
Hari ini semua mahasiswa sedang berkumpul untuk sidang skripsi, namun tiba-tiba mereka mendapatkan pemberitahuan jika sidang dimundurkan menjadi jam 13.00 WIB. Terlihat saat ini semua mahasiswa sudah siap untuk sidang, semua mahasiswa sedang berdoa untuk nasib mereka nanti apakah mereka akan lulus atau tidak
Sidang skripsi telah dimulai, semua mahasiswa ber- gantian untuk masuk ke dalam ruang sidang. Setelah beberapa mahasiswa masuk, sekarang giliran Elena yang masuk ke dalam ruang sidang. Di dalam ruang sidang terdapat tiga dosen yaitu, dua dosen penguji dan satu dosen pembimbing. Saat baru masuk Elena memang gugup, tapi dia harus bisa meyakinkan diri bahwa dia mampu untuk melewati ini
Satu jam di dalam ruang sidang, sang dosen penguji memberi beberapa pertanyaan seputar skrispi yang Elena tulis. Elena menjawab semua pertanyaan dari sang dosen pembimbing dengan hati-hati. Satu jam telah berlalu, Elena dipersilahkan untuk keluar dari ruang sidang karena ketiga dosen itu akan berdiskusi apakah Elena akan lulus atau tidak lulus
Di luar ruangan Elena melihat banyak sekali siswa yang keluar dari ruang sidang dengan bercucuran air mata, namun mereka tersenyum. Kenapa? Karena mereka berhasil lulus sidang skripsi, dan air mata itu merupakan air mata bahagia. Berselang dua menit setelahnya, Elena pun disuruh masuk ke dalam ruang sidang lagi
"Setelah selesai berdiskusi tentang hasil sidang skripsimu tadi, kami memustukan bahwa saudari Elena Danforth Clark telah lulus" kata sang dosen pembimbing
Setelah mendengar kata 'lulus' secara langsung dari mulut sang dosen pembimbing, membuat Elena terharu. Air matanya mulai menetes secara perlahan, dia langsung menghampiri tiga dosen tersebut untuk menyalami tangannya dan mengucap terima kasih banyak
"Salam untuk seluruh keluargamu, terutama orang tua kamu yang bisa mendidik kamu sampai dititik ini, sekali lagi selamat!! " kata dosen pembimbing
"Terima kasih banyak pak, bu" kata Elena keluar dari ruang sidang dengan air mata kebahagiaan
• • • • •
Elena perjalanan menuju tempat parkir karena driver akan menjemputnya disana, saat tiba di disana Elena malah dikejutkan dengan kedatangan Edric sembari membawa buket bunga yang sangat besar di dalam pelukannya
"Congratulations for your hardwork baby! " kata Edric tersenyum manis
(Selamat atas kerjas kerasmu sayang)
"Sayang..." Elena langsung menabrakkan tubuhnya ke pelukan Edric, yang sebelumnya Edric sudah menaruh buket bunganya di kursi mobil
"Kenapa nggak bilang sama aku kalau kamu datang kesini, katanya kamu sibuk? " kata Elena berbicara tidak jelas karena menangis, tapi Edric tetap paham apa yang dibicarakan oleh istrinya itu
"Meskipun aku sibuk, aku pasti meluangkan waktuku buat kamu baby"
Cup
Cup
Edric mencium kelopak mata Elena supaya istrinya itu berhenti menangis, karena Edric selalu tidak tega jika melihat Elena yang sedang menangis tepat di depannya
"Peluk saja terus suaminya, nggak ada niatan untuk peluk kakak nih? " kata Estian bersama dengan Kinna di sampingnya
"Kakak juga datang kesini? " Elena langsung berjalan memeluk kakaknya
"Selamat adek, akhirnya kamu lulus juga gimana tadi sidangnya lancar kan? " tanya Estian
"Lancar pakai banget, terima kasih banyak karena selama ini kakak sudah bimbing adek sampai saat adek bisa seperti sekarang. Terima kasih juga buat kamu sayang, sama kak Kinna juga" kata Elena mengeluarkan air matanya lagi
Sekilas informasi saat ini Elena memutuskan untuk memanggil Kinna (sahabatnya) dengan nama Kak Kinna. Kenapa? Biar lebih sopan, masa Elena panggil kakaknya dengan sebutan kakak sedangkan panggil kakak iparnya dengan nama
Setelah mereka berempat mengobrol-obrol bersama, dan tadi juga sudah sempat untuk berfoto. Sekarang saatnya mereka pulang, Estian dan Kinna pamit lebih dulu untuk mampir ke rumah Keluarga Clark lalu lanjut ke rumah Keluarga Brown. Sedangkan Edric dan Elena memutuskan untuk pergi ke rumah Keluarga Winnight dulu, setelahnya baru pergi ke rumah Keluarga Clark
• • • • •
Sesudah mampir dari rumah dua orang tua mereka (Winnight & Clark) Edric memutuskan untuk pulang ke rumahnya sendiri. Perjalanan menuju rumah Edric ditemani dengan musik santai dari radio, sedangkan saat ini Elena sedang tidur dengan nyenyak karena dia kelelahan
Sampai sudah dirumah mereka berdua langsung masuk ke dalam menuju kamar untuk bersih-bersih, dan setelah selesai mereka langsung turun lagi ke lantai bawah untuk makan malam yang sudah disiapkan oleh Mbok Wisik
"Nyonya tadi ada paket yang datang, jadi langsung saya terima. Sekarang paketnya ad di kamar saya, sebentar saya ambilkan dulu ya" kata mbok Wisik
"Ini nyonya paketnya... " mbok Wisik memberikan paket berbentuk persegi panjang tersebut untuk Elena
"Wah sudah datang paketnya, makasih banyak ya mbok" jawab Elena
"Memang kamu beli apa baby kok boxnya bentuk persegi panjang? " tanya Edric penasaran
"Nanti aku beritahu kalau sudah saatnya okay, untuk sekarang ini masih rahasia sayang"
"Masih rahasia? Dasar gemas banget sih istriku jadi pengen gigit sekarang juga"
"Aku sangat yakin, kalau kamu nggak mungkin gigit aku sekarang sayang"
"Benarkah kamu nggak percaya baby? " tanya Edric dengan senyum licik di bibirnya
"Mbok terima kasih buat makanannya, saya mau balik ke kamar dulu ya- aaaaaaa" belum selesai berbicara dengan mbok Wisik, Elena langsung teriak karena dia di gendong oleh Edric lalu dibawa ke lantai atas menuju kamar
"Manis sekali tuan dan nyonya... " kata mbok Wisik
• • • • •
"Apa yang kamu lakukan sayang itu nggak sopan, masa kamu gendong aku di depan mbok kayak gitu, kan malu aku" kata Elena
"Kenapa harus malu pasti mbok paham kok, kan dia sudah lebih berpengalaman daripada kita"
"Hushh sayang mulut kamu, sudah ah lepasin dulu tangannya aku mau ganti baju"
"Cepatan ganti bajunya, aku nggak bisa tidur kalau nggak peluk kamu baby"
Elena hanya bisa menggelengkan kepalanya, setelah melihat tingkah suaminya yang semakin hari terlihat sangat manja kepadanya. Namun disisi lain Elena juga bersyukur, karena mungkin saja Edric sudah mencintainya. Meskipun kata 'cinta' itu tidak pernah terucap secara langsung dari mulut Edric
Selesai berganti dengan lingerie tidur Elena yang seksi, lalu tidak lupa juga untuk melepas bra seperti biasanya. Elena kembali berjalan menuju ranjang menghampiri suaminya. Disaat seperti inilah yang bisa membuat nafsu birahi Edric menaik drastis, untung saja Edric masih bisa memegang janjinya untuk tidak menyentuh istrinya
"Baby peluk aku dong, kan kamu sudah janji tadi kalau tidur mau peluk aku! " kata Edric
"Oh iya aku lupa maaf sayang, aku ngantuk banget soalnya" Elena membuka matanya lagi lalu menarik Edric ke dalam pelukannya. Memeluk dengan posisi wajah Edric berada leher Elena
"Terima kasih baby... " ucap Edric dengan tulus
Cup
Cup
Cup
Memberi kecupan pada leher Elena, lalu membalas pelukan Elena dengan erat. Dan akhirnya Edric pun tertidur dengan posisi yang sangat nyaman seperti itu, menurutnya :)
• • • • •