Alexander is Cumlaude

Alexander is Cumlaude
Surprise Gordon



Satu bulan kemudian....


Hari ini adalah tepat satu bulan Gordon mengambil alih perusahaan Vincent selaku pemegang saham terbesar sekaligus sebagai relasi merger Vintron Company. Perlahan perusahan yang telah terpuruk jatuh, akhirnya mulai membaik seiring berjalannya waktu. Begitu pun dengan si empunya perusahaan tersebut. Tengah menjalani persidangan dengan tuduhan kasus penyalah gunaan bahan kimia. Bahkan pihak kepolisian pun berhasil menemukan gudang tempat persembunyian anak buah Vincent dalam menyembunyikan barang bukti.


Flashback satu Minggu Pasca penangkapan....


"Halo, Tuan! Maafkan kami Tuan, polisi telah berhasil menemukan kami, hanya saya yang berhasil kabur," ujar salah seorang bodyguard yang mulai gemetar melihat kedatangan kawanan polisi.


"Angkat tangan kalian! Letakkan semua senjata kalian! Kami telah mengepung tempat ini," ujar polisi selaku kepala tim penggerebekan.


Para anak buah Vincent yang tengah berjaga di gudang tanpa persiapan, terlihat gelagapan seketika melihat kedatangan anggota polisi yang begitu tiba-tiba. Sedang salah satu anak buah Vincent yang berada di tempat tersembunyi secara diam-diam menghubungi sang boss yang masih mendekam di balik jeruji besi.


Semua anak buah Vincent mengangkat tangan ke atas dan satu per satu dari mereka berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian. Hanya satu orang saja yang berhasil kabur karena secara kebetulan keberadaannya tidak terlihat oleh anggota polisi.


"Baguslah kalau kamu berhasil kabur, carilah tempat yang aman! Buang semua nomor kamu gantilah yang baru!" seru Vincent antusias mendengar salah satu anak buahnya berhasil kabur.


"Aku tidak ingin mendekam selamanya di sini, saat persidangan kedua ku nanti, kamu harus menyiapkan cara untuk aku kabur!" imbuh Vincent dari balik benda pipih.


Flashback off....


"Halo Kak, bagaimana perkembangan perusahaan yang Kakak ambil merger?"


Ucap seorang adik dari balik gawainya yang telah lama menyendiri demi agar bisa melupakan bayang-bayang seorang Jane Audrey.


Gordon yang baru saja selesai meeting bersama klien, merasa tidak menduga jikalau Daren akan menghubungi nya di saat jam kerja. Sebab selepas kepergiannya ke Irlandia, Daren hanya menghubungi dirinya beberapa kali saja.


"Hai, halo juga sayang. Bagaimana kabar kamu di sana?" jawab Gordon bertanya penuh gembira.


"Aku baik-baik saja Kak, Kakak sendiri bagaimana? bagaimana dengan kasus itu?" imbuh Daren kembali.


"Aku baik-baik saja, Ren. Meski selama satu bulan ini harus banyak mengabaikan waktu bersama Jane dan tampan, demi mengurus perusahaan tersebut," balas Gordon.


Keduanya lalu terlibat dalam obrolan panjang yang menyangkut tentang Vintron Company juga perusahaan yang ada di Irlandia di mana perusahaan tersebut kini telah resmi menjadi milik Daren.


"Kakak sendiri kapan rencana akan menikahi Jane?" pertanyaan Daren tiba-tiba terlontar begitu saja.


"Sebenarnya sudah ada niatan buat nikahi Jane segera, tapi kamu tahu sendiri kan Ren kasus yang menimpa Jane baru saja usai. Akhir pekan ini aku akan menikahi Jane, doakan saja semoga semuanya lancar Ren! Apa kamu akan pulang di hari pernikahan kami?" tanya Gordon.


"Maaf, Kak aku belum bisa pulang karena di sini juga sedang sibuk-sibuknya. Ini aku sekarang lagi di luar kota ada meeting bersama klien," sahut Daren.


"Sampaikan saja salamku kepada mereka berdua Kak! Aku sangat merindukan kalian semua, semoga Kakak bahagia bersama mereka," sepenggal kata sebelum Daren mengakhiri percakapan mereka.


***


"Sore Mommy!" ucap si genius saat memasuki dapur yang baru saja pulang dari kampus.


"Hai sayang, sudah pulang ya? Mommy sedang masak untuk makan malam nanti bersama Uncle Gor," ujar Jane sembari berjibaku menyiapkan masakan.


Seperti biasa si genius memeluk Jane setiap kali baru pulang dari kampus dan disambut pelukan hangat oleh Jane. Bocah itu pun membantu sang Mommy menyiapkan makan malam.


"Sayang, mandilah dulu! Sebentar lagi selesai kok, biar Mommy yang siapkan semuanya!" seru Jane mengambil piring dari tangan sang putra. Dan Alexander pun berlalu menuju kamarnya.


***


Malam yang telah dinanti oleh Gordon akhirnya tiba juga, pemilik GD COMPANY itu mengunjungi sebuah toko bunga sebelum pergi ke rumah Jane. Tak hanya itu Gordon juga telah menyiapkan sebuah kotak berisi sepasang cincin sebagai simbol dirinya resmi mengikat hati Jane.


"Hai Uncle, lama tidak bertemu apa kabar Uncle?" sapa si genius saat membuka pintu untuk Gordon.


"Hai tampan jagoan Uncle. Uncle sehat saja, tampan sendiri bagaimana kabarnya juga kuliahnya?" tanya Gordon memeluk calon putranya.


Alexander pun membalas pelukan Gordon, kemudian mengajaknya masuk ke dalam menemui Jane yang baru selesai bersiap dan berganti pakaian.


"Hai sayang!" sapa Gordon melayangkan sebuah ciuman di kening Jane, seraya menyerahkan buket bunga yang ada di tangannya.


"Wah, tidak biasanya dapat surprise. Apakah hari ini hari spesial sayang?" tanya Jane bergelayut manja di lengan sang kekasih.


Keduanya pun duduk sementara sang putra terlihat seolah menjadi penonton yang sedang menonton film drama romantis.


"Tampan kemarilah! ada yang ingin Uncle sampaikan berita baik kepada kalian!" pinta Gordon merentangkan tangannya.


Alexander mendekat dan duduk di tengah mereka. Tampak wajah bahagia tersirat dari pria pemilik GD COMPANY saat itu. Ia merogoh sebuah kotak warna putih dari saku jasnya, lalu mengeluarkannya di depan Jane dan Alexander.


Ibu satu anak yang duduk di samping Gordon terlihat kaget penuh rasa haru bercampur bahagia melihat kejutan yang Gordon perlihatkan malam itu. Gordon lalu berjongkok di bawah, di depan Jane dan Alexander. Membuka kotak berisi sepasang cincin yang sengaja dipesannya dari sebuah toko perhiasan ternama di kota tersebut.


"Sayang, di malam yang indah berhiaskan gemerlap kemilau bintang ditemani sinar rembulan. Bersediakah menjadi pendamping hidup ku dalam suka maupun duka?" ucap Gordon menatap penuh kasih kepada kedua netra Jane.


***


BERSAMBUNG...