
Di sebuah kamar tepatnya di kamar yang berbeda dari tempat Ratna disekap. Gisel memandangi foto Joon Woo dengan tatapan terobsesi.
"Kau tahu aku sangat mencintai mu sedari dulu, tapi kenapa kau tak pernah melihat ku?. Walau hanya sedikitttt... saja?." Seraya mengernyitkan dahinya Gisel berbicara kepada foto Joon Woo yang dipandanginya.
"Oppa, tataplah aku!." Senyum miris terpasang di wajah Gisel yang sudah seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.
"Kau ingat saat pertama aku ke Mansion mu?. Saat itu aku dipenuhi harapan untuk bisa dekat dengan mu." Gisel yang seketika mengingat masa-masa di mana dirinya pertama kali menginjakkan diri di Mansion milik Joon Woo.
Flashback 1 tahun yang lalu.
"Tuan, Nona Gisel sudah datang." Ucap pelayan utama Mansion Joon Woo.
"Suruh dia masuk!." Balas Joon Woo seraya menyibukkan diri dengan beberapa berkas yang ada di meja kerjanya.
"Mr. Joon." Sapa Gisel sesaat memasuki ruangan Joon Woo. Saat itu ia mengenakan pakaian terseksi nya untuk memikat Joon Woo diawal kedatangannya.
Joon Woo pun kemudian menatap orang yang menyapanya, namun tak disangka orang itu sedang mengenakan pakaian yang begitu membuatnya terganggu.
"Anda tutor baru Leon?." Tanya Joon Woo yang masih terlihat risih menatap Gisel dengan belahan dadanya yang terbuka itu.
"Saya Gisel tutor baru Tuan Kecil, Mister." Jawab Gisel dengan tatapan menggoda.
"Gisel?. Sepertinya saya mengenal mu?." Tanya Joon Woo yang mengenal Gisel sebagai sahabat Raya.
"Iya Mister, saya sahabat dari Raya teman anda." Ucap Gisel yang tanpa ragu mengakui bahwa ia masih berteman dekat dengan Raya.
"Apa anda tahu di mana Raya sekarang?." Tanya Joon Woo yang sangat ingin mengetahui keberadaan Raya saat itu.
"Sayangnya saya tidak tahu, Mister." Ucap Gisel yang berbohong.
Sebenarnya Gisel tahu keberadaan Raya melalui mata-matanya. Sebagai mantan sahabatnya tentunya ia pernah dekat dengan beberapa kerabat Raya dan Gisel yang masih mengaku sebagai sahabat Raya pun mencari tahu keberadaan Raya melalui kerabat Raya tersebut.
Namun dihadapan Joon Woo ia tak mengakuinya, tentu saja takut keberadaan Raya menggeser peluangnya saat ini.
"Oh, saya pikir anda tahu keberadaannya." Ucap Joon Woo yang terdengar lirih.
Joon Woo yang selama ini mencari tahu keberadaan Raya, sangat kecewa dengan jawaban dari Gisel. Namun ia masih berpikir bahwa kehadiran Gisel adalah sebuah titik terang baginya untuk menemukan Raya.
"Apa kamu pernah mengajar sebelumnya?." Tanya Joon Woo yang langsung ke intinya.
"Pernah, Mister. Saya pernah mengajar bahasa Korea di tempat kursus maupun secara private." Jawab Gisel.
Gisel memang pernah bekerja sebagai pengajar di berbagai tempat tapi hanya serabutan, itupun ia mengajar kebanyakan lelaki paruh baya yang butuh belaian wanita muda seperti dirinya. Jadi mengajar hanyalah dalih selebihnya ia hanya memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadinya.
Gisel berubah menjadi liar semenjak ia dikhianati oleh kekasihnya saat dirinya bekerja di perusahaan swasta. Gisel yang tumbuh di keluarga yang berkecukupan sebenarnya tak terlalu mementingkan uang. Ia lulus dengan nilai seadanya saja sudah cukup untuk membawanya bekerja di tempat yang baik tanpa harus bergajih besar.
Namun cinta membutakannya, ia menyerahkan kehormatannya kepada orang yang salah. Lelaki itu pergi tanpa kabar setelah mengambil kehormatannya bahkan Gisel sempat hamil dari hasil perbuatannya. Dan ia pun baru menyadarinya setelah keguguran, tanpa tahu dirinya sedang hamil ia bekerja tanpa mengenal lelah untuk melupakan lelaki bejat itu namun dirinya justru keguguran di tempat kerja.
Bos perusahaannya yang tahu Gisel keguguran memecatnya dari tempat kerja begitu juga dengan keluarganya. Gisel diusir dari rumahnya karena telah mencoreng nama baik keluarga dan jadilah Gisel yang sekarang, Gisel yang telah menjadi bunga liar di tengah banyaknya lelaki hidung belang yang hanya ingin kepuasan darinya.
Tapi tak ada kata penyesalan darinya, kini yang tersisa hanyalah sebuah obsesi memiliki cinta pertamanya Joon Woo. Setelah tahu Joon Woo sudah menjadi duda, Gisel berusaha mencari tahu keberadaan Joon Woo, dan datanglah kesempatan ini di mana Joon Woo sedang mencari tutor untuk anaknya Leon. Tentu saja Gisel tak melewatkan kesempatan ini begitu saja. Gisel langsung melamarnya, dengan berbekal pengalamannya selama dua tahun ini ia berhasil lolos sebagai tutor dari Leon.
"Terima kasih, Mister." Dan senyum pun mengembang di wajahnya seakan mangsanya telah jatuh ke tangannya saat itu."
Flashback Selesai.
"Brakk!." Suara pintu di buka paksa.
Gisel mendengar suara riuh dari arah depan rumah yang di huninya bersama Jalal saat ini. Ia pun seketika langsung beranjak dari posisinya saat ini lalu menuju suara berasal. Tak disangka ia melihat sekawanan polisi yang memaksa masuk ke tempat persembunyiannya. Sontak Gisel langsung bersembunyi di balik kamarnya dan mencoba kabur dari kawanan polisi.
Ia sudah tak memikirkan Jalal yang masih berada di kamar lain bersama Ratna, yang ia pikirkan saat ini adalah selamat dari kejaran polisi. Gisel memilih kabur melalui jendela kamar lalu pergi melarikan diri dengan mobil milik Jalal.
Di sisi lain, Jalal yang sedang tertidur di samping Ratna yang masih menangis tersedu-sedu itu tiba-tiba saja di hadang polisi. Polisi berhasil masuk ke tempat persembunyiannya dan Jalal yang saat itu sedang tertidur dikagetkan dengan suara dobrakan pintu dari pihak kepolisian yang menerobos masuk ke kamarnya.
"Angkat tangan!. Anda sudah dikepung!." Ucap petugas kepolisian kepada Jalal. Jalal pun yang melihat itu langsung terkejut dan sontak mengangkat ke dua tangannya.
Melihat Ratna yang berada di samping Jalal dan sedang menangis, Raya mengambil alih Ratna yang sedang berbaring hanya beralaskan selimut itu. Raya tahu apa yang sudah terjadi kepada temannya, dan Ratna yang melihat sahabatnya itu langsung memeluk erat Raya.
Ratna tak kuasa menahan isak tangis begitu tahu sahabatnya datang menyelamatkannya. Dan Ratna pun segera dibawa pergi ke dalam mobil milik Joon Woo.
Namun berbeda dengan Jalal ia tak memperlihatkan ekspresi bersalah, baginya membawa Ratna merupakan haknya sebagai seorang suami, karena sampai detik ini Ratna masih berstatus sebagai istrinya. Ia yang masih bersikukuh pada pendiriannya itu dan yakin bahwa dirinya tidak bersalah.
Tapi sayang pihak kepolisian tetap membawanya pergi karena barang bukti CCTV yang membuktikan bahwa dirinya telah melakukan penculikan terhadap istrinya Ratna dan kasus ini dapat dimasukkan dalam kasus KDRT atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
***
Di jalan yang penuh hiruk pikuk orang berlalu lalang. Terlihat seorang lelaki sedang berjalan lunglai membawa sebotol minuman haram di tangannya. Ia menerjang siapa saja yang melaluinya saat ini hingga tak sedikit orang yang dibuat marah olehnya.
Dan akhirnya ia tak sengaja menjatuhkan wanita muda yang berjalan melaluinya. Dan wanita itupun geram atas aksi lelaki tersebut, hingga ia pun mendorong lelaki itu hingga tersungkur di jalan.
"Kurang ajar kamu!. Makanya kalau jalan lihat kanan kiri!." Ujar wanita itu.
Namun yang ada lelaki itu hanya menatapnya dengan mata yang penuh kerinduan. Siapa sangka lelaki yang tengah mabuk dan tersungkur di jalan itu adalah mantan yang pernah menyakitinya dulu.
"Gisel?." Panggil lelaki itu.
"Jordan?." Gisel yang masih terkejut dengan kehadiran lelaki bejat yang pernah begitu menyakitinya.
"Kamu masih cantik seperti dulu. Aku sangat merindukan mu." Jordan pun bangkit dan langsung memeluk Gisel saat itu.
"Ada apa ini?. Menyingkir dari ku sekarang juga!." Teriak Gisel yang tak ingin lelaki itu menyentuhnya.
"Ikutlah bersama ku!. Aku janji kali ini aku tak akan meninggalkanmu!." Ucap lelaki itu pada Gisel.
Dan Gisel pun yang mendengar ucapan lelaki itu langsung memberikannya titik terang. Pasalnya saat ini hidupnya sedang dalam kejaran polisi, hingga bisa kapan saja ia tertangkap dan hanya lelaki inilah satu-satunya harapan untuknya saat ini.
"Apa kamu punya tempat tinggal?." Tanya Gisel pada Jordan.
"Tentu saja sayang, bahkan aku sudah memiliki istana untuk kita tempati." Ajak Jordan pada Gisel.
Dan Jordan pun membawanya pergi menuju mobilnya terparkir, dan begitu melihat mobil mewah milik Jordan, Gisel menjadi yakin akan pilihannya saat ini. Dan ia memilih untuk ikut Jordan dan memanfaatkannya sebisa mungkin untuk bersembunyi dari kejaran polisi.