
"Dari mana saja kau Cyril?" Tanya Nyonya Madison yang tengah berdiri di atas tangga dengan tatapan penuh kemarahan terhadap menantunya itu.
Cyril yang baru saja memasuki kediaman keluarga Aldrich, menjawab pertanyaan ibu mertuanya dengan santai seraya mengabaikan wanita paruh baya tersebut.
"Mencari suasana baru, Ma," jawab Cyril singkat berlalu menuju kamarnya.
Nyonya Madison menggeleng kepala melihat sikap kurang ajar sang menantu yang semakin hari semakin tak terkontrol.
Tak lama setelah Cyril tiba di rumah, Aldrich pun baru saja tiba di kediamannya, dengan langkah lesu pria ini masuk dan mendudukkan bokongnya kasar di sofa, yang ada di ruang keluarga. Membuang napas kasar dan melonggarkan dasi yang dikenakannya.
Tiba-tiba sang ibunda menghampiri putranya yang tampak lesu tersebut, dan duduk di samping Aldrich.
"Aldrich, Mama ingin berbicara empat mata denganmu." Suara Nyonya Madison tampak terdengar serius.
Wanita paruh baya ini pun kemudian berjalan menuju ruang kerja sang putra, yang diikuti oleh sang putra, langkah kakinya. Dan Aldrich pun mengunci pintu ruang kerjanya. Kini keduanya sama-sama duduk di sofa yang ada di dalam sana.
"Aldrich, apa ada sesuatu yang Mama tidak tahu dari hubungan asmara kamu selama ini?" Nyonya Madison bertanya dengan tatapan menyelidik kepada sang putra.
Jeder...., betapa kaget Aldrich mendengar pertanyaan sang Mama. Putra semata wayang Nyonya Madison ini pun kebingungan harus menjawab apa, sebab selama ini ia tidak pernah menceritakan perihal insiden yang terjadi dengan Jane beberapa tahun silam.
"Maksud, Mama?" Pria ini berusaha bersikap tenang menjawab pertanyaan sang Mama.
"Siapa nama perempuan yang sudah mengandung anak kamu?" Bak disambar petir untuk kedua kalinya pertanyaan Nyonya Madison, bagi Aldrich saat itu. Tatapan Nyonya Madison kian menyelidik.
"Me- mengandung? Maksud Mama siapa? Istri Al adalah Cyril, bagaimana mungkin Al punya anak dari perempuan lain, Ma?" Kilah Aldrich beralasan.
"Mau sampai kapan kamu akan menyembunyikan semua ini dari Mama, Mama sudah dengar semua percakapan kamu dengan Bryan," Mulut Aldrich seketika ambigu bak terkunci. Otaknya seraya berpikir bagaimana bisa sang Mama mengetahui masa lalu yang sudah ia buang jauh-jauh.
"Katakan siapa nama perempuan itu, Al! Dia adalah penerus kamu, pewaris keluarga kita. Mama harus membawa pulang anak itu."
Percuma juga Aldrich menutupi semua dari sang ibunda. Toh wanita paruh baya yang sedang duduk di sampingnya itu tidak akan tinggal diam dan tentunya akan terus mencari tahu hingga ketemu, siapa perempuan yang sudah mengandung anak dari putranya.
Aldrich menarik napas panjang dan menghembuskan nya kasar, "Nama perempuan itu adalah Jane Audrey, Ma. Dia mantan sekertaris Al." wajah Aldrich berubah sendu ketika menyebut nama Jane.
"Apa? Jane sekertaris kamu yang katamu mengundurkan diri itu?" Teriak Nyonya Madison kaget.
Aldrich menatap sang Mama seraya mengangguk pelan, mengiyakan pertanyaan wanita paruh baya di sampingnya. Sejenak Nyonya Madison terdiam tanpa bicara sepatah kata pun. "Bagaimana bisa Aldrich mempunyai anak dari perempuan itu, apa dulu mereka sepasang kekasih, bukankah wanita yang dicintai Aldrich dari dulu hanya Cyril seorang?" batin Nyonya Madison terus berkecamuk penuh tanda tanya.
"Berarti putramu sekarang sudah besar Al, lantas mengapa kamu menyembunyikannya dari Mama. Apa alasan kamu?" Cecar Nyonya Madison kepada Aldrich.
"Entah lah, Ma. Semenjak Al membuangnya jauh ke Jerman, Al sudah tidak pernah ingin tahu semua tentangnya. Karena Al pikir dengan membuangnya jauh beserta janin dalam kandungan nya saat itu, hidup Al akan tenang."
Terdengar rasa penyesalan yang mendalam dari setiap tutur kata yang keluar dari bibir Aldrich.
Aldrich kemudian menceritakan kepada sang Mama, bagaimana kejadian yang menimpa dirinya bersama Jane beberapa tahun silam. Juga kebiadaban nya yang pernah berusaha untuk menggugurkan sang buah hati kala itu.
" Mungkin, jika kamu menceritakan semua tentang dia waktu itu kepada Mama. Mama akan mencari solusi untuk anak kamu. Tapi sayang, semua sudah menjadi bubur." pungkas Nyonya Madison yang turut kecewa dengan sikap sang putra.
Keheningan kembali terjadi di antara obrolan ibu dan anak tersebut. Cyril yang hendak makan malam, segera turun dari kamarnya dan mencari keberadaan sang suami. Sebab sesaat sebelum nya ia mendengar ada suara deru mobil yang baru berhenti. Tapi Aldrich tidak ada di beberapa ruangan yang ia datangi.
"Aku ingin kamu mencari perempuan itu dan kamu bawa putra kamu bersama mu!" Sebuah titah layaknya ultimatum yang teramat sulit untuk Aldrich lakukan.
****
BERSAMBUNG....