
Lalu iblis itu pergi dengan membuka portal, dia adalah iblis yang di maksud pak direktur. Iblis pembuka ruang, aku harus membunuhnya suatu saat nanti. Tapi rasanya, ada yang mengganjal, belum pernah ku lihat iblis yang seperti itu, kenapa dia membiarkan aku hidup?. Apakah dia adalah penghianat?.
Aku tak sanggup untuk berdiri, dan tiba-tiba saja banyak penyihir yang datang kesini. Pak direktur sunghon juga datang kesini, tapi bagaimana bisa bala bantuan datang, padahal aku tak menekannya.
"Hei Vin, apa kau baik-baik saja. Dimana para iblis lainnya, dan tower apa ini?" tanya pak direktur sunghon.
"Ya aku baik-baik saja, hanya saja aku tak sanggup berdiri. Aku tidak tahu mereka merencanakan apa, tapi bagaimana kalian bisa datang kesini. Padahal aku tak menekan benda yang di berikan bapak" kataku.
"Masa kau tak menekannya, jika kau tak menekannya kami tak akan datang. Oh ya bendanya mana?" kata pak direktur.
"Ada di situ.... Eh?!" kataku setelah melihat benda itu tidak ada.
Sekejap aku berpikir, apakah dia yang menekankan benda itu untukku?. Apa benda itu tak di hancurkan, padahal aku melihatnya dia menghancurkannya. Tapi sekarang ada dimana benda itu?.
"Dimana Vin? kok tidak ada?" tanya pak direktur sunghon.
"Hmm... sepertinya benda itu hilang pak" kataku.
"Apa kau tahu cara kerja benda itu, Vin?" tanya pak direktur sunghon.
"Untuk mengetahui lokasi ya kan pak?" kataku.
"Yah memang benar, tapi hanya saat terakhir kau menekan benda itu saja, bukan benda seperti radar" kata pak direktur sunghon.
Lalu aku di bawa pulang oleh para penyihir lainnya. Sementara pak direktur sunghon, bersama pengikutnya meneliti menara iblis dulu, setelah itu dia pulang. Penyihir yang membawaku memintaku untuk menceritakan kisahnya saat melawan iblis itu, lalu ku ceritakan pertarungan ku dengan iblis itu di perjalanan.
Aku dibawa ke perusahaan itu, karena perusahaan itu banyak sekali tempat-tempat. Aku di bawa ke rumah sakit untuk diobati, lalu tiba-tiba Setyo datang menemui ku sambil membawa bingkisan untukku.
"Hai Vin lama tak jumpa" kata Setyo.
"Oh hai Setyo, terima kasih sudah datang untukku" kataku.
"Sama-sama... bagaimana keadaanmu sekarang, pasti sangat sulit untukmu ya? Karena kau selalu menghadapi para iblis itu" kata Setyo.
"Yah begitulah... memang sulit hidup seperti ini. Tapi tenang saja kehidupan ini akan berubah" kataku.
"Aku percaya padamu... wahai anak ramalan" canda Setyo.
"Hahaha, kau bisa saja. Oh ya kau sudah melakukan misi melawan iblis kan?" tanyaku.
"Sudah dong, kemampuanku meningkatkan pesat. Hampir secepat kau Vin... dan aku di jadikan tangan kananmu loh" kata Setyo.
"Hah? yang benar saja... kalau begitu kau sudah setingkat S?" kataku.
"Iya tentu saja... lihat kartu nama ini" kata Setyo sambil memberikan kartu namanya.
"Wah iya, kau benar. Tapi bagaimana bisa kau secepat itu, lalu bagaimana dengan yang lain?" kataku.
"Hah? karena aku? memangnya aku kenapa" kataku.
"Karena melihatmu bisa lebih kuat dariku, aku jadi ingin menjadi seperti kau. Karena kau penyihir terkuat ketiga" kata Setyo.
"Hmm? memangnya penyihir terkuat ke 2, dan pertama siapa?" tanyaku.
"Apa! kau selama bekerja disini tak tahu? yang benar saja, hampir tiap hari kau bertemu dengannya. Yang pertama itu ada pak direktur sunghon. Lalu yang kedua dia sedang pergi jauh dari sini karena ada misi" kata Setyo.
"Wah! aku tak menyangka kalau pak direktur sunghon yang ku temui hampir tiap hari, dia adalah penyihir terkuat pertama"kataku.
Lalu kami mengobrol sampai larut malam, setelah itu Setyo izin pulang padaku, "Vin aku pulang dulu ya. Besok aku akan datang lagi kok, jangan merindukanku ya... daaah" kata Setyo.
"Haha... iya, aku gak akan merindukanmu kok" kataku.
Setelah Setyo pergi, aku merasa kesepian. Hatiku terasa hampa setelah kakek tak ada, padahal dulu setiap aku di dekat kakek aku selalu tertawa. Lalu tiba-tiba saja pak direktur sunghon masuk ke ruanganku.
"Hai Vin, bagaimana keadaanmu apa sudah merasa baikan?" kata pak direktur sunghon.
"Ah iya, sudah tidak apa-apa kok pak, hanya saja tubuh saya masih lemas" kataku.
"Vin... jangan menyalakan dirimu atas kejadian itu. Walau sekarang kakekmu sudah tiada, kau masih mempunyai teman-teman yang selalu ada di sisimu" kata pak direktur sunghon.
"Bapak benar... tapi tetap saja pak saya merasa bersalah. Karena yang menyebabkan kematian kakek saya adalah saya sendiri karena kelalaian saya pak" kataku.
"Iblis itu yang sudah membunuh kakekmu, jadi jangan kau salahkan dirimu lagi, Vin" kata pak direktur Sunghon.
"Haah... baiklah pak. Lalu bagaimana dengan menara yang bapak selidiki itu?" tanyaku.
"Kemungkinan besar dunia kita akan di serang. Mereka pasti sedang membuat menara lagi di tempat yang berjauhan, setelah menara itu sudah di pasang semua. Lalu terbuka portal yang sangat besar di bagian dalam menara itu, agar para iblis bisa datang dalam jumlah yang banyak" kata pak direktur Sunghon.
"Apa pak! dunia kita akan di serang suatu saat nanti? Lalu apa yang harus kita lakukan pak. Pasti banyak sekali korban yang tak bersalah mati begitu saja" kataku. Yang dimaksud korban tak bersalah adalah manusia biasa.
"Bapak sudah memikirkan semua ini. Bapak akan membagi semua penyihir untuk mengajari sihir pada manusia biasa. Agar mereka bisa melindungi dirinya. Terpaksa kita harus membongkar rahasia dunia ini pada manusia biasa" kata pak direktur Sunghon.
"Kalau seperti itu sih aku setuju, akan lebih baik jika seperti itu" kataku.
"Apa kau tahu Vin, ini adalah perang di seluruh dunia. Jadi bapak sudah bilang kepada petinggi perusahaan negara lain agar menjalankan rencana yang bapak berikan. Dan untungnya mereka semua setuju, karena ini demi keselamatan semua manusia. Karena jika tak melakukan ini, kemungkinan manusia akan punah" kata pak direktur Sunghon.
"Itu tak mungkin terjadi pak. Saya akan pastikan ini" kataku dengan percaya diri.
"Tapi jumlah kita tak setara dengan para iblis. Apa kau tahu semua iblis itu mempunyai kekuatan, tak seperti kita manusia. Hanya beberapa saja yang menguasai sihir. Dan lagi para penyihir baru nanti, pasti akan sangat lemah sekali, karena dia masih baru" kata pak direktur Sunghon.
Perkataan pak direktur Sunghon benar juga. Tak semua manusia adalah penyihir, dan kekuatan kita mungkin tak akan kuat untuk mengalahkan jumlah para iblis nanti. oh ya, aku baru ingat kalau malaikat di pihak manusia, pasti para malaikat akan membantu para manusia saat perang nanti.
Bersambung...