Good Bye Mr. Joon

Good Bye Mr. Joon
BAB 57 : Pertemuan Darren dan Raya



Flash Back 19 Tahun Yang Lalu...


Terlihat Darren kecil tengah bermain di rumahnya, ia sibuk dengan brick-brick mainannya saat itu. Tiba-tiba saja seluruh asisten rumah dan juga ke dua orang tuanya tengah sibuk mondar-mandir karena ada tamu dadakan yang datang ke rumahnya.


"Ayah, Ibu. Ada apa ini?." (bahasa inggris) Tanya Darren ingin tahu tamu siapa yang datang ke kediaman saat ini.


"Darren, kamu tunggu di belakang ya bersama Nona Karmila." (bahasa inggris) Pinta Nyonya Achilles kepada Darren.


"Tapi, Mom." (bahasa inggris) Darren yang masih tak mengerti dengan apa yang terjadi.


Lalu Darren pun di bawa pergi oleh Baby Sitter nya menjauh dari ruang tamu saat itu. Namun Darren tampaknya masih penasaran dengan siapa tamu yang dimaksud kedua orang tuanya. Darren tak diam begitu saja, diam-diam ia mengintip dari halaman belakang agar dapat melihat tamu tersebut.


Dan tak lama ia melihat sebuah pemandangan seorang gadis cantik kurang lebih umurnya lebih tua darinya masuk bersama orang tuanya mengenakan gaun kuning berenda dan dengan rambut yang dikepang dua. Melihat itu Darren langsung terpanah dengan penampilan gadis itu, walau dari jarak yang sangat jauh Darren dapat melihat jelas raut wajah dari gadis yang sudah membuatnya terpesona.


Hingga akhirnya Ke dua orang tuanya membawa Darren untuk diperkenalkan kepada keluarga gadis tersebut.


"Farid, Mira. Ini putra ku Darren. Laras, kamu sudah pernah melihatnya bukan?. Anak bayi yang pernah menangis begitu melihat mu?." (bahasa inggris) Goda kedua orang tua Darren. Hal itu tentu saja membuat wajah Darren memerah, pasalnya saat itu dia masih bayi jadi tidak tahu apa yang terjadi saat itu.


"Darren, kamu tampan sekali." (bahasa inggris) Puji Samira Bunda Raya.


Ayo!. Kalian saling berkenalan!." (bahasa inggris) Pinta Tuan dan Nyonya Achilles.


"Halo, aku Darren." (bahasa inggris)


"Aku, Laras." (bahasa inggris)


Begitulah kisah perkenalan pertama kali antara Darren dan Raya. Dimana saat itu hati Darren sudah tertuju hanya padanya.


FLash Back Selesai.


Di sebuah tempat tidur hotel terlihat lelaki tertidur dengan kondisi hanya beralaskan selimut. Ya, lelaki itu adalah Darren yang entah bagaimana dirinya sudah berada di sebuah hotel saat ini. Perlahan-lahan ia meregangkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku. Ia pun kemudian mulai membuka kedua matanya dan terkejut mendapati dirinya sudah berada di tempat asing dan tanpa menggunakan busana.


Ia pun langsung beranjak dari tempat tidurnya, tapi tanpa sengaja ia menemukan tubuh orang lain yang sedang berbaring di bawah selimutnya. Setelah ia mencoba menaikkan selimutnya ia baru tahu bahwa ada seorang wanita yang sedang tertidur tepat di sampingnya.


"Siapa kamu?." Teriak Darren.


"Hei!. Pagi-pagi anda sudah berisik!." Jawab wanita itu.


Darren menarik tubuhnya seraya meraih selimut untuk menutupi semua bagian inti miliknya tanpa menyisakan sedikitpun untuk wanita itu.


"Hei!. Tuan anda sungguh kejam. Bagaimana dengan ku?." Tanya wanita itu mengiba.


"Pergi kamu!." Pinta Darren seraya melemparkan beberapa lembar uang ke arah wanita itu.


"Tuan, aku tak semurah yang kau bayangkan. Aku masih suci saat kau renggut kesucian ku." Ucap wanita itu.


Memang bila dilihat dari penampilannya wanita itu terlihat masih sangat muda dan sepertinya usianya terlampau jauh dari Darren. Walau Darren sedikit iba dengan penampilannya saat ini, namun mengingat dirinya yang sudah bertekad untuk berhenti dari kebiasaan buruknya, iapun memilih mengesampingkan rasa ibanya dan tetap menyuruh wanita itu segera berpakaian dan pergi dari kamarnya.


Dan dengan tergesa-gesa wanita itu pun mengenakan pakaiannya yang tercecer di lantai, tetes air mata pun mulai menetes di pelupuk matanya karena perlakuan kasar Darren.


"Tuan, saya mohon jangan katakan pada siapapun bahwa anda telah meniduri saya. Dan ini terlalu banyak untuk saya!." Wanita itu pun mengembalikan beberapa lembar uang yang telah diberikan kepadanya.


"Lalu wanita itu pun pergi sambil menyeka air matanya menjauh dari Darren."


Sungguh Darren tak ingin kejadian ini terjadi, hanya saja ia benar-benar tak ingat apa yang terjadi malam itu. Dan apa yang telah dilakukannya bersama wanita itu. Ia benar-benar tak mengingatnya dan ia pun sadar saat itu ia tak menggunakan pengaman, padahal biasanya ia sangat mendahulukan pengaman Mr. P-nya saat berhubungan dengan wanita-wanita sewaannya.


"Sial!." (bahasa Jerman) Geram Darren seraya memukul dinding hotel yang ada di dekatnya.


***


Hari Minggu kami memutuskan untuk berjalan-jalan ke dunia fantasi untuk menemani Leon bermain, aku pergi bersama Kak Joon, Ratna beserta Suster Eka. Saat itu kami memilih melepas penat karena sudah hampir sebulan ini waktu kami hanya kami habiskan di dalam mansion saja.


Leon berpikir kami butuh hiburan, dan dunia fantasi adalah tempat yang tepat untuk melepaskan penat karena selain dapat menghirup udara segar kami juga dapat menaiki wahana yang ada di sana.


Ratna yang baru pertama kalinya setelah bertahun-tahun akhirnya bisa merasakan udara luar tanpa harus di bayang-bayang suaminya Jalal, karena ia tak pernah bisa pergi jauh tanpa ada pengawasan dari suaminya itu.


Bahkan hanya sekedar mencari tahu jejak keluarganya sekarang berada. Jalal tak mau tahu dengan keberadaan mereka, yang ia pedulikan hanyalah harta peninggalan Ayah Ratna yang diyakininya masih disembunyikan di suatu tempat dan hanya Ratna yang tahu.


Pagi itu Leon memilih wahana arung jeram untuk kami naiki. Lalu aku pun langsung menyetujuinya, karena jujur saja aku sangat menyukai permainan yang menantang seperti ini. Apalagi yang berhubungan dengan ketinggian, aku sangat menyukainya.


Dan kami pun memainkan wahana tersebut bahkan sampai mengulanginya hingga ke tiga kalinya sampai kami puas. Kemudian setelah itu kami berlanjut ke wahana torpedo, namun kali ini Kak Joon memilih tak mengikuti kami karena ia tak begitu menyukai ketinggian.


Dan setelah itu permainan kami berakhir di bianglala, dan kali ini Ratna yang memilih tidak mengikutinya. Ratna memilih untuk menunggu kami di bawah bersama suster Eka.


***


Ratna bersama suster Eka sedang sama-sama duduk di sebuah bangku taman yang ada di dekat bianglala.


"Sus, saya mau pergi sebentar beli es krim di sebelah sana." Izin Ratna kepada Suster Eka.


"Baik, Nona." Jawab suster Eka.


Ratna pun berjalan menuju stand es krim yang ada di area agak jauh dari bianglala. Sesampainya di stand es krim ia mulai memilih-milih es krim rasa apa yang akan dia beli. Dan pilihan pun jatuh kepada es krim rasa strawberry. Kemudian Ratna memesan dua es krim dengan rasa yang sama.


Setelahnya Ratna membawa dua es krim tersebut sambil berjalan menuju bangku di mana suster Eka berada. Namun yang terjadi ditengah perjalanan tiba-tiba saja ia dihadang dua laki-laki bertubuh besar lalu ke dua orang tersebut membekap Ratna dengan ke dua tangannya.


Ratna pun seketika tak sadarkan diri lalu tubuhnya pun dibawa oleh ke dua lelaki tersebut entah ke mana.