Don'T Kiss Me

Don'T Kiss Me
Waktu Yang Salah



Emilly menarik kasar tangan Adira agar mengikutinya. Dan suka tidak suka Adira pun harus menyelaraskan langkah agar tidak tersungkur. Melihat kekasihnya diseret paksa, Chris segera keluar dari ruangannya menyusul Emilly dan Adira.


Krekkk


"Pa, aku minta papa pecat dia" titah Emilly menuntut dengan mata melotot pada Adira.


David selaku CEO J.O Company tampak bingung. Ia tidak mengerti apa-apa.


"Tunggu dulu ini ada apa?" tanya David seraya beranjak dari kursi kebesarannya.


"Papa tahu Chris mutusin aku karena perempuan murahan ini" hardik Emilly sambil mengacungkan telunjuknya tepat di depan wajah Adira.


"Jaga ya mulut kamu. Saya bukan wanita seperti itu" sangkal Adira menolak keras perkataan Emilly.


Emilly menarik sudut bibir kirinya menampilkan senyum sinisnya.


"Apa namanya kalau bukan murahan, ngerebut tunangan orang" timpal Emilly kekeh atas ucapannya.


"Cukup. Ini bukan pasar jadi jangan ribut disini. Apa maksud kamu Emilly? Kamu putus dengan Chris?" David berusaha menjadi penengah dan tidak mau terburu-buru ikutan menyalahkan Adira.


"Chris batalin pertunangan kami pa. Dan itu karena perempuan tidak tahu diri ini. Aku yakin Chris mutusin aku karena dia"


"Itu tidak benar pak" bantah Chris menyerobot masuk. "Maaf pak. Adira tidak salah apa-apa. Kami putus karena alasan lain" sambungnya menarik Adira berdiri di sebelahnya.


"Bohong. Kamu mutusin aku karena dia kan. Kemarin aku lihat kalian jarang bareng. Pa sekarang juga papa pecat wanita ini"


"Apa perlu aku tunjukkan videonya pada pak David" ancam Chris mengingatan kartu As yang dimilikinya.


Emilly menjadi gagap seketika. Mulutnya ragu berbicara. Ia takut Chris sungguh-sungguh dengan ucapannya. Bisa habis riwayatnya jika video panas dirinya bersama Jhon sedang bercinta sampai ke tangan David. Selama ini David menjaga reputasinya dengan sangat baik dan hampir tidak ada cela selama ia memimpin J.O Company. Pria sudah berumur namun terlihat tetap muda itu pasti sangat malu jika tahu kelakuan kotor putri kesayangannya.


"Kamu ngancam aku?"


"Tidak. Aku hanya ingin pak David tahu kalau kita putus bukan karena Adira. Alasan kamu itu tidak tepat, Emilly"


"Tunggu tunggu. Ini sebenarnya ada apa? Chris, video apa yang kamu maksud?" timpal David berdiri di antara Chris dan Emilly.


Adira yang menjadi pihak tertuduh hanya diam menyaksikan perdebatan Chris dan Emilly. Sama sepeti David, ia juga penasaran dengan video yang Chris bicarakan. Chris tidak cerita apa-apa.


"Maaf pak. Saya rasa pak David harus mendengarnya langsung dari Emilly. Saya permisi pak" pamit Chris pergi sambil mengenggam tangan Adira membawah sang kekasih ikut bersamanya.


Chris menekan tombol lift menuju lantai paling atas. Ia ingin bicara empat mata dengan Adira tanpa diganggu siapapun. Sampainya di rooftop, Adira mengurai cengkraman Chris dari tangannya.


"Kenapa kemarin kamu pergi?"


"Gak ada apa-apa" jawab Adira seadanya.


"Bisa tidak lihat mataku kalau kita lagi bicara serius seperti ini? Wajah kamu seperti orang ketakutan kemarin. Gak mungkin kalau gak ada apa-apa, kamu kabur begitu saja. Kamu gak dengar aku manggil kamu"


Tiupan angin terlalu besar di tempat ini. Adira sampai harus membenarkan rambut panjangnya yang tergerai beberapa kali. Sebenarnya saat ini dadanya teramat sesak bahkan sejak sore kemarin saat ia melihat secara langsung papa Chris. Adira masih ingat betul wajah selingkuhan ibunya, pria yang telah merebut hati ibunya hingga membuat ayahnya depresi. Ingatan tentang pengkhianatan ibunya seperti mengorek luka lama. Dan yang lebih menyakitkan lagi pria itu papanya Chris.


Chris diam seperti patung. Bagaimana bisa semuanya kebetulan seperti ini? Ia tahu papanya pernah selingkuh. Bahkan mamanya meninggalkan karena menahan sakit atas pengkhiatan suaminya. Chris tidak tahu sosok selingkuhan papanya dan ia tidak pernah ingin tahu. Ia menganggap wanita selingkuhan papanya adalah wanita paling jahat di dunia kerena telah merusak kebahagiaan mamanya.


"Kita putus saja. Aku tidak bisa menjalin hubungan dengan anak dari pria yang telah merenggut kebahagiaan papaku"


"Kamu pikir cuma kebahagiaan ayah kamu saja yang direnggut. Kebahagiaan mama aku juga. Ibu kamu yang sudah merusak kebahagiaan mamaku" balas Chris tidak terima dengan alasan Adira yang hanya menyudutkan dirinya. "Mama aku meninggal karena menahan sakit atas perselingkuhan ibu kamu dengan papaku. Yang sakit disini bukan kamu saja, Adira. Aku juga" ucap Chris menggebu dengan kobaran api di matanya.


Adira menunduk perih. Kenapa semuanya semakin memburuk disaat ia mulai memaafkan Chris. Disaat hatinya sudah terlalu dalam terpaut pada pria yang selama 3 tahun ini ia harapkan, justru rahasia besar satu persatu menyeruak ke permukaan. Rahasia besar yang sangat menyakitkan.


"Impaskan. Karena itu kita putus saja agar tidak saling menyakiti" Airmata Adira mengucur begitu saja tanpa bisa dicegah.


Chris membuang nafas panjang sambil mengertak giginya.


"Kamu mudah sekali menyerah...


"Aku tidak menyerah. Bahkan aku menunggu kamu selama 3 tahun. Tapi...hanya saja waktu tidak memungkinkan kita untuk bersama" airmata Adira semakin deras mengalir membasahi pipinya yang dilapisi bedak tipis.


"Adira....


Seakan tidak sudi lagi disentuh pria di hadapannya, Adira mundur satu langkah begitu Chris ingin menggapai tangannya.


"Aku tidak mungkin menjalin hubungan khusus dengan pria yang telah menabrak ayahku. Terlebih lagi pria itu anak dari orang yang sudah merusak kebahagiaan keluargaku. Kita tidak bisa bersama lagi, Chris" ujar Adira pilu. "Besok pagi aku akan mengantar surat pengunduran diriku. Jaga diri kamu baik-baik. Selamat tinggal, Chris Evraro" Adira mengusap airmatanya lalu pergi meninggalkan Chris sendiri di rooftop.


Plakkkk


Pukulan keras melenggang bebas di wajah Jhon. Belum usai ia menyeimbangkan tubuhnya, kini giliran perut Jhon yang kena sasaran empuk kemarahan David. Tubuh berotot Jhon pun tumbang ke lantai marmer rumah mewah David.


"Kurang ajar kamu ya. Beraninya kamu menyentuh putriku" ucap David penuh amarah.


Emilly yang melihat tindakan brutal papanya tidak berani mendekat. Ia sangat mengenal sifat papanya itu. Tidak akan ada yang bisa melerai saat papanya dalam keadaan marah besar seperti saat ini.


"Laki-laki tidak tahu diri. Kamu sadar gak posisi kamu. Coba kamu lihat perbedaannya antara kamu dan putri saya" hina David mengankat paksa kepala Jhon.


"Pa cukup. Jangan memukulnya lagi" mohon Emilly frustasi melihat kondisi wajah Jhon yang lebam.


"Kamu jangan ikut campur. Atau aku akan memukul kamu juga" sahut David dengan tatapan tajam.


Sorot mata David berapi-api. Ia sangat marah setelah melihat video asusila putrinya bersama Jhon yang tak lain hanya karyawan biasa di perusahaan yang ia pimpin. Dan Jhon dengan tubuh tak berdayanya hanya bisa pasrah menerima setiap pukulan serta hinaan David. Ia tidak bisa melawan.


"Kamu harus terima akibatnya"


"Papa jangan" mohon Emilly histeris saat David akan menghantam wajah Jhon dengan pas bunga.


"Aku yang memintanya pa. Aku yang memaksa Jhon untuk menyentuhku. Dia tidak pernah memaksaku pa" Emilly sedikit berlari menghampiri Jhon. "Aku yang dengan suka rela menyerahkan tubuhku untuknya. Papa puas" ucap Emilly berderai airmata.


Emilly membantu membantu Jhon berdiri. Kemudian pergi dari rumah mewah yang menyimpan kisah kelam saat ia menginjak usia kanak-kanak.