
Lalu kami makan bersama-sama, tanpa mengenal siapa bayangan itu. Karena aku sudah tak mengingatnya lagi, gambaran terakhir yang kulihat adalah makan bersama dengan dua bayangan itu.
Kami makan bersama, dan juga bertengkar, dan bahagia bersama di meja makan itu.
Walau aku bermain dengan entah siapa lebih itu. Bermain dengan bayangan saja, sudah membuatku bahagia, walau kami tak saling mengenal. Namun... kami sangat bahagia
Lalu...
"Vin!..." ada seseorang yang berteriak entah darimana itu.
Aku mencari-cari siapa yang berteriak itu, tapi tak kutemukan. Karena yang kulihat hanya warna putih saja yang tak tahu apakah ada ujungnya atau tidak. Namun lama-kelamaan suara itu terdengar kembali.
Dan rasanya suara itu semakin besar, semakin lama kudengar. Tapi tetap saja tak ada seorangpun yang berteriak itu. Tapi? sebenarnya apa yang orang itu bicarakan? siapa... Vin?.
"Vin!..." lagi-lagi suara itu terdengar lagi, dan lebih keras dari sebelumnya.
Lalu aku melihat di depan mataku, dari kejauhan seperti ada seseorang yang datang ke sini. Dan juga setelah ku dengar lagi, ternyata suara itu dari seseorang yang ada di sana, yang sangat jauh itu.
Siapa itu? mau apa dia? kenapa dia berjalan ke arahku? dan kenapa dia selalu berteriak-teriak seperti itu. Dan dia berteriak soal Vin? siapa Vin? lalu dia berteriak lagi, dan semakin dekat ke arahku.
Tapi aku masih tak bisa melihat dengan jelas siapa dia. Jadi aku memutuskan untuk berlari secepat mungkin ke arahnya, karena aku penasaran siapa dia. Semakin lama aku semakin dekat dengan dia.
Aku terus berlari, dan berlari sampai pada akhirnya aku sudah bertatapan mata dengannya. Ah... ternyata dia adalah bayangan yang waktu itu makan bersamaku.
"Oh hai teman, kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" tanyaku pada bayangan itu.
"Aku mencari mu Vin" kata bayangan itu.
"Hah? mencari ku? dan Vin itu siapa? kenapa kau memanggilku dengan sebutan Vin" tanyaku kebingungan.
"Namamu adalah Vin, Vin Edward" kata bayangan itu.
"Oh benarkah?... argh, ukh... sakit sekali" setelah mendengar kalau aku adalah Vin, tiba-tiba saja kepalaku kesakitan.
Dan teringat dengan sosok seseorang, yang tak lain adalah aku sendiri. Tapi aku masih belum mengingatnya dengan jelas siapa Vin itu. Lalu bayangan itu berbicara padaku lagi.
"Namamu Vin, sejak kecil kau tinggal bersama dengan kakekmu di rumah yang terbuat dari kayu. Dan juga saja kecil kau mempunyai seorang sahabat.
Nama sahabatmu itu adalah Setyo, kau sudah bersahabat dia sangat lama sekali" Kata bayangan itu.
Semakin aku mendengar apa yang dia katakan, kepalaku semakin sakit. Dia terus berbicara yang tidak ku mengerti, namun apa yang dia bicarakan tiba-tiba saja sepotong-sepotong ingatanku muncul kembali.
Mulai dari aku hidup sejak kecil bersama kakek di rumah kayu. Dan bertemu dengan teman-teman ku, bayangan itu terus berbicara. Sehingga yang dia katakan muncul di otakku, yang tak lain itu adalah ingatanku.
Gambaran-gambaran aku saat sedang bahagia, dan sedih. Bayangan itu terus berbicara tentang seseorang yang bernama Vin, tapi akhirnya aku tahu siapa seseorang yang bernama Vin itu.
Seseorang yang bernama Vin itu adalah aku sendiri, aku sudah mengingat siapa diriku. Namun aku masih belum mengingat tentang siapa orang-orang yang selalu berada di sampingku selama ini.
Lalu perlahan-lahan aku teringat oleh seseorang yang bernama Setyo. Bayangan itu yang tadinya hitam polos, kini mulai berwarna, dan dia adalah Setyo.
Air mataku mengalir tanpa sadar begitu melihat dia. Dan dia tersenyum padaku, lalu dia melanjutkan lagi pembicaraannya. Aku mulai mengingat siapa kakek, dan siapa Zack.
Lalu... aku... sudah mengingat semuanya, semua hal tentang hidupku. Semua yang aku ketahui sebelum aku kehilangan ingatannya. Pandangan mataku tak tergoyahkan setelah melihat Setyo yang berdiri di depanku.
"Apa... ini sungguhan? apa aku bertemu dengan mu lagi?" tanyaku.
Namun... setelah ku buka lagi mataku, ternyata Setyo tak ada. Lali siapa tadi yang ku peluk, namun sebelum Setyo menghilang. Ada seseorang yang berbisik di telingaku.
"Aku akan kembali..." Kata suara bisikan itu.
Lalu tiba-tiba saja aku terbangun dari dunia ilusi ini. Saat aku tersadarkan diri, aku sedang berada di kamarku sepertinya tadi aku tertidur. Namun aku melihat keluar rumah, aku terkejut sekali.
Melihat dunia yang banyak berubah, dan banyak petugas keamanan yang berdiri berjejer di depan pintuku. Seperti ingin memberikan selamat padaku.
"Apakah ada yang menekankan tombol itu lagi?" tanyaku pada mereka.
Karena biasanya jika ada petugas keamanan yang datang. Sudah pasti kelompok berjubah itu akan datang nanti. Namun setelah mereka mendengarkan ku, mereka terkejut.
"Eh!? apa maksud anda tuan Vin?" tanya petugas keamanan.
"Hah... kan biasanya kalau ada kalian datang beramai-ramai kesini. Sudah pasti bukan, kalau kelompok berjubah itu akan datang menyerang" kataku.
"Hah!? ta-tapi tuan Vin... hmm anda sudah mengalahkan kelompok berjubah itu kemarin. Kecuali hanya satu iblis yang tidak anda bunuh, malah anda biarkan pergi begitu saja" kata petugas keamanan.
Aku langsung terdiam karena mendengar apa yang dikatakan petugas keamanan. Tapi sejak kapan aku mengalahkan kelompok berjubah itu?. Aku tak mengingat sama sekali.
Oh ya aku baru ingat kalau waktu itu Hyun go bilang padaku kalau dia mau menggantikan ku. Yang berarti kalau untuk sementara dia mengambil alih tubuhku untuk melawan direktur Wang saat itu.
Aku tak percaya hanya satu hari saja dia bisa mengalahkan semua kelompok berjubah itu. Tapi... kenapa dia membiarkan iblis episode 25 itu pergi?. Kalau begitu aku hanya pingsan satu hari saja selama di ambil alih tubuhku oleh Hyun Go.
Tapi... rasanya ada yang aneh, kenapa tiba-tiba dunia ini berubah drastis. Memangnya apa yang manusia lakukan selama aku pingsan sehari.
Ah tak usah di pikirkan lah, yang penting Hyun Go telah menyelesaikan kelompok berjubah itu. Akhirnya dunia manusia damai kembali, tapi bagaimana dengan keadaan direktur Wang sekarang... apa dia mati?.
"Maaf tuan Vin... sepertinya ada yang aneh dari sikap anda sekarang" kata petugas keamanan.
"Hah? sikapku? apa yang aneh?" tanyaku bingung.
"Anu... waktu itu kau sangat dingin, dan begitu brutal. Namun kini kau berubah lagi menjadi sosok dirimu yang dulu" kata petugas keamanan.
"Haha pasti itu sikap Hyun go saat mengambil alih tubuhku" kataku dalam hati.
"Oh ya tuan Vin... kami akan memberikan tuan Vin hadiah hari ini" kata petugas keamanan, dan membawa sebuah kardus besar.
Dan setelah ku buka ternyata ada kue ulang tahu. Tapi kenapa aku ulang tahu? padahal aku masih baru saja berumur 18 tahun. Eh!? aku terdiam begitu melihat lilin kue ulang tahunnya yang berangka 19.
Yang menandakan kalau aku sudah berumur 19 tahun. Apa maksudnya ini? bukankah umurku 18 tahun sekarang. Apa aku... tak sadarkan diri selama 1 tahun, dan... dan Hyun Go... mengambil alih tubuhku selama satu tahun.
"Petugas keamanan! sekarang tahun berapa!" teriakku panik.
"Eh!? hmm sekarang tahun 2019... memangnya ada apa tuan?" tanya petugas keamanan kebingungan karena aku menarik kerahnya.
Lalu aku menjatuhkan diriku, aku tak bisa bergerak karena kaget. Hyun Go... beraninya kamu mengambil alih tubuhku selama 1 tahun ini. 1 Tahun yang lalu, saat tubuhku di ambil alih oleh Hyun Go.
Dan juga saat itu aku kehilangan kesadaran ku, dan langsung di ambil alih oleh Hyun Go. Jadi inilah 1 tahun yang dilakukan Hyun Go, kita kembali lagi ke cerita saat dimana aku kehilangan kesadaran ku saat pertarungan ku dengan direktur Wang.
Bersambung...