After You Left Me

After You Left Me
84. The Wedding Day [2nd Couple]



Hari ini akan menjadi hari bersejarah di dalam hidup Estian dan Kinna, karena mereka akan melaksanakan pernikahan hari ini juga. Tapi semua ini memang sudah terencana dari jauh-jauh hari, dan sudah di tentukan dengan keputusan yang matang. Jadi mereka berdua menikah bukan secara tiba-tiba, namun karena memang sudah siap


Terlihat di dalam dua ruangan yang berbeda namun bersebelahan, terdapat dua mempelai yang sedang sibuk bersiap-siap dengan pakaian mereka terutama sang mempelai wanita. Dan tidak lupa juga hari ini terdapat Groomsmen & Bridesmaid, yang pasti akan selalu mendampingi kedua mempelai tersebut


• • • • •


Kurang dua puluh menit lagi menuju hari yang sangat istimewa bagi mereka, membuat para pendamping pria beserta mempelai pria keluar dari ruang ganti menuju tempat di langsungkannya pernikahan nanti. Kemudian disusul juga oleh para pendamping wanita, yang berjalan menuju bangku mereka sendiri


Pernikahan mereka dilaksanakan secara outdoor di Mansion Keluarga Clark dan hanya hadiri anggota keluarga, teman, sahabat, dan rekan kerja. Karena mempelai wanita sudah siap, tiba-tiba ada seorang pria yang masuk ke ruang mempelai wanita dengan pakaian tuxedo yang rapi dan terlihat sangat berwibawa


"Papa... " ucap Kinna berdiri dari duduk manisnya, lalu memeluk pria yang sangat berarti di dalam hidupnya dan merupakan cinta pertamanya, beliau adalah Mr.Brown (Papa Kinna)


"Anak papa sayang sebentar lagi kamu akan menjadi istri dari pria yang kamu cintai, dan kamu harus siap dengan semua perubahan yang terjadi setelah kamu menikah nanti. Di dalam sebuah hubungan terutama ikatan pernikahan, jangan pernah kamu jadikan rasa cemburumu sebagai bahan untuk mencari kejelekan suamimu. Sebisa mungkin jauhi perasaan cemburu, karena jika cemburu telah hadir di antara kalian berdua, maka hubungan kalian akan berakhir dengan perceraian"


"Iya pa Kinna mengerti, terima kasih selama ini papa dan mama selalu menjaga Kinna sampai Kinna bisa seperti sekarang. Terima kasih juga berkat larangan pacaran dari papa, Kinna bisa mendapatkan suami yang baik seperti Kak Estian"


"Sama-sama anak papa tersayang, dan bisakah kita keluar sekarang. Pasti Estian sudah menunggumu diluar sana? "


"Fyuh... Baiklah kita keluar sekarang ya pa" Kinna mengambil napas dan mengehembuskannya


Kinna merangkul tangan papanya lalu mereka jalan bersebelahan, keluar dari ruangan menuju tempat dilangsungkannya pernikahan. Bisa dilihat jika semua tamu undangan sudah berdiri menunggu kehadirannya, Kinna jalan melewati Wedding Gate yang dikelilingi oleh bunga-bunga berwarna putih yang cantik


Disaat itu juga Kinna dapat melihat dengan jelas jika calon suaminya (Estian), sedang menangis menatap kehadirannya. Kinna berjalan semakin mendekat ke altar pernikahan dan akhirnya dia sampai, dan sang papa (Mr.Brown) langsung kembali duduk bersama tamu istrinya


Dan inilah saatnya dimana mereka berdua berdiri di depan banyak orang secara berhadapan, lalu saling menatap dan berpegangan tangan. Mengucap janji demi janji dengan air mata yang sudah mengalir deras, namun Kinna masih harus mengucapkan satu janji lagi


"Aku akan selalu berusaha untuk mencintaimu lebih baik setiap harinya, sebagai sahabat terbaik dan juga sebagai pasangan hidupmu. Ingat perkataanku yang satu ini kak, aku sangat mencintaimu~ "


"Aku juga sangat mencintaimu~ "


Setelah mereka berdua telah mengungkapkan isi hati masing-masing, dan inilah saatnya dimana mereka harus berciuman bibir untuk yang pertama kalinya. Sebelum melakukan ciuman untuk yang pertama kalinya ini mereka sempat bertatapan, Kinna hanya terus tersenyum bahagia karena Estian sudah sah menjadi suaminya


"Kenapa kamu terus tersenyum honey, it's time to kissing! " kata Estian


(Sekarang waktunya untuk berciuman)


"Aku hanya merasa bahwa saat ini aku menjadi orang yang paling bahagia sayang"


"Begitu juga denganku honey, aku juga bahagia"


Kinna langsung melepas genggaman tangan Estian lalu dia jalan semakin mendekat, dan mengaitkan kedua tangannya di leher Estian. Tidak pakai lama di saat itu juga Kinna menghapus air mata Estian, lalu menciumnya untuk yang pertama kalinya. Betapa bahagianya Kinna bisa memberikan ciuman pertamanya untuk sang suami


Mereka menyudahi ciumannya lalu kembali berjalan melewati karpet yang sebelumnya Kinna lewati tadi, dengan keadaan Estian menggandeng erat tangan Kinna. Semua orang yang sebelumnya duduk pun langsung berdiri, dan melemparkan bunga-bunga ke Estian & Kinna


Estian terus berjalan sampai pada akhirnya orang yang melemparinya bunganya pun habis, dan mereka juga telah sampai di tempat pemotretan. Inilah saat yang paling mereka tunggu karena mereka berdua akan mengabadikan momen pernikahan ini, mereka terus berfoto dengan berbagai macam pose dan tempat yang berbeda juga


• • • • •


Hari sudah mulai gelap dan akhirnya pemotretan pun selesai juga, mereka mengucapkan 'terima kasih' kepada sang photographer yang sudah membantu mengabadikan setiap momen pada hari ini. Saatnya mereka kembali ke tempat yang sebelumnya untuk menyapa para tamu undangan, dan juga orang tua Estian dan Kinna


Saat sampai di tempat tersebut para Bridesmaid langsung menghampiri Kinna dan memeluknya erat mereka semua adalah Elena, Nindya, Julie, lalu Kalina (Istri Asisten Justin). Begitu pun Estian yang juga di hampiri oleh para Groomsmen mereka adalah Edric, Daniel, Justin, dan Jaka


"Selamat bro akhirnya kamu menikah, dan jangan lupa kasih aku keponakan yang lucu ya. Baru aku menyusul untuk memberimu keponakan" kata Edric


"Terima kasih untuk semua ucapan kalian, dan juga aku menunggu undangan dari sahabat kita yang satu ini. Kalau bisa sih tahun ini juga ya nikahnya" Estian bercanda menyindir Daniel


"Ayolah tian nikah nggak perlu buru-buru, tapi setelah acara ini aku mempunyai banyak pertanyaan untuk kalian bertiga"


• • • • •


Setelah mengobrol bersama sekarang saatnya mereka semua berdansa dengan pasangan masing-masing Estian & Kinna, Edric & Elena, Justin & Kalina, dan terakhir Jaka & Julie. Mereka dansa mengikuti alunan musik, sampai tiba-tiba ada satu pria yang dilihat oleh Estian. Terlihat pria itu datang menghampiri mereka yang sedang berdansa, Edric yang juga melihat kehadiran pria itu pun langsung mengajaknya berbicara


"Kamu Zaki kan? "sapa Estian, apakah ada yang masih ingat siapa itu Zaki?


"Akhirnya kamu mengenalku juga tian" jawab Zaki


"Apa kabar bro sudah lama kita nggak ketemu, kamu baik-baik saja kan? "


"Iya aku baik-baik saja, tapi istrimu dimana aku belum melihatnya"


"Tunggu sebentar aku akan mencarinya" Estian pun mencari Kinna, lalu setelah ketemu Estian langsung menggandeng tangan Kinna menuju tempat Zaki berdiri tadi. Elena yang merasa penasaran juga ikut berjalan di belakang kakaknya


"Perkenalkan ini istriku Kinna, honey perkenalkan dia salah satu sahabat kuliahku namanya Zaki" kata Estian


"Salam kenal aku Kinna istri Estian" ucap Kinna


"Salam kenal juga aku Zaki" jawab Zaki


"Ka-Kamu kan? " Elena bicara sambil menunjuk ke arah Zaki


"Hai nona kebetulan sekali kita bertemu disini, apa kabarmu baik kan? " tanya Zaki


"Tunggu sebentar apa kalian saling kenal, baby apa kamu kenal Zaki? " tanya Estian


"Aku nggak tahu namanya sayang, tapi aku pernah bertemu dengannya karena suatu kejadian"


"Baby? Sayang? Apa maksudnya ini? " tanya Zaki


"Ah maafkan aku, sebelumnya perkenalkan dia itu istriku namanya Elena adik Estian"


"Elena adalah istrimu, wow bukankah ini kebetulan yang sangat hebat"


Setelah kedatangan Zaki membuat mereka semua untuk menghentikan dansanya, dan lebih memilih untuk mengobrol. Dua jam telah berlalu dan juga Zaki pamit untuk pulang lebih dulu, karena dia bilang jika ada urusan keluarga yang harus segera diatasi


Dan setelah kepergian Zaki tadi, terlihat ada seseorang yang bersembunyi di balik semak dan menatap ke arah Elena dari kejauhan. Entah apa yang dilakukannya, pria itu tampak tersenyum kecil sembari terus menatap ke arah Elena dengan tatapan yang tidak biasa


"Menarik... ternyata selama ini orang aku yang cari berada dekat denganku, bukankah ini sebuah takdir atau mungkin karena kami berjodoh? Hah aku tidak habis pikir, entah kenapa saat ini aku ingin cepat menghancurkan bisnisnya dan merebut semua kebahagiaanya" Batin pria itu


• • • • •


Jangan lupa like biar author semangat oke!! :)