
Lalu aku mengiyakan perkataannya, Aku menyembunyikan tanaman itu dengan kekuatan ku. Menggunakan portal semacam ruang, atau inventori. Setelah itu aku langsung tidur, agar besok bisa pulang ke duniaku.
Esok hari telah tiba...
"Oh, Vin kau sudah bangun, silahkan makan dulu sebelum kau pulang" kata Zack.
"Ah, baiklah kalau begitu, aku juga lagi lapar sekarang" kataku.
Kami berbincang-bincang sampai kami selesai makan, lalu aku pergi dari dunia malaikat. Sesampai di duniaku, ada sesuatu yang berbicara padaku. Sampai lupa, kalau yang berbicara itu adalah tumbuhan yang ku bawa pulang dari dunia malaikat.
"Hei, kita sudah sampai di duniamu ya?" tanya tumbuhan.
"Iya, kita sudah sampai" kataku.
"Kalau begitu, kau tanam aku di dekat rumahmu saja" kata tumbuhan.
"Hmm baiklah, akan ku carikan tempat yang bagus untukmu" kataku.
Lalu aku menanamkan tumbuhan itu, di halaman belakang rumahku. Tanahnya cukup bagus disana, jadi ku letakkan dia di sana. Aku masih penasaran dengan tumbuhan itu, sebenarnya dia siapa.
"Hei, kau ini makhluk semacam apa ya? kau mirip sekali dengan pohon besar yang berbicara padaku, saat di dunia malaikat" kataku.
"Aku adalah Ent, aku berbeda dengan tumbuhan pada umumnya, karena aku tumbuhan yang terpilih untuk mempunyai akal" kata tumbuhan itu.
"Oh, jadi tumbuhan seperti kau, hanya hidup dimana saja?" tanyaku.
"Kami para Ent, hanya tumbuh di dunia malaikat, walau tak semua tumbuhan di dunia malaikat itu adalah Ent. Biasanya Ent menyembunyikan diri dengan makhluk lain" kata tumbuhan itu.
"Hmm, kalau begitu apa kau punya nama? agar aku bisa memanggilmu lebih mudah" tanyaku.
"Namaku adalah Rick, kau bisa menyebut namaku" kata Rick.
"Baiklah Rick, senang berkenalan denganmu, namaku adalah Vin" kataku.
Saat malam hari aku di panggang oleh pak direktur sunghon. Dia memberitahukan padaku kalau aku mempunyai misi untuk hal ini, bahwa ada beberapa iblis yang masuk ke duniaku. Padahal portalnya baru saja di perbaiki, bagaimana iblis itu bisa masuk?.
"Vin, hari ini kau akan menjalani misi, ada beberapa iblis yang masuk kedalam dunia kita, misi ini tak menggunakan tim. Hanya kau saja yang perlu mendatangi tempat tersebut, karena aku mendapat informasi kalau iblis yang masuk cuma setingkat D-B saja" kata pak direktur sunghon.
"A-apa? bagaimana para iblis itu bisa masuk lagi? padahal sebulan yang lalu aku sudah memperbaiki portalnya, apakah para iblis sudah menghancurkan portal itu?" tanyaku.
"Tidak ada yang bisa menghancurkan portal yang di buat oleh leluhurmu, dialah yang membuat portal menuju dunia iblis, dan malaikat. Para iblis itu masuk ke dunia kita, kemungkinan ada iblis yang bisa menggunakan skill pembuka ruang, yaitu seperti skill membuat portal kemanapun dia suka" kata pak direktur sunghon.
"Oke, kalau begitu aku pergi sekarang" kataku.
"Tunggu Vin, jika kau ada apa-apa, seperti muncul iblis kelas S-SS kau bisa panggil bantuan pada kami. Saat keadaanmu terdesak, kau harus menekan alat ini" kata pak direktur sunghon, sambil memberikan sebuah alat.
"Baiklah pak direktur, aku pergi dulu" kataku.
Menurut lokasi kemunculan iblis yang di berikan pak direktur sunghon, aku harus pergi ke arah timur. Di sana ada sebuah pulau terpencil tempat dimana kemunculan iblis itu. Aku harus cepat, sebelum para iblis menyebar, dan mengacaukan orang-orang yang tak bersalah.
"(Kali ini, aku pasti bisa menyelamatkan orang... kakek)" gumamku dalam hati.
"Hebat, juga kau manusia, Rasakan ini!" kata iblis itu.
Dia mengayunkan pedangnya, lalu pedang itu ku tangkap dengan tanganku, lalu ku hancurkan, setelah itu ku tusuk jantung iblis itu dengan pedangku.
"Ba-bagaimana kau bisa menghancurkan Pe-pedangku, siapa kau" kata iblis itu.
Lalu salah satu iblis itu ada yang berteriak di bawah kami, "Manusia ramalan itu datang! kita harus menyerangnya!" kata iblis itu.
Lalu iblis yang ku tusuk kaget setelah mendengar perkataan teman iblis tadi, "A-apa! kau manusia ramalan itu?" tanya iblis itu.
Tanpa basa-basi, aku langsung membelah iblis itu menjadi dua. Para iblis yang di dalam itu langsung pada masuk ke dalam menara, seperti ada yang memerintahkan para iblis itu.
"Kalian semua jangan melawan manusia ramalan itu, kalian akan mati sia-sia jika menyerangnya. Biar aku saja yang menangani dia, sedangkan kalian pergilah ke pulau-pulau yang sudah ku suruh untuk membuat menara. Menyebar sekarang!"
Lalu para iblis itu pada keluar dari menara, dan terbang menyebar. Jika begini aku sulit untuk membunuh mereka, saat aku mengejar salah satu iblis yang pergi, ada yang meneriaki ku dari bawah. Ada satu iblis besar, yang berdiri di atas menara itu, yang besarannya sekitar 1,5 lebih besar dariku.
"Hoi! lawanmu bukan mereka, tetapi aku lawanmu!" teriak iblis itu.
"Hmm? oke baiklah" kataku.
Aku langsung terbang ke arahnya, dan berniat langsung menusuknya. Lalu di menahannya hanya menggunakan tangannya, sekejap tangannya yang tadi berapi-api, sekarang menjadi tanah padat. Tanah yang ku temui di neraka, itu adalah tanah yang sangat keras yang pernah kutemui. Lalu di melempar ku ke samping bersama pedangku juga.
Saat aku terjatuh, benda yang di berikan oleh pak direktur itu terpental jauh dariku. Lalu iblis itu langsung terbang ke arah benda itu, dan menghancurkannya, dengan cara di injak.
Setelah itu dia langsung melesat di depanku, dia langsung menendang kepalaku yang sedang berbaring di tanah, sampai aku terpental, hingga nabrak pohon sampai tumbang.
Setelah itu, aku langsung mengendalikan air yang ada di lautan ini untuk menyerangnya. Aku ubah air itu menjadi bentuk panah yang sangat tajam, lalu panah air itu melesat ke arah iblis itu. Lalu dia menghentakkan kakinya ke tanah, dan keluar tanah neraka, dari bawah untuk melindunginya.
Panah airku tak cukup kuat untuk menghancurkan dinding tanah neraka itu. Aku berpikir keras, dan aku mendapatkan ide untuk menghancurkan tembok itu dengan cara membuat panah air raksasa yang beratnya 1 Jt ton. Lalu kuhantamkan panah air itu, namun percuma saja, temboknya tak berpengaruh sedikitpun.
Lalu aku menggunakan skill yang ada di buku itu, skill untuk memanggil petir. Tapi saat aku ingin menggunakannya, iblis itu ada di belakangku, dan perutku di tusuk menggunakan tangan lavanya. Rasanya tubuhku terbakar, darah-darah ku bercucuran, dan aku terjatuh berbaring di tanah.
"Hanya segitu saja kekuatanmu, dasar lemah sekali manusia ramalan ini. Kalau tahu seperti ini aku tak akan menyerang mu tadi"kata iblis itu.
Lalu di pergi begitu saja, dan membiarkan ku hidup, " Hei kau! kenapa kau tak membunuhku, kalau tahu aku adalah manusia ramalan itu?" kataku.
"Aku tak akan menindas yang lemah dariku, aku harus melindungi orang-orang yang lemah dari orang yang kuat. Karena orang yang kuat itu hanya sombong kepada orang lemah" kata iblis itu.
"Padahal kau iblis, tapi kenapa kau tak membunuhku, padahal aku adalah ancaman bagi kalian para iblis" kataku.
"Sudahku bilang tadi bukan? apa kau tak mendengarnya?" kata iblis itu.
"Jika kau bertemu denganku lagi, ku harap kau akan menghabisi ku, karena aku akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya" kataku.
"Hmm? itu sih seterah mu, kalau begitu aku pergi dulu" kata iblis itu.
Lalu iblis itu pergi dengan membuka portal, dia adalah iblis yang di maksud pak direktur. Iblis pembuka ruang, aku harus membunuhnya suatu saat nanti. Tapi rasanya, ada yang mengganjal, belum pernah ku lihat iblis yang seperti itu, kenapa dia membiarkan aku hidup?. Apakah dia adalah penghianat?.
Bersambung...