Human Divination

Human Divination
Hari Ke 6



Lalu aku langsung memeluknya, dan saat aku memeluknya rohnya tak bisa ku pegang sama sekali. Dan akhirnya aku terjatuh karena tak bisa memeluknya, dia terus tersenyum padaku. Melihat wajahnya yang tersenyum itu aku jadi sadar, aku harus merelakan dia pergi.


"Maafkan aku karena tak bisa menyelamatkanmu. Dan juga maafkan aku, karena yang membuat perang ini adalah aku... hiks-hiks. Jika saja aku tak ada, pasti para iblis tak akan menyerang" kataku sambil menyesali semuanya.


"Ini bukan sepenuhnya salahmu kak, percayalah pada dirimu. Dan wujudkan keinginan semua orang... kalau kakak bisa mendamaikan dunia ini. Banyak orang yang sudah menaruh kepercayaannya pada kakak, oleh karena itu. Kakak jangan menyesalinya" kata arwah Akira.


"Lalu... apakah aku tak akan bertemu lagi denganmu?" tanyaku.


"Aku akan selalu ada di jiwamu kak, aku akan hidup di dalam jiwamu seperti dia" kata arwah Akira.


"Hah? apa maksudmu seperti dia?" tanyaku.


"Maaf kak aku tak bisa memberitahumu... karena dia menyuruhku untuk tak mengatakannya" kata arwah Akira.


"Baiklah aku sudah sering diperlakukan seperti ini pada yang lainnya. Terima kasih sudah ada untukku, Akira" kataku.


Lalu arwah Akira tersenyum padaku, dan arwahnya masuk kedalam tubuhku. Setelah tubuhku di masukinnya, aku merasakan kekuatannya. Kekuatanku menjadi bertambah karena ada Akira yang membantuku lewat alam ruh.


Lalu aku melanjutkan mengajar sihir pada murid-muridku. Setelah ku lihat lihat perkembangan untuk penyihir baru sangat pesat. Mereka lebih unggul di zamannya, mungkin suatu saat nanti akan ada penyihir yang melebihi kekuatanku. Hari demi hari aku selalu mengajarkan murid-muridku, semua orang yang dulunya bekerja seperti biasa. Sekarang mereka hanya mempelajari sihir saja setiap harinya.


Dan untuk biaya hidup di tanggung oleh pemerintah. Jadi kurasa hidup sekarang menjadi sangat berbeda dibandingkan dengan yang dulu. Dulu manusia bekerja keras untuk hidup, sekarang mereka hanya mempelajari sihir saja lalu dapat kebutuhan hidupnya. Hari ke 6 sudah tiba, murid-muridku semakin berkurang karena di bunuh oleh para iblis secara diam-diam.


Yang tadinya setiap kelompok diberi orang 250 untuk diajarkan sihir. Sekarang tersisa 147 orang saja karena di bunuh iblis tiao harinya. Jadi aku membuat peraturan baru untuk para penyihir baru untuk selalu bersama dengan kelompoknya. Agar tidak kalah jumlah atau kekuatan dengan para iblis. Dan aku juga ikut menemani kelompokku untuk menjaganya dari serangan para iblis.


Saat malak harinya pelajaran sudah selesai, jadi aku menyuruh kelompokku untuk tinggal di lapangan saja, dan membawa alas untuk tidur. Begitu juga dengan kelompok yang lain sudah tak ada yang tinggal di rumahnya lagi. Karena kebanyakan para penyihir baru mati di bunuh di rumahnya, bisa dilihat dari sisa-sisa api, dan keadaan rumah yang berantakan.


Pada malam harinya aku sedang mengawasi kelompokku, jadi aku menjaga semua muridku. Sementara murid yang lain istirahat untuk pelajaran terakhir besok, karena 2 hari lagi para iblis akan menyerang bumi. Saat aku sedang mengawasi muridku dari serangan iblis, ada 5 iblis yang datang. Dari fisik, dan bentuknya terlihat itu adalah iblis setingkat A-S. Lalu aku langsung membangunkan murid-muridku untuk menyerang, lalu mereka semua langsung sigap.


"Ba-bagaimana ini master? aku belum pernah berperang melawan iblis" tanya salah satu muridku.


Karena pertanyaan dari orang itu, membuat yang lainnya ikutan panik karena tak biasa hidup seperti ini. Lalu aku mencoba menenangkan mereka, "Dengar aku semuanya! iblis adalah musuh terbesar umat manusia! apa kalian mau keluarga yang kalian sayangi mati terbunuh oleh iblis itu! Oleh karena itu ayo kita bekerja sama untuk mengalahkan iblis yang sedang di depan mata kita!" teriakku.


Lalu yang lain bersorak bersemangat karena mendengar perkataanku, "Master benar! Ayo kita kalahkan para iblis itu! hidup master!" kata orang-orang di kelompokku.


Lalu iblis itu terbang, dan bersiap untuk menyerang, aku langsung mengeluarkan sayapku, dan melesat di depannya. Dalam sekejap aku sudah berada di depan iblis itu, karena kekuatan yang ku miliki, "A-apa? ba-bagaimana mungkin kau secepat itu?" tanya iblis itu.


"Apa kau pernah mendengar tentang seorang anak manusia yang di ramalkan yang akan menyelamatkan dunia ini, dan menyatakan seluruh dunia" kataku.


"Baguslah kalau itu adalah kau... karena jika membunuhmu aku akan mendapatkan imbalan yang besar" kata iblis itu.


Lalu iblis itu mengayunkan pedangnya ke arahku dengan cepat. Lalu aku menahannya dengan tanganku, lalu aku keluarkan petir dari tanganku yang memegang pedang itu. Sehingga iblis itu tersambar petir dariku, dan pedangnya hancur lebur seketika.


Lalu iblis itu mengeluarkan lahar dari mulutnya, dan aku langsung membuat lingkaran pemindah dimensi. Sehingga lahar yang dia arahkan kepadaku ku pindahkan ke suatu tempat. Iblis itu kesal, dan marah padaku, "Kalian kenapa malah diam saja! cepat serang manusia yang lainnya itu!" kata iblis itu.


Lalu iblis itu, mengeluarkan lahar, dari bawah tanah. Dan lahar itu berbentuk tangan, dan sedang mencengkramku, "Hahaha! kali ini kau sudah tak bisa berbuat apa-apa pahlawan!" kata iblis itu.


Lalu aku melesat ke arah belakangnya. Lalu ku pukul dia dengan kekuatan petirku hingga terpental, dan tersambar. Iblis itu masih bisa bangun setelah ku serang, dia iblis yang tangguh juga. Lalu aku terbang melesat di depan kepalanya. Lalu ku tendang kepalanya ke atas, hingga dia terpental ke atas. Lalu aku memanggil petir yang sangat besar dari langit, seketika langit menjadi hitam.


Dan awan-awan pada berkumpul di tengah, tepat di bawah iblis itu. Lalu keluar petir yang sangat besar menyambar iblis itu, hingga terdorong kebawah hingga menembus tanah. Dia masih bisa bangkit walau sudah sangat lemah, tangannya yang sedang berusaha untuk keluar dari lubang itu terlihat bergemetar.


"Aku salut padamu... kau terlihat sangat tangguh sekali. Padahal sudah ku serang beberapa kali, kau masih bisa bangkit" kataku.


"Diamlah... ukh... karena aku akan mengalahkanmu secepatnya" kata iblis itu.


"Aku tanya padamu wahai iblis... mengapa kau berusaha sekeras itu demi membunuh manusia?" tanyaku.


"Apa urusannya denganmu? kenapa aku harus menjawab pertanyaanmu?" bantah iblis itu.


"Baiklah aku tak akan memaksamu untuk berbicara" Aku melesat ke arahnya, "Karena aku muak pada iblis sepertimu, maka akan kubunuh kau" kataku.


Aku menusuknya dengan pedang yang kubuat dari kekuatan listrikku. Dan dia mati terjatuh ke dalam lubang itu, lalu ku kendalikan tanah itu untuk menutup lubang itu. Murid-muridku pada terluka parah, mereka semua membutuhkan bantuanku, aku harus segera membantunya.


Bersambung...