
Di sebuah bar di Indonesia terlihat seorang bule tampan sedang asik menenggak minuman haramnya. Ia terlihat sudah setengah mabuk dan pandangannya sudah terlihat sedikit buram. Ya, dia adalah Darren yang sedang mabuk sendirian karena masih frustasi atas penolakan Raya beberapa minggu lalu. Ingin menangis tapi itu bukan gayanya, baginya haram menangisi seorang wanita. Apalagi ia tahu banyak wanita yang berbondong-bondong untuk mendekatinya walau hanya untuk bercinta satu malam dengannya.
Tapi kali ini wanita itu adalah Raya, wanita yang diam-diam dikaguminya dari dirinya masih kecil. Saat itu ia masih berusia 6 tahun dan Raya berusia 8 tahun. Raya dan keluarganya kala itu sedang mengunjungi kediaman Achilles untuk liburan keluarga. Karena saat bayi ada sebuah kejadian di mana Darren selalu diingatkan soal dirinya yang menangis di samping Raya. Ia selalu jadi bahan ledekan keluarganya setiap teringat Raya Ayah atau Ibunya selalu menggodanya dan menjodohkannya dengan Raya. Dan sejak itulah Darren kecil semakin dibuat penasaran dengan sosok Raya yang dimaksud orang tuanya.
Dan ketika Raya dan keluarganya berkunjung, saat itulah Darren mulai mengagumi Raya yang terlihat manis dengan gaun berenda berwarna kuning. Ia berpikir itu hanyalah cinta monyetnya, namun nyatanya rasa itu tetap ada, apalagi Raya dan Ayahnya mulai menetap di Jerman sejak 8 tahun lalu. Dan Raya menjadi teman sekampusnya, Darren semakin menyadari perasaannya itu yang semakin dalam terhadap Raya.
Namun apalah daya, Raya seperti wanita besi yang selalu menutup hatinya untuk semua pria yang mendekatinya. Dan Darren yang tahu hal itu memilih menyembunyikan perasaannya, hingga ia mulai bermain dengan semua wanita untuk melampiaskannya. Saat itu ia berpikir bahwa dengan bermain wanita ia dapat menghapus perasaannya yang dalam terhadap Raya, tapi ia salah justru semakin ingin melupakannya perasaannya semakin menjadi-jadi.
Ia tahu Raya bukanlah wanita yang menyukai pria bejat sepertinya, namun lampu hijau yang diberikan Ayah Raya membuatnya yakin bahwa Raya lambat laun bisa menjadi miliknya. Iapun mulai menyelidiki Raya melalui Ayahnya, sampai akhirnya masa lalu Raya pun terungkap. Saat mendengar hal itu Darren sempat sedikit pesimis karena ternyata sikap Raya yang menutup diri itu karena seorang laki-laki yaitu cinta pertamanya. Namun ia yakin dengan adanya restu orang tua ia pasti mendapatkan Raya. Dan hal itu pun dia buktikan dengan mulai menghindari semua wanita yang mendekatinya dan berusaha untuk menghilangkan semua kebiasaan buruknya. Tapi apa yang terjadi, Raya sudah dimiliki orang lain, bahkan saat dirinya sudah bertekad untuk berubah.
Tanpa ia sadari air mata menetes dari sudut matanya, Darren menangis mengingat kejadian itu. Ia frustasi? Ia gila?. Ya, Darren sudah frustasi dan gila karena Raya, ia akui ia telah mencintai wanita itu sampai ke lubuk hati yang paling dalam.
"Ini gila!." Pikirnya. Ingin menghindar tapi sudah terlambat, ia tak dapat melupakan Raya begitu saja.
Di saat dirinya yang sudah hampir tak sadarkan diri, ia kembali menenggak botol wine yang sudah terlihat hampir habis itu. Lalu sayup-sayup Ia melihat seorang wanita mendekatinya yang tengah mabuk berat itu.
"Sendirian sayang?." (bahasa inggris) Tanya wanita cantik itu.
"Siapa kamu?." (bahasa inggris) Tanya Darren yang berusaha untuk melihat jelas wanita tersebut.
"Mau aku temani?." (bahasa inggris) Rayu wanita itu lagi.
"Pergi kamu!." (bahasa inggris) Usir Darren.
"Kamu mabuk sayang. Mau aku bantu ke kamar?." (bahasa inggris) Tanya wanita itu yang masih berusaha menggoda Darren.
"Tidak usah pedulikan aku!. Lagi pula tak ada yang peduli pada ku!." (bahasa inggris) Ucap Darren yang kemudian berusaha bangkit dari tempat duduknya. Namun yang terjadi ia terjatuh seketika karena tak mampu membawa dirinya yang sudah tak berdaya. Iapun berakhir tak sadarkan diri di pelukan wanita itu. Hingga akhirnya wanita itupun pergi membawanya entah ke mana.
***
Seorang anak bayi laki-laki yang sedang asik dengan mainannya, ia bermain sambil melahap makanan yang diberikan seorang Baby Sitter. Bayi laki-laki montok dengan paras wajah yang sangat mirip dengan Ratna, dia adalah Kenzo anak Ratna yang terpaksa ditinggalkannya.
Ting! Tong!. Bunyi suara bel pintu rumah.
"Sebentar!." Teriak Baby Sitter yang mendengar bunyi bel pintu.
Dan ia membuka pintu rumahnya dan mendapati seorang kurir tengah memberikannya sebuah amplop yang berasal dari pengadilan negeri.
"Siapa, Bi?." Tanya Jalal suami Ratna yang tiba-tiba keluar dari kamarnya.
"Ini Tuan, kayaknya dari pengadilan negeri.
Jalal pun merebut amplop coklat itu dari tangannya dan langsung membukanya. Iapun seketika membelalakkan mata melihat isi surat yang ada.
"Dasar wanita sialan!. Beraninya dia mengancam ku!." Lalu Jalal pun mengambil ponselnya dan berusaha menghubungi seseorang.
"Heh kau!. Apa kau sudah temukan di mana wanita sialan itu berada?." Tanya Jalal yang terlihat sangat geram.
"Bodoh!. Hanya mengejar satu wanita saja kalian gak becus!." Teriak Jalal.
"Maaf, boss. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin." Ucap lelaki tersebut dengan nada ketakutan.
"Sial!." Lalu Jalal pun menutup telpon tersebut dengan amarah yang semakin menjadi-jadi. Iapun langsung menelpon seseorang kembali melalui telpon genggamnya dan kali ini ia menghubungi Gisel simpanannya.
"Sayang, apa kamu free hari ini?." Tiba-tiba saja nada bicaranya pun berubah saat berbicara dengan Gisel.
"Ya, aku sedang bermalas-malasan di apartemen ku seharian hari ini." Jawab Gisel.
"Sayang, apa kamu bisa jelaskan ciri-ciri Ratna teman kampus mu itu?." Tanya Jalal.
"Ya, dia berambut panjang, kulit kecoklatan, tidak tinggi dan wajah tembam dan tidak cantik yah kau tahu standar kecantikan ku."
"Apa saat kuliah dia menggunakan hijab?." Tanya Jalal lagi ingin memastikan.
"Iya, benar." Jalal pun mulai yakin akan kecurigaannya.
"Bisa kamu kirimkan foto teman mu itu kepada ku?." Pinta Jalal.
"Bisa, sepertinya aku masih memiliki fotonya di sosial media kampus kami." Lalu Gisel pun mengirimkan foto Ratna kepada Jalal saat itu juga. Dan Jalal pun langsung terkejut melihat foto yang dikirimkan Gisel dan ia akhirnya yakin bahwa Ratna yang di maksud adalah Ratna, istri yang dia cari selama ini.
"Sayang, aku akan ke apartemen mu sekarang."
"Tumben sekali siang-siang kamu kemari?." Tanya Gisel penasaran.
"Aku akan memberitahukan sesuatu yang bisa menguntungkan kita berdua." Ucap Jalal dengan diiringi senyuman licik.
"Baiklah!. Aku mau mandi dulu!. Bye!." Ucap Gisel yang kemudian terdengar nada putus dari ponsel Jalal.
"Awas saja kamu Ratna!. Aku akan membalas mu!." Tekad kuat Jalal yang ingin membalas perbuatan istrinya Ratna.
***
Di sisi lain Ratna yang sedang duduk sambil menata kue buatannya yang baru matang itu tiba-tiba saja bersin.
"Hatcuh!!. Ha Hat cuh!!." Suara bersin yang terdengar menggema hingga keluar ruang dapur.
"Ada apa ini?. Sepertinya ada yang membicarakan ku?." Gumam Ratna yang batinnya merasa tak enak.
"Na!. Ratna!." Panggil Raya dari luar dapur.
"Sebentar!. Kue sudah siap!." Balas Ratna seraya membawa serta kue buatannya menuju tempat dimana Raya dan Leon berada.