Good Bye Mr. Joon

Good Bye Mr. Joon
BAB 46: Tamu Dadakan



Aku masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Kak Joon di saat-saat seperti, pasalnya ini di kantor dan bos mana yang berani bermesraan dengan karyawannya sendiri. Apa kata karyawan lainnya kalau sampai ketahuan?.


"Ini di kantor, apa yang kamu lakukan?." Protes ku.


"Tenang saja. Aku sudah menyuruh Dimas untuk menutup akses ke ruangan ku." Ucap Kak Joon dengan percaya dirinya.


"Tetap saja ini kantor." Aku yang kemudian mendorong tubuh Kak Joon yang mendekat kepada ku.


"Raya, ayolah!. Aku hanya ingin melihat mu saja." Rengek Kak Joon.


"Kak, kita kan sudah janji. Baru saja tadi pagi kamu mengucapkannya." Tegas ku.


"Hhmm.. tapi saat itu aku hanya berjanji jika karyawan melihat saja. Tidak janji saat tidak ada karyawan, kan?." Sepintas aku tersadar bahwa perkataannya ada benarnya juga. Aku seakan terjebak oleh janji manisnya saat ini.


"Kamu memang pintar berkata-kata." Ketus ku.


"Sudahlah, sekali ini saja biar aku melepas rindu walau sesaat." Kak Joon yang mulai mendekatiku kembali.


Dan saat ini dirinya sudah sangat-sangat dekat dengan ku. Hingga bibirnya menyambar bibir ku dan kejadian yang sama seperti hari-hari sebelumnya terulang kembali, di mana aku tak kuasa menolak godaan bibir manis milik Kak Joon yang sangat memabukkan.


"Tok!. Tok!. Tok!."


Hingga suara ketukkan pintu menganggu aktifitas kami dan aku yang mendengar itu langsung mencoba menjauhkan diri dari Kak Joon, namun Kak Joon masih asik menyesap bibir milikku. Hingga akhirnya...


"Aw!." Teriak Kak Joon yang sengaja ku gigit bibirnya agar dirinya tersadar bahwa ada orang di luar sana.


"Apa yang kamu lakukan?." Tanya Kak Joon yang tak percaya aku dapat melakukannya.


"Dengar!. Ada orang di luar ruangan!." Tegas ku.


"Bagaimana ini bisa terjadi?. Aku sudah menyuruh Dimas untuk.."


"Maaf Mister.. Ada Mr. Fred dan Mr, Darren." Teriak Dimas yang terdengar dari depan pintu.


"Bagaimana ini?. Apa kita akan ketahuan?." Cemas ku mengetahui bahwa Mr. Fred dan Darren sudah ada di depan pintu.


"Kenapa mereka bisa datang kemari?. Padahal janji temu masih besok?." Gumam Kak Joon yang juga tak menyangka dengan kedatangan Mr. Fred yang tiba-tiba.


"Masuklah, Dimas!." Pinta Kak Joon yang akhirnya mengijinkan Dimas untuk membawa tamunya masuk ke ruangan Kak Joon.


"Aduh, bagaimana ini?." Aku yang masih dalam keadaan cemas.


"Ada apa denganmu?. Sudah tenanglah!. Anggaplah kita sedang melakukan diskusi sebelum kedatangan mereka. Percayalah padaku!." Pinta Kak Joon seraya mengelus pundakku saat ini.


"Halo Mr. Fred, apa kabar anda?. Bagaimana anda bisa ada di sini?." (bahasa inggris) Sapa Kak Joon begitu melihat Mr. Fred masuk ke ruangan.


"Saya baik, maaf saya datang tiba-tiba." (bahasa inggris) Jawab Mr. Fred seraya menjabat kedua tangan Kak Joon.


"Loh, ternyata ada Nona Laras. Bagaimana anda bisa di sini?." (bahasa inggris) Mr. Fred yang terkejut dengan keberadaan ku di ruangan Kak Joon.


"Saya sedang ber.." (bahasa inggris)


"Maafkan saya bos!. Ini mendadak!." Bisik Dimas di telinga Kak Joon dan Kak Joon pun hanya bisa membalas dengan senyuman getirnya seakan ia juga tak bisa berbuat apa-apa.


"Apa yang kamu lakukan di sini?. Aneh sekali biasanya kamu selalu masuk ke ruangan ku terlebih dahulu." (bahasa inggris) Bisik Darren yang melihat saat itu.


"Memangnya kamu Ayah ku?. Yang harus tahu ke mana dan di mana aku?." (bahasa inggris) Bisik ku yang tersinggung dengan ucapannya.


Darren yang masih menatap kami berdua dengan curiga setelah mendengar ucapan ku. Namun aku tak peduli dengan apa yang ada dipikirannya, aku tetap berusaha untuk bersikap biasa saja.


"Baiklah, apa yang membuat Mr. Fred datang ke perusahaan kami dengan sangat mendadak seperti ini?." (bahasa inggris) Tanya Kak Joon pada Mr. Fred.


"Saya hanya ingin berkunjung ke perusahaan kalian. Dan ingin sedikit berbincang dengan Nona Laras, karena terakhir kali saya merasa bersalah dengannya. Dan ingin secara langsung meminta maaf padanya." (bahasa inggris) lirikan Mr. Fred yang selalu terlihat menggoda ke arah ku.


"Terima kasih, atas kedatangan anda Mr. Fred, saya merasa tidak enak hati mendengarnya. Anda harus jauh-jauh datang ke sini hanya karena saya." (bahasa inggris) Ucap ku yang masih ingin menghormatinya.


"Ehem!. Mr. Fred sepertinya kalau hanya untuk urusan itu Nona Laras sudah memiliki saya yaitu atasannya. Jadi anda tidak perlu khawatir dengannya sedalam itu, sebagai atasannya pasti saya akan menjaganya dengan sebaik-baiknya." (bahasa inggris) Ucap Kak Joon menanggapi ucapan Mr. Fred.


"Oh!. Anda memang atasan yang luar biasa, bahkan anda menggotongnya dan membawanya langsung ke rumah sakit." (bahasa inggris) Sindir Mr. Fred.


"Saya rasa anda akan melakukan hal yang sama saat karyawan anda bila itu terjadi." (bahasa inggris) Ucap Kak Joon berdalih.


"Ya mungkin saja bila karyawan itu adalah Nona Laras." (bahasa inggris) lagi-lagi Mr. Fred melirik ku dengan penuh godaan.


"Mr. Fred bagaimana kalau kita langsung pada intinya saja. Bukankah maksud kedatangan anda untuk meninjau lebih jauh project kita?." (bahasa inggris) Ucap Darren untuk mengalihkan perhatian.


"Ya baiklah!. Aku baru mengingatnya. Mari kita mulai mendiskusikan hal tersebut." (bahasa inggris) Ucap Mr. Fred yang ingin Darren membantunya.


Dan akhirnya kami pun meeting dadakan siang itu hingga melewatkan jam makan siang kami. Dan sebagai permintaan maaf Mr. Fred karena sudah membuat kami melewatkan makan siang sekaligus mengganti makan malam yang terganggu dua minggu lalu. Ia pun mengajak kami ke sebuah restoran mewah yang berada tak jauh dari perusahaan kami.


Awalnya aku menolak tawaran itu, namun karena profesionalisme aku pun akhirnya menerima tawaran dari Mr. Fred tentunya atas izin Kak Joon juga.


"Nona Laras, bagaimana kalau kali ini anda ikut mobil saya?." (bahasa inggris) Tawaran Mr. Fred yang lagi-lagi membuat ku tak berkutik.


"Tidak Mr .Fred sepertinya Nona Laras sulit untuk menaiki mobil lain karena ia memiliki alergi terhadap merk parfum mobil tertentu hanya parfum mobil ku yang cocok dengannya saat ini." (bahasa inggris) Walau agak sedikit di luar logika namun jawaban dari Darren cukup membuat Mr. Fred mengerti dengan keadaan ku.


Dan Kak Joon yang melihat tanganku ditarik oleh Darren terlihat sangat murka, tapi aku berusaha untuk membuatnya mengerti dengan sebuah isyarat.


Setelah sedikit perdebatan akhirnya kami semua sampai di restoran yang dituju. Aku pun telah duduk tepat di samping Darren saat ini, Darren berhasil menjauhkan ku dengan Mr. Fred. Meski aku senang dengan Darren yang berhasil menjauhkan ku dengan Mr. Fred, namun ia juga berusaha menjauhkan ku dengan Kak Joon. Meski aku masih bisa menahannya, tapi bagaimana dengan Kak Joon?.


Aku melihat rasa kesal yang teramat sangat dari tatapan Kak Joon kepada Darren saat ini. Entah kenapa aku merasa hal ini sangat mengkhawatirkan.


"Nona Laras, sekarang anda tidak perlu khawatir. Di menu kali ini saya tidak memesan satu pun menu makanan laut khusus untuk anda." (bahasa inggris) Ucap Mr. Fred pada ku.


"Anda tidak perlu melakukan hal sedetail itu Mister." (bahasa inggris) Aku yang merasa tidak enak terhadapnya.


"Terima kasih sebelumnya untuk Mister Fred yang sangat memperhatikan kesehatan karyawan saya." (bahasa inggris) Ucap Kak Joon yang terlihat sedikit menahan amarah.


"Oh ya!. Bagaimana kalau kita langsung makan saja!. Sepertinya menu ini sudah tak sabar untuk kita santap!." (bahasa inggris) Ucap Darren dengan penuh semangat.


Akhirnya kami pun melahap menu makanan habis hingga tak ada menu yang tersisa di meja, karena hampir separuh masakan itu telah berpindah ke samping ku yang kini sudah menumpuk, entah perbuatan siapa aku pun hampir tak mengingatnya.