CASTELLO VS JANE

CASTELLO VS JANE
Bab 71



Bab 71


"Hei, tenang lah. Roger sedang bersamanya sekarang. Tuhan tahu apa yang akan dia...," Belum saja aku melanjutkan perkataanku kepada Julian, sudah ada suara tegas yang memanggil namaku.


"Jane, bisakah kau kemari sekarang?" ternyata Roger yang memanggil dan sedang berjalan ke ruangannya.


Aku pun melirik ke ruangannya di mana Roger dan Drew tadi berada. Pintunya masih terbuka, namun aku tidak bisa melihat apakah Drew masih berada di sana.


"Tentu saja," kataku, sambil berdiri dan menuju ke arah Roger saat ia muncul dari ruangan kantornya dengan membawa jas ditangannya. "Apa kau sudah selesai dengan Drew atau?"


Roger mendengus. "Anggap saja begitu. Sudahlah. Ayo, kita pergi minum kopi. Aku ingin mengajukan penawaran terhadapmu. Ini akan baik untukmu." Aku mengangguk dan mengikuti Roger yang ada di belakangnya


...****************...


Malam terakhir kami jalan merupakan kegembiraan bagi sebagian besar anggota kelompok. Erin dan teman-temannya, Darren, James, dan Amanda begitu bersemangat tentang dimulainya perjalanan mereka. Julian menghabiskan malam itu untuk mencari informasi tentang segala sesuatu mengenai kakakku yang baru-baru ini mereka saling dekat. Dan Castello benar-benar penuh dengan harapan seperti yang lainnya. Jika ia ragu-ragu, ia tidak akan menunjukkan ke permukaan.


Sedangkan aku, aku sedang berusaha untuk terlihat bahagia. Itu merupakan sebuah prestasi, karena aku merasa seolah-olah aku mengalami mimpi buruk dan tidak bisa bangun. Aku merasa seolah-olah sedang berada dalam gantole menuju ke sebuah gunung. Aku merasa... sangat buruk. Maaf. Aku sangat teramat galau.


"Makanlah sedikit ini, Jane," kata Darren sembari mendorong mangkuk itu ke arahku. "Kau nyaris tidak makan apa-apa."


"Oh, terima kasih." Aku mengambil sesendok adonan yang berwarna seperti permen karet itu dan mulai memasukkan ke dalam roti, lalu memasukkan lagi ke mulutku. Serasa menjejalkan batu ke dalam tenggorokanku.


"Bayangkan saja," kata Amanda, "pada jam seperti ini minggu depan kita akan berada di Budapest, makan goulash dan minum... apa pun yang mereka minum di Hongaria."


"Mereka memiliki wine pencuci mulut yang sangat enak," ujar Castello. "Kurasa minuman itu disebut tokay."


"Aku tidak pernah menyukai wine manis." Erin mengernyit. "Aku akan tetap minum bir."


"Mereka juga memiliki bir yang sangat enak," tambah Castello lagi. Tatapan matanya bertemu tatapan mataku sejenak dan hal itu seolah mengirimkan petir ke dalam dadaku. Aku berpaling dengan cepat dan mencoba makanan yang lain di hadapanku.


"Kalian ingin membuat kami iri, kan?" Julian menyikut lengan Castello. "Jane dan aku terjebak di sini, sementara kalian semua terbang ke tempat-tempat yang eksotis."


"Kalian juga bisa bergabung dengan kami." Darren menyeringai. "Selalu ada ruang bagi dua wanita lagi."


"Oh, Tuhan!" Amanda mengerang. "Darren memang tidak pernah bisa menolak wanita berambut pirang. Julian."


Wine diedarkan dengan bebas malam itu. Semakin meriah kelompok kami, semakin jauh aku tenggelam dalam keputusasaan. Aku nyaris tak bisa menatap Castello sedikit pun.. Aku meyakinkan diri bahwa jika aku berhenti menundukkan pandanganku, ia akan segera mengetahui reaksiku.


Pada suatu kesempatan, Erin membungkuk untuk mengambil buah zaitun dan Castello tersenyum lembut padanya. Spontan air mataku merebak dan aku merasa panik.


"Kurasa aku harus mengucapkan selamat, Jane," ujar Amanda. "Erin bilang kau baru saja naik pangkat."


Roger menaikkan jabatanku. Setelah adegan pertengkaranku dengan Drew yang ia saksikan, Roger bilang ia akhirnya menyadari betapa ia menghargai diriku. Beberapa bulan yang lalu, aku mungkin akan gembira tentang hal ini. Sekarang aku hampir tidak peduli dengan hal itu,


"Ya. Sekarang aku menjadi Direktur," kataku. "Jadi aku punya tim sendiri... dan aku akan berada sejajar dengan dewan manajemen."


"Apa kenaikan gajimu banyak?" tanya Darren.


Aku mengangguk, mengiyakan hal ini.


"Tidak ada orang lain yang layak atas hal itu selain Jane," tambah Julian sambil melirik ke arahku, menyambar sepotong roti keras batu lagi. "Sudah saatnya Roger mengakui betapa Jane teramat penting dan merupakan aset yang luar biasa."


Saat pelayan datang untuk menuangkan wine, Julian menoleh padaku dan berkata pelan, "Meskipun demikian, aku nyaris tidak percaya bahwa ternyata Drew adalah penipu yang sangat licik. Aku tahu bahwa kau dan Drew tidak pernah menjadi teman, tetapi mengerjaimu seperti itu.... jujur, aku benar-benar heran."


"Hmm."


"Sayang sekali dia disuruh mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan pergi tanpa seorang pun dari kita melihatnya." Julian merenung mengingat akan kejadian di kantor. "Aku akan senang melihat dia dipecat dan diusir keluar oleh sekuriti."


"Kita tidak punya sekuriti."


"Aku tahu, dan itu bahkan lebih menyedihkan lagi. Namun, itu semua berujung pada hal yang sama, Drew sudah tidak menjadi bagian dari Peaman Brown lagi."


"Yah, demi kebaikan semuanya. Aku sangat bersyukur akan hal itu."


...****************...


Tbc