
Lalu saat aku sedang mengambilnya, satu sabit yang dia ayunkan menusuk punggung ku. Lalu dia mengeluarkan cairan hitam yang berada di ujung sabitnya. Cairan hitam itu yang berfungsi untuk melumpuhkan ku untuk sementara.
Aku terjatuh karena tak bisa menggerakkan tubuhku setelah cairan hitam itu menyebar ke semua tubuhku. Lalu dia memotong kedua kakiku dari lutut, aku berteriak kesakitan. Aku kehilangan banyak darah karena kakiku di potong olehnya.
Sial... aku tak boleh kalah disini, karena aku akan bertarung dengan raja iblis di perang dunia berikutnya. Ah pandangan ku mulai buram, bagaimana ini. Tubuhku juga mulai melemas, aku kehilangan banyak darah.
Jika seperti ini aku... aku akan mati, lalu aku pingsan, dan di bawa ke suatu tempat dalam mimpiku. Mimpiku berada di hutan bambu, ini adalah dunia ilusi yang ku buat. Bagaimana bisa aku masuk ke dunia yang ku buat sendiri, apa itu berarti.
Iblis itu sudah mengembalikan tubuh Vin lagi, eh kayaknya ada yang aneh. Aku melihat ada seseorang yang duduk di batu besar, yang sedang membelakangi ku. Padahal tak ada yang bisa masuk ke dunia ilusi yang ku buat ini, kecuali jika aku yang memasukkan mereka secara paksa, seperti Vin.
Siapa orang itu? bagaimana dia bisa masuk ke dalam dunia ilusi ku. Lalu aku menghampirinya, dan duduk di sampingnya. Orang itu hanya diam saja, dan tak berkata satu patah pun. Lalu aku mulai geram, dan melihat wajah orang itu.
Aku terkejut begitu melihat wajah orang itu, ternyata dia adalah Vin Edward. Bagaimana cara bocah itu masuk ke dalam dunia ilusi milikku, padahal aku tak memasukkan dia ke dalam dunia ilusi ku.
Lalu aku berbicara dengannya, "Vin? bagaimana caramu masuk ke sini?" tanyaku.
Namun dia hanya terdiam saja, dan tak menjawab pertanyaan ku sama sekali. Aku kesal dengannya karena tak menjawab pertanyaan dariku, lalu aku bertanya lagi hal yang sama.
Tetap saja dia tak melihatku atau berbicara satu patah pun. Dia hanya memandangi hutan bambu itu secara terus-menerus. Lalu aku menusuk perutnya dengan tanganku yang ku salurkan energi dalam.
Setelah ku tusuk, tiba-tiba Vin menghilang dari pandanganku. Dia menghilang dengan samar-samar yang semakin memudar. Aku terkejut saat dia menghilang, yang lebih terkejutnya lagi.
Setelah Vin menghilang, ada suara-suara Vin yang berdengung di telingaku. Sial aku tak bisa menghilangkan suara dengungan itu. Rasanya sakit sekali, aku berteriak kesakitan, dan berbaring di atas tanah.
Suara-suara itu muncul di kepala ku, "Kau tak tahu apa-apa master, kau tak pernah merasakan kehilangan seseorang yang amat penting berharga bagimu"
"Kau memang benar-benar tak berperasaan master. Apa selama kau hidup, kau seperti itu?"
Begitu juga dengan kata-kata ku yang tak sopan kepada Vin, "Ya aku memang pernah mempunyai seseorang yang berharga. Tapi begitu dia mati aku tak peduli padanya lagi, karena dia sudah mati. Yasudah mati saja, kenapa aku harus memikirkan orang yang sudah tak ada"
"Dasar kau manusia yang tak berperasaan! seharusnya tidak pernah ada manusia sepertimu!" Bukan hanya suara Vin, aku, tetapi... semua orang yang telah ku buat mereka sengsara.
Semuanya muncul di benakku, "Setelah aku melahirkan kau ingin pergi begitu saja. Hiks-hiks... jika seperti ini aku tak akan pernah menikah dengan mu Hyun Go. Hiks-hiks, ku harap kau akan menerima pembalasan suatu hari nanti, ingat itu" itu adalah kata-kata istriku.
"Dasar kau sombong sekali mentang-mentang kau sudah sangat kuat sekarang. Manusia sombong seperti mu seharusnya mati di bunuh" itu adalah kata temanku.
Dia yang selama ini selalu ada untukku di saat aku sangat lemah dari yang lain. Yaitu sebelum aku memakan kunang-kunang ungu itu. Setelah itu dia ku buang, karena sudah tak berguna bagiku.
Bagiku dia hanya pelindung bagiku di saat menjalani misi. Karena aku sudah menjadi penyihir terkuat, untuk apa aku mempunyai seorang pelindung. Maka aku buang saja pelindung (Teman) ku karena dia sudah tak berguna lagi bagiku.
"Lebih baik kalian jangan dekati orang itu" kata orang-orang di jalan yang membicarakan ku di belakang.
"Orang itu adalah orang yang tak berguna, dia lebih memilih dirinya sendiri untuk menjadi lebih kuat. Dibandingkan keselamatan orang lain, dia mirip seperti iblis" lagi-lagi itu adalah suara orang-orang yang membenci ku.
Ternyata... banyak sekali orang-orang yang membenciku. Semua yang mereka bicarakan tentang ku adalah tentang keburukan dariku saja. Tak ada sedikitpun kebaikan yang di bicarakan mereka padaku.
Apakah aku adalah manusia yang sangat di benci oleh semua manusia yang ada. Jika iya, aku adalah orang yang tak di sukai dimana pun aku berada, termasuk para malaikat, dan Ent. Mereka semua membenciku, dan membicarakan ku tanpa sepengetahuan ku.
Semua suara mereka... Semua yang mereka bicarakan tentangku. Semuanya... semuanya masuk ke dalam otakku, seperti sebuah mesin fotocopy yang menyalin semua gambaran-gambaran.
Hah... padahal aku belum ingin kembali lagi, jika aku sudah kembali lagi. Maka sudah tak ada jaminan bagiku untuk mengambil alih tubuh Vin untuk yang kedua kalinya. Karena hanya ada satu kesempatan saja di setiap orang untuk aku ambil alih tubuh mereka.
Jika saja aku di berikan kesempatan lagi untuk bisa mengambil alih tubuh Vin. Maka aku akan melakukan perang lagi, di antara aku, dan juga raja iblis di perang dunia nanti. Begitu juga urusan ku terhadap pemimpin berjubah itu, aku belum menusuk kristal jahat yang menempel di dadanya.
Aku harus menghancurkannya untuk mengembalikan sifat asli direktur Wang. Karena dia menjadi jahat karena kristal merah, atau jahat yang mengendalikan pikirannya begitu juga hatinya. Untuk menjadi seorang penjahat yang kejam.
Hahaha... mikir apa sih aku, tak mungkin juga aku di berikan waktu lagi untuk mengambil alih tubuh Vin. Namun tiba-tiba... aku melihat sebuah cahaya yang datang dari hutan bambu itu.
Siapa yang mendatangi cahaya di dunia ilusi ku sendiri?. Lalu aku berlari ke arah cahaya itu, dan tiba-tiba aku kembali sadar lagi. Alu terbangun dari pingsan, dan ku lihat iblis episode 25 itu berdiri di samping ku. Begitu juga dengan direktur Wang, dia berdiri diam memperhatikan ku.
Ternyata iblis episode 25 itu belum mengembalikan tubuhnya kepada Vin. Ini adalah kesempatan ku ingin menyerang mereka berdua, aku tak boleh melewatkan kesempatan ini.
Ini adalah kesempatan yang langka di berikan kepadaku untuk menyelesaikan mereka berdua. Tapi... bagaimana dengan kakiku, aku tak bisa berdiri, apa lagi berjalan, itu tak mungkin. Lalu tiba-tiba iblis episode 25 itu berbicara kepada ku.
Bersambung...