yang akrab denganmu, kan hanya zack saja bukan?" kata paman Yuzel.
"Iya sih, kau benar paman, yasudah kalau begitu aku pergi dulu ya, sampai jumpa lagi paman" kataku, sambil terbang dengan kencang.
Lalu aku pergi ke tempat tinggal Zack, di dunia malaikat, rumah mereka sangat unik, dan berbeda-beda. Rumah Zack begitu besar dan tampak megah, sampai aku terkagum, dan ada penjaga di gerbang rumahnya.
"Hallo, bolehkah saya masuk" tanyaku kepada para penjaga.
"Hmm, oh kau temannya tuan muda Zack ya, silahkan kau boleh masuk kapan saja" kata salah satu penjaga.
"Hah, iya, baik aku masuk" kataku, canggung.
Penjaga itu bersikap baik kepadaku, dan mempersilakan aku masuk begitu saja. Mungkin aku sangat terkenal di dunia malaikat karena waktu itu aku pernah membantu menghilangkan api yang susah sekali dihilangkan. Dan lalu aku bertemu dengan Zack di taman rumahnya, tanaman begitu bercahaya.
"Oh hai vin, sudah selesai belajarnya, sini jangan malu-malu, anggap saja ini rumahmu sendiri" kata Zack.
"Oh, hmm baiklah" kataku.
"Haha, bagaimana dengan pembelajarannya, apakah menarik?" kata Zack.
"Ya begitulah, banyak rintangan yang harus ku hadapi, tapi akhirnya berhasil juga" kataku.
"Oh benarkah? kalau begitu ayo kita masuk ke rumahku, dan menceritakan pelajaran mu yang tadi kau pelajari, sambil kita makan, jangan sungkan-sungkan ya" kata Zack.
"Eh, iya, baiklah" kataku.
Lalu akhirnya aku pun masuk, aku terkejut melihat ruangannya yang begitu indah. Ruangannya yang terbuat dari emas, dan permata, lalu di sambut oleh para pelayan yang begitu banyak. Dan aku pun duduk di meja makan yang mejanya panjang sekali, lalu disiapkan beberapa hidangan yang mengunggah selera.
Bau makanannya begitu harum, lalu tanpa sadar aku langsung mengambil makanan yang banyak dan ku habiskan. Sampai menghilangkan rasa malu yang tadi kurasakan.
"Eh, maaf Zack aku sudah tidak sopan di meja makan, aku begitu lupa dengan rasa malu gara-gara melihat makanan ini" kataku, sambil menundukkan kepalaku.
"Hahaha, tidak apa kok, malah itu bagus untukku kalau kau seperti itu, kan tadi sebelumnya aku sudah bilang kalau kau tak perlu sungkan, dan anggap saja ini rumahmu, jadi jangan sungkan lagi ya?" kata Zack.
"Ah, iya Zack" kataku.
"Oh ya nanti kalau kamu sudah ingin pulang, jangan lupa datang kesini lagi ya, aku menunggu kehadiranmu nanti" kata Zack.
"Iya, aku pasti akan datang kesini lagi kok, tenang saja om arya, hihi" candaku.
"Hahaha, kau masih ingat saja dengan nama itu, bahkan aku saja sudah lupa dengan nama itu, hahaha" kata Zack.
"Oh ya Zack, perasaan dari tadi hanya ada kita berdua saja, dimana keluargamu, aku ingin bertemu dengan mereka" kataku.
Setelah aku berkata seperti itu, Zack terlihat sedih, dan tak berkata apa-apa. Apa mungkin aku salah berkata-kata, aku sepertinya tak sengaja membuat dia sedih dengan masa lalu yang menyakitkan.
Bersambung...
Hallo semuanya, author minta dukungannya dari kalian semua, tolong bantu novel ku ya, agar maju, dengan cara share ke teman kalian dan like, mohon bantuannya, terima kasih.