Human Divination

Human Divination
Rahasia



Lalu aku menurutinya, dan kembali ke tempat dimana Gordon berada. Walau sangat jauh sekali untuk kembali ke tempat Gordon, tapi aku butuh penjelasan darinya. Kenapa dia berbohong padaku.


Akhirnya aku sampai kembali di tempat Gordon pada siang harinya. Aku masuk di dalamnya, dan Gordon meminta para malaikat untuk keluar dulu. Mungkin ada yang ingin dia bicarakan padaku, sampai malaikat pun tak boleh mengetahuinya.


"Jadi... apa yang ingin kau katakan padaku Vin. Apa karena tentang misi ini?" kata Gordon.


"Ya... sepertinya kau sudah merencanakannya Gordon. Jadi... bisakah kau jelaskan padaku, kenapa kau berbohong padaku" kataku dengan wajah serius.


"Karena aku ingin mempertemukan mu dengan iblis itu. Sebenarnya dia adalah iblis yang sangat baik, dan pasti kau juga dibohongi olehnya bukan" kata Gordon.


"Hah? jadi kau tahu kalau dia adalah iblis yang baik. Lalu soal aku dibohongi, memangnya dia membohongiku soal apa?" tanyaku.


"Soal dia menyerangku sampai seperti ini" kata Gordon.


"Eh apa? jadi sebenarnya bukan Gaozi yang melakukan ini padamu" kataku terkejut.


"Ya bukan dia, jadi kau diberitahukan namanya ya. Sepertinya Gaozi sangat menyukaimu, sampai-sampai dia memberitahukan namanya padamu" kata Gordon.


"Eh apa kau bilang!? yang benar saja seorang iblis menyukaiku. Itu tidak masuk akal, dan memangnya siapa saja yang mengetahui namanya selain aku, dan kau Gordon?" tanyaku.


"Tidak ada lagi selain kita berdua, dan aku sudah pastikan kalau dia menyukaimu" kata Gordon.


"Huek... kau membuatku jijik kedua kalinya. Walau dia seorang wanita iblis pun, aku tak akan menyukainya" kataku.


"Hmm? apa menurutmu dia itu tidak cantik?" tanya Gordon.


"Eh... hmm... sebenarnya dia sangat cantik sih. Eh bukan-bukan aku hanya asal bicara saja. Lagi pula kan dia itu iblis, wujudnya sangat mengerikan ketika dia berubah" kataku tersipu malu.


"Tapi bagaimana saat dia tidak berubah menjadi sosok yang mengerikan. Kau tahukan, kalau iblis juga berwujud manusia. Hanya saja dia bisa merubah dirinya kapan saja jika dia terancam menjadi benar-benar iblis" kata Gordon.


"Ya kau benar juga, ah sudahlah kau sepertinya hanya ingin mengganti topik pembicaraan saja. Aku masih banyak pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu. Pertama siapa yang telah melakukan hal ini padamu" kataku.


"Raja iblis" kata Gordon, aku langsung terkejut setelah dia mengatakan raja iblis.


"Apa!? bukannya raja iblis tidak datang untuk menyerang saat perang 2 tahun yang lalu" kataku.


"Ya memang dia tak ikut serta dalam perang 2 tahun yang lalu. Tetapi kejadian yang ku alami ini sudah terjadi 10 abad lamanya. Itu adalah zaman saat leluhur mu masih hidup di dunia" kata Gordon.


"Hmm jadi sudah 10 abad lamanya dia seperti ini ya. 10 abad, benar juga leluhurku hidup pada 10 abad yang lalu" kataku dalam hati sambil memikirkan sesuatu.


"Dan itu adalah perang besar yang pernah ada. Perang dunia pertama, antara manusia, malaikat, dan juga iblis masih bermusuhan. Dan apa kau tahu perang 2 tahun lalu itu adalah perang ke berapa?" tanya Gordon.


"Hmm aku, aku tak tahu, memangnya perang 2 tahun lalu adalah perang dunia ke berapa?" tanyaku.


"Itu adalah perang dunia ke 19" kata Gordon.


Dan tiba-tiba saja aku teringat sesuatu tentang foto-foto yang ku temukan di dalam perpustakaan ruang bawah tanah rumahku. Kalau tidak salah, foto itu berjumlah 18 orang saja, apa itu adalah orang penting di perang sebelumnya.


Jadi maksudku adalah, di setiap satu orang dalam foto itu. Hanya ada 1 perang dunia, dengan satu foto orang yang ada di buku itu. Apakah aku yang akan menjadi foto ke 19, dan seterusnya. Tapi aku masih belum bisa memastikan pemikiran ku ini benar atau tidak.


Lalu tiba-tiba saja Hyun Go memanggilku, "Hei anak muda, analisis mu tepat sekali. Itu adalah foto-foto orang yang ikut serta dalam peperangan dunia, berawal dari ku yang pertama, dan seterusnya" kata Hyun Go.


"Wah, apa jadi pemikiran ku tepat. Baguslah kalau begitu, aku memang hebat ya, jadi foto-foto itu adalah yang sangat berpengaruh dari perang dunia kan?" tanyaku.


"Ya tentu saja, karena di perang dunia pertama adalah aku tentunya. Aku adalah peran yang sangat penting di perang dunia pertama" kata Hyun Go.


"Jadi, kalau begitu hanya aku saja yang dapat bertahan dari perang dunia dibandingkan yang lainnya ya. Karena aku masih bisa hidup di perang dunia ke 19 saat itu. Jika saja saat itu aku mati, pasti fotoku akan langsung ada di buku itu" kataku.


"Tapi bukankah seharusnya kau sudah mati saat itu. Hanya saja kau dihidupkan kembali oleh Rick, karena Rick memberikan nyawa yang keduanya untukmu" kata Hyun Go.


"Tapi tetap saja aku adalah orang yang paling hebat. Karena aku masih bisa lanjut untuk perang dunia berikutnya. Tapi aku masih bingung tentang siapa yang akan memasang fotoku saat aku mati nanti" kataku dengan menyombongkan diri.


"Dasar sombong sekali kau, kau juga masih bisa bertahan karena kekuatan yang kuberikan padamu" kata Hyun Go menyombongkan balik.


"Eh apa!? kalau aku tak meminjam kekuatanmu juga. Aku pasti akan tetap bisa mengalahkan para iblis itu, karena aku adalah manusia ramalan. Pasti akan ada keajaiban yang akan datang untukku" balasku.


"Ya tentu saja pasti akan ada keajaiban yang datang padamu bukan. Keajaiban yang datang itu adalah aku tahu" kata Hyun Go.


Kalau dipikir-pikir kata-kata Hyun Go benar juga. Dia adalah keajaiban bagiku, aku baru terpikir sekarang. Kenapa dia bisa memenangkan perdebatan ini denganku. Kenapa dia selalu menang dalam berbicara denganku.


Lihatlah Hyun Go, aku pasti akan mengalahkan mu suatu hari nanti. Lalu aku sadar kembali karena tak ada kata-kata lagi yang ingin ku balas dendam Hyun Go. Lalu ku lihat Gordon seperti sedang menungguku bangun.


"Apa kau sudah bangun Vin, dan jika tidak ada yang ingin ditanyakan lagi padaku. Cepatlah kembali kau pulang ke duniamu" kata Gordon.


"Tunggu... aku masih ada satu pertanyaan lagi yang ingin kutanyakan padamu Gordon. Apa kau ada hubungannya dengan Rick" kataku, dan tiba-tiba saja perkataan ku membuat Gordon terdiam.


"Ja-jadi kau tahu tentang Rick?" tanya Gordon yang seakan-akan tak percaya pada omonganku.


Oh tidak! aku baru ingat kalau indentitas Rick tak boleh ku sebarkan pada siapapun. Karena aku sangat penasaran jadi aku asal bicara saja. Aku harus mengganti topik lain, bahaya jika ada yang tahu tentang Rick selain aku, dan Zack.


"Eh apa!? hahaha! tadi aku hanya asal bicara saja kok. Tapi kenapa kau terdiam, kalau begitu aku pulang dulu ya... dah sampai jumpa lagi" kataku sesegera mungkin untuk pulang.


"Eh Vin! tu-tunggu!" teriak Gordon.


Tapi aku tak memperdulikan Gordon, aku langsung segera terbang, dan kabur. Aku langsung pergi keluar dari dalam akar-akar Gordon yang sangat besar ini. Aku lupa jalan keluarnya kemana, aku terus mencari, dan mencari jalan keluarnya tapi tetap juga tak ku temukan.


Bersambung...