Alexander is Cumlaude

Alexander is Cumlaude
Aksi Penyelamatan Gordon



"Selamat pagi, Tuan Vincent. Bisa kah Anda ikut kami, ke kantor sekarang?" ucap salah seorang anggota polisi yang baru saja tiba.


"Saya?" sahut Vincent menunjuk diri.


"Iya benar Tuan, ada laporan yang mengatakan bahwa perusahaan Anda menggunakan bahan kimia berbahaya yang bisa menyebabkan keracunan bagi pekerja dan menyebabkan kerusakan jaringan kulit secara perlahan dan berakibat kanker kulit," tandas sang polisi.


Kedua manik Vincent membola sekonyongnya, ia sama sekali tidak menyangka bahan terlarang yang selama ini ia import dari negara lain, akhirnya terkuak di hadapan seluruh karyawan.


"Bagaimana ini bisa terjadi? aku pikir selama ini Tuan Vincent sudah mematuhi aturan perdagangan. Pantas saja tiap bulannya karyawan pabrik banyak yang berobat ke klinik perusahaan dengan diagnosa yang sama," ucap pemegang saham berusaha unjuk suara.


Perusahaan yang Vincent bangun selama bertahun-tahun dengan kerja kerasnya, harus hancur luluh lantah dengan satu ketukan berkat ulah si bocah delapan tahun. Entah mimpi apa pria itu semalam, sehingga pagi hari mendapat kado kejutan yang membuat hidupnya hancur di balik jeruji besi.


Para anggota polisi lainnya terlihat berjalan masuk ke dalam perusahaan melakukan penyegelan perusahaan tersebut. Dan sejak saat itu seluruh kegiatan pengoperasian pabrik resmi dihentikan, sampai tuduhan yang dilaporkan itu tidak terbukti melakukan pelanggaran.


"Lantas bagaimana dengan nasib kami? Bagaimana dengan dana yang sudah kami investasikan pada perusahaan Anda Tuan?" tanya pemegang saham terlihat marah.


"Iya benar, itu bukanlah investasi yang sedikit. Kami tidak mau tahu, Anda harus mengembalikan semua uang kami!" hardik pemegang saham yang lain berkacak pinggang.


CEO yang terkenal sombong, suka berganti-ganti wanita. Pagi itu telah hancur sehancur-hancurnya, martabatnya jatuh telak tak bisa diangkat lagi. Kilatan kemarahan tersirat dari wajah putih miliknya. Kedua rahang bserta tangan mulai mengeras siap menghantam bocah sialan di depan nya. Sementara sang pengawal serta asisten pun tak dapat menyelamatkan dirinya saat itu.


"Ijinkan saya menghubungi pengacara saya!" pinta Vincent kepada pihak anggota polisi.


Tampak CEO pshycopat itu merogoh gawai dari dalam saku, menghubungi sang pengacara. Namun rupanya tak hanya sampai di situ saja. Tak ingin merasakan kesakitan seorang diri, maka Vincent pun mengirimkan sebuah pesan terhadap sang pengawal.


'Buang atau sembunyikan secepatnya barang-barang itu! Jangan sampai ada bukti yang tertinggal!' isi pesan yang dikirim oleh Vincent.


Tak lama kemudian pihak polisi menggiring pemilik Vintron company masuk ke dalam mobil, membawanya ke kantor polisi untuk dimintai kesaksian. Sementara sang pengawal pun dengan sigap segera menyeru kepada seluruh anak buah yang berjaga di gudang penyimpanan untuk segera menghilangkan barang yang selama ini digunakan Vincent untuk bahan tambahan produksi textile dari pabriknya.


"Cepat kalian bersihkan segera barang itu, jangan sampai ada yang tertinggal sedikit pun!" seru asisten pengawal Vincent.


Tak ayal semua bodyguard khusus yang berjumlah sepuluh orang yang sedang berjaga di gudang, tampak bersiaga melaksanakan tugas besar dari sang CEO pshycopat. Saat itu juga beberapa mobil tronton tengah mengangkut material kimia yang berbahaya itu untuk di ungsikan ke tempat yang jauh, markas tempat persembunyian Vincent dan para bodyguard.


***


"Maaf sebelumnya mengenai insiden yang terjadi hari ini. Saya selaku partner dari Vintron Company, sekaligus pemegang saham terbesar di sini, maka dengan ini mengambil alih Vintron Company untuk merger dengan perusahaan saya pribadi selama perusahaan ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib," ujar Gordon menengahi keributan saat itu.


"Untuk seluruh staf saya mohon agar kembali bekerja di tempat masing-masing seperti semula. Anggap tidak terjadi apa-apa!" imbuh Gordon.


Wajah para staf karyawan yang sedari tadi berubah panik, seketika kembali dapat bernapas dengan lega setelah pemilik GD COMPANY menuturkan tentang rencana merger yang akan ia lakukan terhadap perusahaan Vincent. Dan semua menghambur meninggalkan halaman perusahaan berlalu masuk kembali ke gedung berlantai delapan tersebut.


"Lantas bagaimana dengan nasib uang kami yang sudah tidak terselamatkan lagi Tuan Gordon? Apa Tuan bisa memberi penjelasan juga kepada kami?" tanya pemegang saham.


"Untuk saat ini saya pribadi juga mengalami kerugian yang sangat besar dengan menurunnya harga saham pagi ini, namun saya tetap akan berusaha sebisa mungkin membantu Tuan-tuan semua yang ada di sini agar saham Anda semua bisa kembali stabil seperti semula. Namun saya juga membutuhkan kerja sama dari Anda semua untuk bersabar dan memberi saya waktu memulihkan semua secepatnya!" tandas Gordon.


Sama halnya dengan para staf karyawan yang berubah ceria kembali mendapati nasib mereka telah ditanggapi oleh Gordon, maka pun dengan para pemegang saham dari sorot wajah mereka terpancar kegembiraan setelah sempat down dengan jatuhnya saham mereka.


Gordon beserta Alexander dan Jane akhirnya pergi meninggalkan Vintron Company setelah berhasil meyakinkan seluruh staf dan pemegang saham. Dan sepertinya saat itu hari telah beranjak siang saat ketiga orang tersebut meninggalkan gedung delapan tingkat. Mereka juga turut pergi ke kantor polisi untuk dimintai kesaksian perihal kasus yang menyandung si CEO pshycopat.


"Kenapa kamu harus memikul semua tanggung jawab yang sama sekali bukan kesalahan kamu ?" ujar Jane di sela perjalanan menuju kantor polisi.


"Aku tahu melakukan merger dengan perusahaan Tuan Vincent sangatlah beresiko setelah kabar bahan kimia yang mereka pakai selama ini diketahui publik. Namun ada banyak nyawa yang berdiri mengantri di belakang sana tampak menangis di rumah jika mereka semua harus berhenti bekerja," tandas Gordon sembari fokus menyetir.


Sejenak seisi mobil kembali dibuat hening, Gordon pria angkuh, sombong yang selama ini tidak mudah untuk menjalin kerja sama dengan orang sembarangan. Siapa sangka dengan suka rela terjun langsung mengabaikan resiko yang akan ia hadapi demi menyelamatkan karyawan dan para pemegang saham.


"Hatimu sungguh mulia sayang. Semoga langkah yang kamu ambil ini adalah jalan terbaik untuk mereka semua," batin Jane merasa terharu dengan kebaikan sang kekasih.


***


BERSAMBUNG....