After You Left Me

After You Left Me
Masa Lalu Kelam Istriku



"Begini tian, aku mohon tolong dengarkan penjelasanku lebih dulu" kata Edric


"Kamu mau menjelaskan? Baiklah kalau begitu kita duduk disana saja" Estian berjalan duluan ke bangku yang berada dekat dengan tempat mobilnya di parkirkan


"Daniel Justin, kalian juga kemarilah" panggil Edric


Karena dua asisten itu dipanggil oleh Edric untuk menghampirinya, dengan cepat mereka berdua langsung berjalan bersebelahan menuju tempat bos mereka duduk


"Baiklah karena kita sudah menemukan tempat yang nyaman untuk duduk, sekarang jelaskan semuanya dric" kata Estian


"Jadi begini hari itu setelah aku dan kamu (Estian) bertemu, aku langsung pulang ke rumah. Setelah makan malam, kami memutuskan untuk langsung tidur karena kami sama-sama mengantuk. Selesai mandi aku langsung memakai pakaianku, dan tiba-tiba lampu walk in closet mati. Setelah aku sadar jika semua listrik dirumah mati, aku langsung berjalan ke ranjang menghampiri istriku"


"Lalu selanjutnya, apa yang terjadi dengan nyonya Elena tuan? " tanya asisten Daniel penasaran


"Aku melihat kalau istriku sedang menangis di ranjang, sambil memanggil-manggil Estian. Karena saat itu aku sedang panik, aku pun hanya bilang jika 'kamu nggak usah takut baby, ada aku disini'. Setelah mengatakan itu perlahan istriku membuka matanya, lalu dia memelukku sambil mengatakan hal yang sama kalau dia takut"


"Jadi Elena menangis karena saat itu rumahmu lampu mati? " tanya Estian


"Iya malam itu bukan hanya rumahku yang lampu mati tian, tapi hampir semua rumah warga juga mati" jawab Edric


"Okay, tapi setelah lampu mati Elena sudah berhenti menangis kan? " Estian bertanya untuk memastikan keadaan adiknya


"Tentu saja tian, bahkan dia sampai tertidur di pelukanku. Tapi kalau aku boleh bertanya, sebenarnya apa alasanmu selalu melindungi Elena dengan ketat seperti ini. Bahkan sampai identitasnya pun, juga kamu lindungi. Karena sejauh ini setelah aku melihat hubungan kalian berdua, sangat terlihat kalau kamu sangat posesif pada istriku. Sebenarnya kenapa tian? "


Tanya Edric pada Estian, karena sejauh ini setelah melihat hubungan antara Elena dan Estian. Edric semakin penasaran, sebenarnya apa yang membuat Estian menjadi tipe kakak yang posesif


"Jadi saat itu, yang berusaha keras untuk mencari identitas adikku kamu dric? " menatap Edric dengan tatapan menyelidik


Edric yang ketahuan pun, langsung membuang pandangan nya dari Estian. Karena saat ini Edric sangat malu


"Kalau begitu aku akan menceritakan masa lalu Elena padamu dric, karena hal ini juga berhubungan dengan ketakutan Elena terhadap gelap" kata Estian yang membuat Edric terkejut


"A-Apa jadi malam itu istriku menangis ketakutan, karena dia takut dengan gelap? " wajah Edric cemas


"Kalau kamu nggak sanggup untuk menceritakan nya, lebih baik nggak usah tian!" kata asisten Justin


"Nggak bisa, karena aku harus menceritakan ini ke Edric" sangkal Estian


"Baiklah kalau itu maumu tian" jawab Justin pasrah


"Hari terburuk di dalam keluarga kami pun datang, dimana setelah Elena bilang jika dia ingin menikah dengan kakak tampan dan tepat keesokkan harinya Elena menghilang karena diculik. Saat itu semua orang sangat terpukul dengan kejadian ini, papa dan mama yang berada di Amerika pun langsung pesan tiket untuk pulang ke Indonesia. Keluargaku dan keluarga anak laki-laki itu pergi ke kantor polisi untuk melaporkan hilangnya Elena, dan polisi hanya bilang kalau kita semua sabar. Setiap hari keluarga kami menjalani hidup dengan kesedihan, dan akhirnya setelah 2 bulan polisi pun menelepon kami kalau Elena ditemukan. Kami sadar jika teknologi saat itu nggak secanggih sekarang. Dengan cepat keluargaku langsung berangkat bersama polisi, ke tempat Elena berada. Sampai disana aku sangat terkejut, karena melihat kondisi Elena yang sangat kurus dan banyak luka memar di sekujur tubuhnya. Selama 2 bulan ini Elena disekap di ruangan yang sangat gelap, dan hanya mendapat pencahayaan dari lubang kecil dari dinding yang berlubang. Dan yang paling membuatku sedih adalah, Elena ditemukan tepat saat hari ulang tahun nya. Yang seharusnya hari itu adalah hari bahagia karena dia berulang tahun, tapi Elena malah sebaliknya. Dia nggak bahagia sedikit pun" Estian semakin menangis tersedu-sedu karena menceritakan semua ini


"Lap air matamu menggunakan tisu ini tian" Daniel memberikan selembar tisu pada Estian


"Terima kasih Daniel, setelah kejadian itu Elena menjadi anak yang pendiam dan dia selalu melamun. Bahkan Elena hanya memanggilku saat ingin tidur, karena harus ada orang memeluknya. Dia pernah bilang, jika dia merasa aman berada di pelukan orang yang di percayainya. Selang 2 hari setelah Elena ditemukan, keluargaku memutuskan untuk membawa Elena pergi ke psikiater dan ternyata itu berhasil. Psikiater itu bilang ke kami, jika Elena bercerita banyak hal padanya. Mulai dari setiap hari dia selalu dipukuli dua orang pria, sehari hanya makan sekali dan itu pun hanya nasi tanpa lauk, setiap malam selalu terdengar suara orang dari luar yang bercerita seram tentang pembunuhan, penculikan, hantu. Coba bayangkan bagaimana perasaan anak yang masih berusia 9 tahun, setiap harinya selalu di pukul- hiks... hiks... Sudahlah maafkan aku, aku nggak bisa melanjutkan nya. Karena aku nggak mau mengingat masa-masa itu lagi, dimana saat itu merupakan masa yang sangat berat bagiku. Karena aku harus berusaha untuk mendekatkan diriku lagi pada Elena"


Mereka bertiga yang mendengar penjelasan dari Estian, hanya bisa diam sembari menangis mengeluarkan air mata yang mengalir deras terutama Edric. Dia tidak pernah menyangka, jika istrinya mempunyai masa lalu yang sangat berat. Bahkan Edric sempat terpikir, jika dia tidak akan sanggup untuk menjalani kehidupan lagi jika dia mengalami hal yang dialami istrinya


"Apa ini, bukankah ini semua sangat menarik. Dan tanpa di sengaja aku mendapat informasi yang sangat penting. Bodoh sekali mereka" kata seseorang yang menatap mereka berempat sambil menampakkan seringai liciknya


"Itulah alasanku, kenapa selama ini aku selalu bersikap posesif pada Elena dric" Estian membuka pembicaraan dengan keadaan masih menangis


"Iya aku tahu tian, terima kasih banyak. Dan maafkan aku, karena kamu harus menceritakan hal yang sangat berat ini. Yang seharusnya kamu melupakan nya, tapi kamu malah mengingatnya. Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya" Edric beranjak dari duduknya, lalu berjongkok di hadapan Estian untuk meminta maaf sambil memegang tangan nya


"Sudahlah dric nggak apa-apa" Estian berdiri dari duduknya, lalu merangkul pundak Edric dan menepuk-nepuknya


"Saat ini aku ingin langsung pulang, lalu membawa istriku ke dalam pelukanku dan menciuminya terus menerus" kata Edric sambil membayangkan nya


"Baiklah kalau begitu aku ikut kamu dric, karena setelah menceritakan semua ini aku sangat merindukan Elena. Dan aku juga ingin memeluknya sepanjang hari"


"Ta-Tapi tian Elena kan... " kata Edric terbata-bata


• • • • •


Jangan lupa dukung terus karya author dengan cara like, komen, dan vote. Terima kasih😗