CASTELLO VS JANE

CASTELLO VS JANE
Bab 55



Bab 55


"Oke," kataku akhirnya, membalik halaman buku catatanku. "Ini sangat membantu."


Ia menyandarkan punggungnya, tampak lega. "Jika ini juga membantu, aku dapat menjelaskan apa saja yang telah kami lakukan sejak mengetahui hal itu."


"Baiklah, tolong jelaskan."


Janine menjelaskan bahwa mereka sudah menghubungi Aliansi Perdagangan Beretika, yang perwakilannya akan melakukan perjalanan ke Bangalore dengan rombongan staf senior Peach Gear pekan depan. Mereka akan melakukan segala cara untuk memperbaiki beberapa hal, yaitu bekerja dengan mereka yang terlibat agar anak-anak itu disekolahkan dan memastikan pekerjaan tersebut dilakukan oleh staf yang memang bertugas di bagian itu.


"Meskipun kami telah melakukan segalanya dengan benar," lanjut Phil, "Tetapi kami khawatir masalah ini tidak disajikan seperti apa adanya jika pers mengetahuinya."


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa pers akan mau melakukan itu?"


Phil mengusap rambutnya dengan gelisah. "Sebuah laporan dijadwalkan akan dibacakan di Dewan Perwakilan bulan depan tentang masalah ini... dan kami disebut-sebut di dalamnya. Dari situlah kami mengetahuinya."


"Jika masalah itu dibahas di Dewan pasti akan diliput oleh media," kataku kepada mereka. "Oleh sebab itulah kita harus mengumumkannya sendiri. Sebelum laporan itu keluar. Dengan cara itu, kita bisa mengendalikan berita tersebut... semampu kita. Serahkan kepadaku dan biar kulihat apa yang bisa kulakukan."


Satu jam kemudian aku kembali berada di kantor dan menulis strategiku. Aku sudah bicara dengan Aliansi Perdagangan Beretika untuk memastikan bahwa perusahaan Peach Gear memang benar-benar tidak tahu tentang perbuatan yang dilakukan oleh pemasok mereka. Menurut bagian pers mereka, mereka berharap agar setiap perusahaan bertindak penuh tanggung jawab.


Dengan keyakinan bahwa menangani masalah besar seperti inilah yang kubutuhkan untuk menunjukkan kemampuanku kepada Roger, aku singgah sebentar di ruangannya untuk menemuinya setelah aku selesai. Aku menyerahkan salah satu dari empat salinan dokumen rahasia tersebut yang tiga lagi untuk Janine, Phil, dan aku sendiri. Dokumen ini ringkas, tapi kuharap cukup mengesankan. Aku sempat minta tolong Lily untuk menjilid masing-masing sampul dokumen tersebut sehingga terlihat rapi.


"Kau baik-baik saja?" tanya Julian ketika aku bertemu dengannya di koridor.


"Sedang menangani krisis untuk salah satu klien favoritku."


"Siapa?"


Aku memandang ke sekeliling untuk melihat bahwa tidak ada yang bisa mendengar kami. "Perusahaan Fashion,Peach Gear," bisikku, dan memberitahunya secepat yang bisa kulakukan.


Roger meneliti dokumen yang berisi strategiku dan terlihat cemas. "Tadinya kupikir perkara ini hanyalah tentang bagaimana memasukkan pakaian perempuan ke halaman halaman mode."


Aku tidak berkata apa-apa. Memasukkan apa pun ke halaman-halaman mode jelas jauh lebih berharga ketimbang


apa yang dipahami Roger.


"Apa yang kau rekomendasikan?" tanya Roger.


Aku bersandar di tepi mejanya. "Kita harus segera mengumumkan kepada publik sebelum laporan itu keluar. Jika tidak, kita hanya berada dalam posisi bertahan dan situasi bisa kacau tak terkendali."


"Mengumumkan hal ini tidak akan mudah, tidak peduli mereka sudah melakukan hal yang benar atau tidak."


"Aku tahu. Tapi mencoba untuk menutupinya sungguh sia-sia, malah akan lebih buruk. Aku berencana untuk mengadakan serangkaian briefing dengan wartawan yang kita percayai pada hari-hari sebelum dibacakannya laporan itu di Dewan."


"Apa kau perlu bantuan? Ini pekerjaan besar dan aku tahu Drew akan senang untuk..."


"Tidak," jawabku segera. "Aku sendiri sudah cukup."


Ini membuatku tidak habis berpikir, sekarang Roger selalu mengandalkan Drew. Sejak saat itu, proyek yang atas dasar rancangan yang kubuat, proyek itu sukses besar. Tapi yang dilihat dan di nilai oleh Roger kalau itu adalah hasil kerja Drew. Kali ini aku membuktikan untuk aku menanganinya sendiri.


...**************...


Minggu ini adalah minggu yang penting untukku, aku akan menjalankan rencana perusahaan Peach Gear. Kasus ini akan menjadi tantangan dalam karierku, namun juga menjadi sesuatu yang membuatku bertekad untuk bangkit. Ini adalah minggu yang akan membuktikan kehebatanku di hadapan Roger.


Ponselku berdering. Dengan enggan aku membungkam grup band yang sedang menggema dan memakai perlengkapan hands-free-ku.


"Jane, ini Phil Edward." Ia tidak terdengar senang, namun hal itu bisa dimaklumi, mengingat rencana minggu depan.


"Hai, Phil. Apa yang bisa kulakukan untukmu?"


"Sudah keluar, Jane. Sudah keluar." Phil terdengar seolah- olah ia mengacu pada harimau yang melarikan diri.


"Apanya yang keluar?"


"Berita tentang vest top!" ia mendesis. "Skandal vest top, seperti kata wartawan yang kuajak bicara saat menggambarkannya. Memangnya untuk apa aku menelepon jam tujuh lima belas pagi seperti ini?"


"Oke," jawabku pelan, berharap untuk terdengar berkepala dingin, meskipun hatiku hiperaktif. "Siapa yang meliputnya?"


"Aku mendapat telepon dari media Gazette. Mereka akan mencetak berita itu besok. Mereka tahu segalanya. Semuanya, yang ada dalam dokumen strategimu.


Aku berhenti sejenak, memikirkan dampak pernyataannya dan nada suaranya. "A... apa?"


"Ya, Jane. Dokumen strategimu. Reporter itu boleh dibilang mengutipnya kata demi kata."


"Aku... tapi mereka tidak mungkin punya..." Aku menepi dan mencoba menenangkan diriku. "Itu rahasia. Tidak ada yang bisa melihatnya."


"Tidak ada yang melihatnya di perusahaan kami. Yang berarti kebocoran terjadi di perusahaanmu."


"Phil," kataku dengan tegas, "Tidak mungkin kebocoran itu datang dari dalam Peaman-Brown. Selain aku, satu-satunya orang yang pernah membaca tentang laporan itu hanyalah bosku, dan dia hampir tidak mungkin mengkhianati salah satu klien terbesarnya dan membocorkannya kepada pers."


Aku, tentu saja, memberitahu Julian tentang masalah ini, namun aku tidak mengatakannya kepada Phil. Tidak mungkin Julian berada di balik semua ini, dan menyebutkan namanya hanya akan menimbulkan keraguan yang seharusnya tidak ada.


"Aku selalu senang bekerja denganmu, Jane, tapi reaksi Janine pagi ini..." Seolah-olah Phil tidak mendengarkanku. "Aku belum pernah melihatnya seperti ini. Aku tidak punya pilihan."


"Apa maksudmu? Kau tidak memutuskan jalinan kerja sama ini, kan?"


"Aku telah diperintahkan untuk mengatur pertemuan dengan media Webster Black pagi ini."


"Kau telah memutuskan jalinan kerja sama kita hari ini."


"Apa boleh buat. Sudah, ya. Kami harus mengatasi beberapa masalah sebelum deadline media Gazette diterbitkan." Kemudian sambungan telepon itu putus.


Aku terhenyak, kaget, saat sesuatu yang terpercik mendarat di depan mataku. Begitu besar sehingga untuk sejenak aku menyangka ada seekor burung camar yang telah mengosongkan isi perutnya di kaca depan mobilku.


"Terima kasih," gumamku kepada burung camar yang bertanggung jawab. "Terima kasih banyak."


...****************...


Tbc