
Bab 35
Castello menahan senyumnya. “Bukan berarti kau tidak pernah menyelamatkanku saat kita dulu berkemah di New Wales.”
"Benarkah? Kurasa aku telah melupakannya. Itu sudah terlalu lama," ujarku.
Pada saat itu, kami masih duduk di bangku Primary School. Kami melaksanakan acara Colomendy, suatu bumi perkemahan di New Wales. Ini adalah pertama kalinya bagi kami untuk melakukan kegiatan jauh dari rumah bahkan orang tua.
Di saat perjalanan pertama, entah ini bisa dibilang sial atau tidak, tapi kurasa ini tidak sial. Hanya susah senang yang kami rasakan saat itu. Kegiatan ini akan dilaksanakan di luar ruangan, yang meliputi acara pesta tengah malam, jalan-jalan menyusuri desa, dan bolos sekolah selama tiga hari. Tapi lebih dari itu, ada anak-anak dari sekolah lain yang lebih tangguh, untuk mengikuti acara ini.
Bagi Castello ini adalah sebuah ekstrakurikuler yang sangat menyulitkan. Apalagi dengan adanya Andy Park. Andy memang suka menjahili Castello selepas ia suka mencuri buku pekerjaan rumah milik Castello.
"Siapa yang akan ikut dalam lomba kali ini?" teriak salah guru yang mengadakan acara dan sebagai panitia. Mr. Will adalah seorang guru yang gaul dan trendi. Tak heran, para siswa kebanyakan menyukai sikapnya yang satu ini. Selain trendi, Mr. Will suka sekali ketahuan membeli video game di hari Sabtu.
Aku menyikut Castello menyuruhnya ikut dalam perlombaan ini. "Ikut saja, Cast."
"emmm... Mungkin," ujarnya ragu.
"Kenapa mungkin? Ada apa? Aku sudah pernah melihat kau berlari. Kau harus ikut, karena kau punya peluang untuk menang," ucapku mengingatkan dirinya. "Lagian kau pelari yang tercepat pada saat itu."
"Aku lebih senang di sini, Jane." Castello mengangkat bahunya tak tahu.
"Jangan begitu. Sekolah kita belum punya pelari hebat. Kita akan kelihatan seperti segerombolan pecundang kalau kau tidak mau ikut," bujukku.
Jelas sekali dari tatapan Mr. Will bahwa mengira Castello tak mungkin bisa memenangkan perlombaan ini. Padahal aku tahu kalau Castello bisa berlari secepat kilat, hanya saja ia merahasiakan kemampuan ini dan tidak pernah mendaftarkan diri ke klub perlombaan. Tidak akan pernah selama Andy Park masih menjadi ketua kelas kami.
"Aku akan mendukungmu...," ujarku memberi semangat.
"Ya, buat kami semua tertawa, Kawan," ejek Andy tatkala Mr. Will sudah pergi jauh. "Apa celananya ada garis-garisnya? Aku meyakini pasti tidak keren sama sekali. Malah bisa di bilang terlihat 'norak' Hahaha...."
Saat Castello berada di garis Start, suasana pertandingan sudah semakin memanas. Bukan hanya Andy yang ikut tapi semua anak jagoan di seantero Inggris utara juga ikut perlombaan lari ini. Aku melihat ke arah kelompok lain, yang serempak mengenakan pakaian olahraga dari sekolah mereka.
"Ayo, Cast!" Aku berseru dari pinggir, batasan orang berdiri untuk menonton perlombaan biasanya tatkala ia menyelinap ke dalam hutan bersama rombongan peserta lain yang sedang menjelajah empat putaran sekitar tiga kilometeran jauhnya... sebelum akhirnya keluar lagi dan kembali ke titik awal. Aku menunggu di garis finish dengan anak-anak yang lamban dan pemalas lainnya, rasanya perlombaan ini seperti akan berlangsung selamanya. Atau mungkin karena perasaan ini berasal dari segala keteganganku yang setengah mati berharap Castello bisa membuktikan kebolehannya.
Saat para pelari terdepan muncul, kerumunan penonton mulai riuh dan bersorak masing-masing. Ada empat anak yang berada di garis depan, dua anak paling depan dari St Peter-sekolah lawan-Andy di tempat ketiga dan Castello tepat di belakangnya.
"Ayo, Cast, kau bisa!" aku berteriak sekuat tenagaku. Memberikan dukungan terhadap dirinya.
Ketika keempat anak itu mendekati garis finish, Castello mendongak dan tiba-tiba mendapatkan gelombang energi dan langsung berlari ngebut menyalip Andy, melewati anak di tempat kedua lalu, dan di detik-detik yang mencemaskan ketika ia sudah sejajar dengan anak yang paling depan, ia meloncat melewati garis finish seolah-olah perjuangannya tak perlu sampai bercucuran keringat. Bagian yang paling hebat adalah sorak-sorainya dari para pendukung, banyak anak meneriakkan nama Castello.
"Kau layak menang, Cast! Sudah kukatakan, kau bisa memenangkannya!" Aku menjerit-jerit kegirangan dan sedikit meloncat-loncat di tempat.
...****************...
tbc
sorry, Guys pendek dulu ya...
Jangan lupa like nya dan tinggalkan jejak.
Biar kamu gak ketinggalan update terbaru, klik tombol love di bawah, ya...
selamat istirahat.