Human Divination

Human Divination
Direktur Wang



Aku juga harus bangkit, tak boleh kehilangan kesadaran ku. Aku sudah berusaha dengan keras agar aku tak kehilangan kesadaran ku, dan akhirnya aku kehilangan kesadaran ku. Semoga saja saat aku kehilangan kesadaran ku, ada seseorang yang membantuku, atau dia tak melukai ku saat aku tak sadar.


Lalu aku muncul di sebuah mimpi, tapi mimpi kali ini aku tak bertemu dengan Hyun Go. Ku kira saat aku kehilangan kesadaran ku, Hyun Go akan memanggil ku, dan memberikan kekuatannya padaku.


Namun apa ini yang kulihat, ternyata yang kulihat adalah bertemu dengan direktur Wang. Ya dia adalah direktur baru yang meneruskan perusahaan milik pak direktur Sunghon.


Padahal perusahaan itu di urus oleh keturunan keluarga Hon. Tapi karena pak direktur Sunghon tak bisa memiliki keturunan, jadi dia mewasiatkan. Kalau saat dia mati perusahaannya akan di pegang oleh temannya.


Walau berbeda jauh dengan umurnya, tapi mereka adalah sahabat yang akrab.


Lalu di mimpiku, direktur Wang datang menghampiriku. Aku melihat wajahnya yang seperti penuh harapan padaku, dan mengalir air mata sampai air mata itu jatuh ke bawah.


Saat air mata itu jatuh ke bawah, tiba-tiba saja tempat yang ku pijak berubah menjadi genangan air.


"Ada apa direktur Wang? apa ada yang ingin anda sampaikan padaku?" tanyaku kebingungan melihat wajahnya yang penuh harapan itu.


Lalu dia membuka bajunya, dan aku terkejut begitu melihat dadanya. Di tengah dadanya ada sebuah kristal berwarna hitam, dan keluar aura hitam yang melekat dari kristal itu.


"Vin, aku mohon padamu... selamatkan aku" kata direktur Wang.


"Hah? apa yang ada di dada mu itu? dan selamatkan kamu bagaimana maksudnya?" tanyaku kebingungan.


"Ini adalah kristal kejahatan yang memengaruhi hatiku, dan jiwaku untuk menjadi kepribadian yang jahat. Olehnya karena itu aku mohon padamu Vin.


Untuk menghancurkan kristal yang ada di dadaku ini. Sebelum semuanya terlambat" kata direktur Wang yang terus mengalirkan air matanya.


"A-apa? lalu jika aku berhasil menghancurkan kristal ini darimu. Apa yang akan terjadi padamu?" tanyaku.


"Mungkin aku akan mati, tapi ini demi kebaikan dunia manusia Vin. Harus ada seseorang yang dikorbankan bukan? untuk mewujudkan ramalan itu" kata direktur Wang.


"Ta-tapi... hmm baiklah aku akan menghancurkan kristal itu darimu. Tapi ngomong-ngomong kau sedang berada dimana?" tanyaku.


"Saat ini kau sedang berhadapan denganku" kata direktur Wang.


"A-apa!?... jadi kau adalah pemimpin berjubah itu?" kataku.


"Iya itu aku, ukh..." kata direktur Wang Yihan tiba-tiba kesakitan, dan terjatuh.


"Eh!? apa yang terjadi padamu direktur Wang?" tanyaku terkejut.


"A-aku sudah tak bisa mengendalikan diriku lagi. Sebentar lagi kekuatan jahat itu akan mengendalikan ku lagi" kata direktur Wang terus kesakitan.


"Jadi sekarang kau sedang mengendalikan dirimu?" tanyaku.


"Ya... ukh... aku sedang mengendalikan diriku. Dan untuk saat ini di dunia kita, aku sedang pingsan, karena aku sedang berada di dunia mimpi ini. Jadi setelah..." tiba-tiba saja direktur Wang menghilang menjadi debu yang tertiup angin.


"Direktur... Wang" gumamku terbengong.


Lalu tiba-tiba saja dunia mimpi yang kulihat yang tadinya air yang menggenang. Kini menjadi hutan bambu, ini adalah dunia mimpi milik Hyun Go. Akhirnya Hyun Go datang memanggilku, dan juga aku akan di pinjamkan kekuatan miliknya.


"Akhirnya yang kutunggu tunggu datang juga. Kalau begitu cepat..." tiba-tiba saja ucapan ku di potong oleh Hyun Go.


"Tidak... aku tak akan memberikan kekuatan mu untuk saat ini. Kau harus menggunakan kekuatan yang kau miliki sendiri Vin" kata Hyun Go.


"Eh apa!? lalu bagaimana cara aku melawan direktur Wang itu?" tanyaku.


"Seperti yang sudah ku katakan padamu. Gunakanlah kekuatan mu, untuk saat ini saja, dan percayalah padaku. Kalau kau pasti bisa melewati ini semua" kata Hyun Go.


"Tapi aku tak yakin bisa menang darinya. Jadi cepatlah kau berikan kekuatanmu padaku, dan cepat sadarkan aku kembali. Nanti bisa-bisa aku di bunuh olehnya" kataku panik.


"Tenang saja Vin, aku sudah mengatur waktu di dunia nyata. Dengan rasio yang berbanding 1 : 100, jadi tidak apa-apa jika kita berbicara lama di dunia mimpi ini. Atau lebih enaknya bagiku di sebut dengan dunia ilusi" kata Hyun Go terus mengoceh.


"Oke baiklah kalau begitu... jadi nasihat apa lagi yang ingin kau sampaikan padaku" kataku dengan wajah tak suka.


"Pertama-tama ubah wajahmu, jangan kau tatap aku dengan wajah menjijikkan seperti itu. Untuk pertarungan ini, kau bisa menggunakan kekuatan petir yang kau miliki Vin.


Dan juga ngomong-ngomong kau sudah tak pernah memakai kekuatan yang ada di buku itu ya" kata Hyun Go.


Ah iya benar juga kata Hyun Go, aku sudah lama sekali tak menggunakan kekuatan yang ada di buku itu. Tapi kenapa aku tak terpikirkan ya kalau ada kekuatan yang ada di buku itu.Baiklah kalau begitu, aku akan menggunakan kekuatan yang ada di buku itu lagi.


Untung saja Hyun Go telah mengingatkan ku, tapi jika aku masih terus memakai kekuatan yang ada di buku itu. Sebenarnya aku tak perlu kekuatan dari Hyun Go, karena aku sudah memiliki kekuatan yang luar biasa dari buku itu.


"Hei kau jangan memikirkan yang tidak-tidak tentang aku. Bagaimana pun juga kekuatan yang ada di buku itu lebih lemah dari keluarga yang ku punya tahu" kata Hyun Go.


"Oh benarkah? jadi kenapa buku itu sampai di jaga dengan ketat. Dan juga hanya untuk manusia ramalan seperti ku yang bisa menyerapnya" kataku dengan sombong.


"Ah sudahlah dari pada kita berbicara yang tidak jelas seperti ini. Maka aku akan membangunkan mu... selamat bertarung, Vin" kata Hyun Go.


Ah lagi-lagi dia tak mau memberitahu ku, selalu saja mengelak. Saat aku terbangun, tiba-tiba saja pemimpin berjubah itu melesat ke arahku. Ah tidak lebih tepatnya sekarang dia adalah direktur Wang.


Lalu secara refleks aku langsung loncat, dan saat dia tepat berada di bawahku. Aku menggunakan salah satu kekuatan yang ada di buku itu, yaitu kekuatan energi alam.


Aku menyerap semua energi alam yang ada di dunia ini. Lalu ku kumpulan di tanganku yang bersiap menghantam direktur Wang dari atas. Lalu ku hantam direktur Wang dengan pukulan yang sangat kuat.


Aku tak menduga kekuatan buku itu menghasilkan ledakan yang sangat dahsyat. Dan juga pohon-pohon banyak yang tumbang setelah hantaman itu, dan juga tanah yang retak retak.


Aku terbang di atasnya, dan melihat direktur Wang yang tepat berada di bawahku saat ini. Lalu aku lihat topengnya hancur, dan juga pakaiannya robek-robek setelah serangan tadi.


Aura halilintar merah yang dia miliki menghilang sejenak saat hantaman tadi. Dan dia menatap ke atas, dia menatapku dengan tajam, ternyata benar dia adalah direktur Wang. Lalu tiba-tiba aura halilintar itu kembali, dan dia melesat ke atas, dan bersiap menyerangku.


Bersambung...