CASTELLO VS JANE

CASTELLO VS JANE
Bab 31



BAB 31


Semakin malam semakin membosankan dalam acara penganugerahan sampai-sampai aku ingin tertidur di dalam acara. Saat aku ingin memejamkan mata, tiba-tiba pengumuman terdengar di telingaku “Agensi Humas, Pemasaran dan Periklanan Terbaik” segera dimulai. Aku langsung mengarahkan mataku tepat ke Roger, bosku untuk memberikannya acungan jempol sebagai bentuk dukungan. Sayangnya kursinya kosong tanpa ada sosok tubuh di sana.


“Di mana posisi si Bos?” gumamku.


Wanita di sebelahnya adalah seorang kepala eksekutif asosiasi perusahaan manufaktur, mengangkat bahu dengan gaya yang bertanya juga. Bisik-bisik mulai menyebarkan di seluruh meja yang ada di dalam ruangan itu. Orang-orang pun memasang tampang cemas dan tegang. Dan aku berpikiran bahwa Roger sedang keluar gedung sebentar untuk menerima telepon beberapa menit yang lalu, namun belum kembali.


“Memilih pemenang Agensi Humas, Pemasaran dan Periklanan Terbaik adalah tugas yang cukup berat bagi para juri-juri kami,” kata MC acara, seorang eksekutif pengembangan masyarakat yang ceria dan sumringah dalam acara ini. “Kompetisi di bidang ini semakin ketat di tahun-tahun terakhir karena pesatnya kemunculan perusahaan-perusahaan baru menjadikan industri ini cepat berkembang namun juga tak gampang menjalankannya.”


“Seandainya kami menang, siapa yang akan mengambil penghargaannya?” aku bergumam sendiri yang bisa di dengar denganku sendiri.


“Sepertinya ini kau! Hahahahahaha!” Mr. Curtez tertawa sambil melahap sepiring penuh rampasan dari nampan keju di depannya.


“Tapi aku tidak bisa.” Perutku serasa terjun bebas. “ Aku tidak suka berpidato. Tidak bisa juga. Pokoknya tidak bisa.”


Aku berputar-putar, mencari pertolongan. Mulutku tiba-tiba terasa kering seolah-olah aku habis berkumur dengan pasir.


“Jangan cemas,” bisik Castello, yang merasa kepanikanku. “Ada dua puluh agensi yang berlomba untuk mendapatkan penghargaan ini.”


“Dan... pemenangnya adalah..,”


Pembawa acara itu membuka amplop emas dan aku menggigit keras-keras kepalan tanganku sampai-sampai hampir ku makan.


“Tenang, Jane. Kau mungkin tak akan..,” ucap Castello.


“PEAMAN BROWN PR!!!” ujar MC berteriak dengan nyaring dan bersemangat.


Lampu sorot yang ada di dalam gedung itu berputar-putar ke seluruh ruangan tatkala enam ratus tamu yang mulai hilang semangat untuk bertepuk tangan dengan tetap menimbulkan suara sangat memekakkan telinga. Aku menyipitkan mana tatkala lampu itu menyorot ke arah mataku lalu kuletakkan tangan di keningku. Setiap tamu yang satu meja denganku langsung menatap ke arahku.


“Tidak mau,” jawabku tetap diam di tempat. “ Aku tak bisa bergerak.”


Bukan bermaksud membesar-besarkan, selain sembilan pasang mata yang memohon agar aku berdiri dan naik ke panggung, kakiku tidak mau diluruskan untuk membantuku tegak seperti habis disuntik bius.


Tatkala tepuk tangan melemah, suara bisik-bisik memenuhi ruangan. Satu-satunya suara yang terdengar adalah jantungku yang berdegup bagaikan guntur bertalu-talu di telingaku seperti baru saja berakhir pekan di sebelah pengeras suara di festival musik metal.


“Ehm.., Peamon Brown, apakah hadir di sini?” Si pembawa acara merasa gugup. Para hadirin pun terkikik.


“Ayolah, cewe humas, kusangka kau orang paling senior di sini.” Mr. Curtez tertawa keras, menyemburkan biskut yang ada di mulutnya yang setengah *****.


“Jane, kau harus melakukannya,” kata Castello. Aku menatapnya putus asa. Ia tersenyum memberi dukungan. “Kau akan baik-baik saja.”


Castello terdiam sejenak. “Kau mau aku yang ke atas punggung?”


Aku hampir saja mengatakan ya. Aku tahu Castello pasti bakal melakukannya untukku, tanpa sedikit pun rasa ragu. Lalu aku baru sadar betapa konyolnya aku. ‘Teman se-apartemenku mengambil penghargaan atas nama perusahaanku, perusahaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.’ Aku wajib melakukannya demi diriku sendiri, demi Peaman Brown, dan mentorku, Roger Peaman sendiri. Selain nanti aku akan dengan senang hati menendangnya karena menghilang begitu saja.


“Jangan khawatir, aku akan ke sana.” aku bangkit berdiri.


...****************...


Tbc


pendek-pendek dulu aja, yaw...


terimakasih udh baca


Jan lupa tinggalkan jejak. 💜🦇