
Satu bulan telah berlalu semenjak pemakaman hari itu, saat ini usia pernikahan Estian dan Kinna sudah berjalan tiga bulan. Dan biasanya setiap tanggal 12 tiba [Tanggal Pernikahan] Kinna selalu menyiapkan hadiah untuk Estian, dan hadiahnya juga biasa bukan barang mewah. Tapi hadiah kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya
Hari ini adalah hari peresmian E'Clark Company yang sempat tertunda, karena kematian orang tua & nenek dari Estian. Kinna yang sudah siap langsung naik ke mobil menuju perusahaan, seperti biasanya di antar driver mansion. Saat perjalanan Kinna terus-terusan memijat pelipisnya, driver yang sadar dengan hal itu langsung memastikan keadaan Kinna
"Eh kenapa tiba-tiba berhenti pak, ada apa? " Kinna bertanya
"Itu sebelumnya maaf nyonya tapi dari tadi saya lihat sepertinya nyonya sedang sakit kepala, apa perlu ke apotek dulu buat beli obat? "
"Tidak usah pak saya baik-baik saja kok, mungkin karena kecapekan jadi begini. Nanti minum air mineral saja pasti sudah enakan"
"Tapi air mineralnya ada toh, apa perlu saya beli dulu di minimarket? "
"Ada saya sudah bawa dari rumah tadi, sekarang di lanjutkan saja perjalanannya! "
"Baiklah kalau begitu kita berangkat" jawab driver
• • • • •
Setelah memakai lipstick ulang agar tidak pucat saat di foto, Kinna langsung turun dari mobil dan terlihat banyak sekali wartawan yang memotret dirinya. Setelah itu Kinna berlalu untuk duduk di kursi yang terdapat Elena di sebelahnya, wartawan sempat terkejut karena tidak tahu jika Kinna [Selebgram] akan datang di acara seperti ini
Tanpa bertemu dulu dengan Estian tiba-tiba acara pun dimulai, dan setelah penampilan tari tradisional Estian pun langsung maju ke depan untuk berpidato. Tepat setelah Kinna melihat sang suami seketika sakit kepalanya langsung hilang, dan Kinna juga terkejut dengan perkataan Estian
"Sebenarnya saya ingin mengatakan suatu hal kepada kalian semua (karyawan), karena masih banyak yang mengira kalau saya masih single tapi sebenarnya itu salah. Tepat hari ini tanggal 12 di tiga bulan yang lalu saya menikahi seorang wanita yang saya cintai, dan sekarang saya akan mempersilahkan wanita itu naik kesini. Kemarilah honey! " kata Estian
"Maju... Maju... Maju... Maju... ! " teriak semua karyawan yang penasaran siapa istri dari CEO mereka
"Oke cukup karena istri saya tidak maju-maju, lebih baik saya saja yang menjemputnya! "
Estian langsung berjalan menghampiri istrinya yang duduk di antara Edric dan Elena, lalu ada Zaki. Estian meraih tangan kanan Kinna sembari menatap matanya, lalu mengecup punggung tangannya. Saat inilah semua wartawan dan karyawan heboh, mereka terkejut jika wanita yang Estian maksud adalah Kinna Brown
"NYONYA KINNA I LOVE YOU! " teriak satu pria saat suasana hening sepi, dan seketika semua langsung tertawa karena hal itu
"I LOVE YOU TOO~ " balas Kinna
"Sekarang lihat wanita cantik di samping saya ini, untuk kalian yang aktif menggunakan sosial media pasti tidak asing dengan nama dan wajahnya. Ini dia istri saya cantik kan! "
• • • • •
Setelah melewati hal yang tidak pernah terduga bagi Kinna, mereka pun langsung melanjutkan peresmian perusahaan sampai pemotongan pita. Dua jam telah berlalu cepat, acara peresmian juga berjalan dengan lancar. Estian berterima kasih pada Zaki, meskipun sibuk tapi tetap bisa menyempatkan waktunya untuk datang kesini
"Zaki terima kasih banyak ya bro kamu sudah datang ke peresmian hari ini, hati-hati di jalan ya! "
"Sama-sama kalau begitu duluan tian" jawab Zaki
Karena semua juga sudah tahu jika Estian telah menikah, jadi dirinya tidak perlu seperti dulu. Estian pun berjalan menuju elevator sambil menggandeng tangan Kinna, dan akhirnya sampai di lantai tujuan. Mereka jalan lagi menuju ruangan Estian, dan masuk
"Lah kalian berdua lagi apa di dalam ruanganku, aku kirain kamu sudah balik ke kantor loh dric eh tahunya malah ada disini" kata Estian
"Sebenarnya tadi mau balik ke kantor, tapi nggak jadi karena istriku ini menyuruhku kemari. Dan beginilah aku disini" balas Edric
"Oh begitu kamu kenapa dek kok lemes banget, kamu sudah sarapan kan? " Estian bertanya ke Elena sambil memegang dahinya, lalu duduk di samping Kinna
Elena yang berada di dalam pelukan Edric hanya menjawab dengan anggukkan, memang setelah sebulan berlalu Elena lah yang masih merasa sangat kehilangan. Elena hanya akan berbicara untuk hal yang penting, lalu selebihnya akan diam. Dan disaat itulah sikap dingin Elena keluar, dimana dia terlihat sangat mirip dengan Estian
"Sudahlah aku balik ke kantorku dulu tian, kamu juga balik kan baby. Langsung pulang ke rumah atau mau mampir kemana dulu? " tanya Edric
"Aku mau pergi ke pameran dulu dan nanti lanjut ke toko buku sayang" jawab Elena
"Oke kalau begitu hati-hati ya! Cup" Edric mengecup dahi Elena
"Hati-hati di jalan adek, dric! " kata Estian
"Hati-hati di jalan juga El, dric! " kata Kinna
• • • • •
Setelah kepergian Edric & Elena tadi, sekarang hanya ada Estian dan Kinna di dalam ruangan. Estian sedang kerja seperti biasanya, begitu juga dengan sang istri yang sejak tadi fokus membaca laporan, menghitung omset, memantau kinerja para karyawan di restoran. Pekerjaan Kinna saat ini terasa lebih mudah karena ada Damian sebagai (Asisten Manajer Restoran) yang selalu membantunya
"..."
"..."
"Terima kasih pak! " kinna menutup panggilannya dan menuju Estian yang sejak tadi menautkan kedua alisnya sembari menatapnya curiga
"Bapak pak apalah itu, tadi yang telepon kamu siapa hem? " tanya Estian
"Nanti kalau ada yang datang bawa barang apa saja itu kamu terima dulu ya sayang, aku mau ke toilet! "
"Ho-Honey tunggu haah baiklah"
Estian tetap melanjutkan pekerjaanya meskipun masih kepikiran, sebenarnya siapa orang yang menelepon istrinya tadi. Dan benar saja tidak lama terdengar suara ketukan pintu, Estian berdiri dari duduk lalu jalan membuka pintu
"Tuan muda saya mau antarkan box punya nyonya Kinna, tadi di telepon nyonya bilang kalau disuruh di antar ke ruangan tuan langsung"
"Ah Pak Arif baiklah kalau begitu boxnya saya terima, terima kasih pak. Lebih baik sekarang bapak kembali saja ke mansion! "
"Siap tuan saya permisi" pamit driver (Pak Arif)
Estian berjalan ke meja kerjanya lalu meletakkan box itu di atasnya, dia terus saja mengamati box dengan ukuran sedang itu. Sampai pada akhirnya Estian menemukan selembar note di samping box
..._ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _...
To : My Husband That I Love ♡
...Akhirnya kita berdua berhasil sayang, terima kasih banyak yah aku sangat mencintaimu. Aku harap kita berdua bisa menjaganya dengan baik :)...
...Bukalah box ini!...
^^^From : Istrimu Yang Cantik^^^
..._ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _...
Estian tersenyum kecil lalu mengikuti arahan istrinya dan membuka box berwarna coklat itu, disaat kotak terbuka Estian terkejut campur terharu. Air matanya keluar tak terhankan, Estian merasa sangat bahagia dengan yang dilihatnya sekarang. Tanpa berpikir lagi Estian langsung beranjak dan mencari istrinya
"Honey kamu baik-baik saja kan di dalam, keluar lah kalau sudah selesai! " tanya Estian dari luar
(Anggap suara pintu terbuka)
"Sayang kamu sudah membuka box itu kan dan apa kamu menyukainya? " tanya Kinna dengan mata yang berkaca-kaca
"Ho-Honey your pregnant right, am i wrong? "
(Honey kamu hamil kan, apa aku salah?)
"Nggak kamu memang benar sayang aku hamil, aku hamil anak kita berdua! "
Mendengar itu Estian langsung membawa Kinna ke dalam pelukannya, memeluknya begitu erat sembari menangis bersama. Kinna dapat merasakan jika suaminya ini memang benar sangat bahagia, Estian bahkan tidak malu untuk menangis di depannya. Kinna langsung melepas pelukannya dan menangkup wajah Estian sembari menatap lekat mata biru itu
"Terima kasih honey, terima kasih tuhan, aku sangat bahagia bahkan aku nggak bisa menahan air mataku honey" ucap Estian sambil menangis
"Iya sayang sama-sama, sudahlah jangan nangis lagi nanti aku ikut sedih loh" menghapus air mata Estian
"Tapi saat baby lahir aku nggak mau di panggil daddy honey, aku ingin di panggil papa! "
"Iya sayang aku juga ingin di panggil mama! "
"Aku sangat mencintaimu honey"
"Aku juga sangat mencintaim- em" jawab Kinna telat karena bibirnya sudah disambar oleh Estian