
Gisel mulai berkeliling lorong menuju kamar tamu yang diyakini olehnya bahwa disitulah tempat Joon Woo menyembunyikan wanitanya.
Ia mulai curiga semenjak banyak pelayan yang mondar-mandir di lorong tersebut. Hingga akhirnya ia pun bertanya kepada salah satu pelayan yang ia yakini bahwa pelayan tersebut kembali dari kamar tamu.
"Permisi, apa anda habis dari kamar tamu?. Boleh aku tanya siapa yang ada di kamar tamu saat ini?." Tanya Gisel pada salah satu pelayan wanita yang melewatinya.
"Dia tamu wanita Mr. Joon, Nona. Ada apa ya?." Tanya pelayan wanita itu kembali karena iapun penasaran untuk apa seorang wanita seperti Gisel bertanya soal privasi tuannya.
"Oh tidak, hanya saja aku melihat kalian begitu sibuk mondar-mandir sedari tadi dan aku hanya penasaran." Ucap Gisel mencoba agar pelayan tersebut tidak curiga terhadapnya.
"Maaf Nona kami tidak bisa menjawab apapun yang anda tanyakan saat ini, karena Mister berpesan agar hal ini tak boleh semua orang tahu." Ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan Gisel yang masih terlihat sangat penasaran.
"Siapa wanita itu?. Apa mungkin Jane?. Tentu saja tidak mungkin, lagipula semua pelayan pasti tahu kalau itu nyonya mereka. Dan mana mungkin Oppa kembali padanya." Gumam Gisel.
Lalu Gisel pun terus mencari tahu tentang wanita itu dan diam-diam menyelidikinya. Hingga akhirnya ia sampai di depan kamar tamu di mana para pelayan terlihat sibuk mondar-mandir di sana.
Dan ia menunggu kesempatan untuk menyelinap masuk ke dalamnya. Tak berapa lama setelah terlihat sepi, Gisel pun menghampiri pintu kamar tersebut dan mulai memeriksa apa kuncinya terkunci atau tidak.
"KreeKk!." Gisel berhasil membuka pintu tersebut yang kebetulan tak terkunci dan iapun mulai mengendap-endap masuk.
"Zrasssh!!." Suara keran shower air yang terdengar dari kamar mandi.
Gisel meyakini bahwa penghuni kamar tersebut sedang mandi. melihat kesempatan ini ia mulai mencari tahu identitas sang penghuni kamar.
Gisel memeriksa tas jinjing warna hitam yang tergeletak di sana. Ia mulai merogoh dalam tas dan menemukan sebuah dompet wanita di dalamnya, lalu iapun membukanya tanpa permisi dari si pemilik.
Dan dia terkejut bukan main saat tahu siapa pemilik dari dompet tersebut dari kartu identitas yang ada di tas tersebut.
"Siapa kamu?." Teriak seseorang yang tidak terima bahwa barangnya di obrak-abrik oleh orang yang tak dikenal.
Dan Gisel pun yang mengenal pemilik suara itu langsung memutar tubuhnya ke asal suara dan terkejut lah dirinya bahwa orang yang sudah berteriak kepadanya adalah Raya mantan sahabatnya sekaligus rival cintanya.
"Raya?." Gisel yang terperangah melihat kehadiran Raya.
"Gisel?." Begitupun Raya yang sangat terkejut dengan kehadiran Gisel, apalagi dia tahu saat ini mantan sahabatnya itu tengah mengobrak-abrik barang miliknya.
"Apa yang kamu lakukan?. Dan buat apa kamu menyentuh barang-barang ku?." Geram Raya melihat Gisel yang tanpa permisi menyentuh barang-barangnya.
"Ti.. tidak aku pikir ini tas milik ku. Aku hanya salah mengenali saja." Ucap Gisel terbata-bata karena takut ketahuan.
"Pergi sekarang juga!." Usir Raya kepada Gisel.
"Per... pergi?. Kamu mengusir ku, Raya?." Gisel yang tak terima diusir begitu saja oleh Raya.
"Iya!. Aku mengusir mu yang sudah kurang ajar menyentuh barang ku tanpa izin!." Tegas Raya.
"Heh!. Siapa kamu berani mengusir ku?." Tekan Gisel.
"Siapa?. Aku yang harusnya tanya kamu siapa?. Dan sedang apa kamu di sini?." Balas Raya sambil menatap tajam Gisel.
"Aku adalah tutor Tuan Kecil!. Dan aku punya hak di rumah ini!. Tidak seperti kamu yang hanya orang asing!." Gisel yang merasa bahwa dirinya lebih berhak di mansion ini.
"Tutor?. Oh!. Kalau tidak salah Leon memanggil mu si Nenek Sihir?." Ucap Raya yang seketika membuat malu Gisel karena panggilan Leon kepadanya.
"Buat apa aku mengajarinya hal yang tidak berguna seperti itu?." Ketus Raya.
"Ya tentu saja untuk memusuhi ku dan merebut Oppa dari ku." Gisel yang secara tidak langsung mengaku bahwa Joon Woo adalah miliknya.
"Ternyata kamu masih picik seperti dulu!. Aku tidak menyangka!. Aku pikir setelah 8 tahun tidak bertemu kamu bisa berubah menjadi wanita yang lebih baik." Sindir Raya.
"Gisel yang dulu bukanlah Gisel yang sama seperti sekarang, bahkan cara berpakaian ku jauh lebih elegan dibanding dirimu!." Gisel yang pamer mengenai cara berpakaiannya di hadapan Raya.
"Heh!. Bukan lebih baik, tapi cara berpakaian mu saat ini lebih seperti seorang jal**g di mata ku." Sindir Raya kembali.
"Kamu memang wanita kurang ajar!. Kamu berani mengatai ku jal**g?." Langsung saja Gisel menarik dan menjambak rambut Raya dan pertengkaran pun tak terhindari. Sampai Joon Woo menemukan mereka yang sudah berguling di kamar itu.
Dan saat itu bertepatan dengan Gisel yang menarik handuk yang menyelimuti tubuh Raya hingga terpampang lah jelas lekuk tubuh Raya di hadapan Joon Woo saat itu. Joon Woo langsung menutupi bagian tubuh Raya yang terpampang jelas dengan jasnya. Lalu setelah itu ia menyuruh para pelayannya untuk membawa Gisel menjauh dari kamar tamu.
"Bawa Nona Gisel pergi dari sini!. Dan pastikan selama seminggu ke depan ia tak menginjakkan kaki di Mansion ini!." Pinta Joon Woo kepada para pelayannya.
"Mister, ini tidak seperti yang anda pikirkan!. Wanita ini yang menyerang saya terlebih dulu!. Ampuni saya mister!." Gisel yang memohon untuk diampuni.
"Pergilah sebelum aku mengusir mu dengan lebih hina lagi!." Tegas Joon Woo tanpa ingin melihat wanita jal**g itu, karena di matanya Gisel saat ini hanyalah seorang wanita gila yang berani mengusik wanitanya.
"Mister!. Mister!." Teriak Gisel yang masih berusaha untuk membujuk Joon Woo.
Di saat yang sama ada Raya yang masih terduduk sambil menutupi bagian tubuhnya yang hanya tertutup jas milik Joon Woo. Ia merasa sangat malu karena Joon Woo sudah melihat seluruh bagian tubuhnya, rasanya saat ini dirinya sudah ditelanjangi secara tidak langsung.
"Kamu tidak apa-apa?." tanya Joon Woo yang kemudian memberikan kembali handuk milik Raya agar Raya dapat kembali mengenakannya.
"Tidak apa-apa." Ucap Raya masih dengan tertunduk malu.
"Pakailah sebelum kamu kedinginan!." Pinta Joon Woo pada Raya dan Raya pun menerima handuk miliknya kembali dari tangan Joon Woo.
"Apa Kak Joon melihatnya?." Tanya Raya yang ingin tahu seberapa banyak Joon Woo melihat tubuhnya.
"Hhmm... sedikit.. tapi aku bersumpah aku tidak benar-benar melihatnya!." Ucap Joon Woo mencoba menghibur Raya.
Ingin rasanya Joon Woo tertawa melihat Raya yang sangat lucu di matanya saat ini, tingkahnya yang malu-malu seperti ini membuat Joon Woo merasa gemas terhadapnya.
"Benarkah?." Tanya Raya memastikan.
"Iya, Suerrr!!." Joon Woo yang membuat tanda dua jari sebagai sumpahnya kepada Raya.
Padahal yang sebenarnya Joon Woo sudah melihat semuanya, setiap lekuk tubuh milik Raya telah terekam sempurna di otak milik Joon Woo hingga hampir saja membuat Joon Woo membayangkan yang tidak-tidak karenanya.
"Apa kamu ingin berganti baju?." Tanya Joon Woo.
Lalu di jawab dengan anggukan oleh Raya.
"Baiklah!. Kalau begitu aku pergi dulu. Jangan lupa hubungi aku, bila ada yang kamu butuhkan." Lalu Joon Woo pun pergi meninggalkan Raya di kamar tamu itu sendirian.
"Ya Tuhannn!!. Apa yang harus aku lakukan?. Aku sungguh sangat malu!." Raya yang merutuki kecerobohannya hari ini.
Dan lagi kecerobohan yang terjadi kesekian kalinya dan harus melibatkan Joon Woo di dalamnya. Apalagi kejadian kali ini sungguh sangat membuatnya malu, entah harus bagaimana lagi berhadapan dengan Joon Woo setelah kejadian itu.