
Karena perjalanannya jauh dan memakan waktu yang cukup lama untuk sampai ke lokasinya, Elena dan Kinna memanfaatkan waktu mereka berdua untuk tidur. Edric juga bisa memaklumi, karena mereka berdua juga mahasiswi jadi pasti banyak tugas-tugas yang harus di kerjakan. Terlebih sebentar lagi Elena dan Kinna juga akan lulus
Tidak terasa mobil yang Edric kendarai sudah sampai di lokasi yang mereka tuju, dari dalam mobil saja sudah terlihat jika pemandangan diluar sangat indah. Edric mencari tempat untuk memakirkan mobilnya, kemudian membangunkan dua gadis kecil yang tertidur. Sebelum Edric membangunkannya, tiba-tiba Elena terbangun dengan sendirinya karena suara dari luar yang sedikit ramai
"Kita sudah sampai dric? " bertanya sambil mengerjapkan mata
"Iya kita sudah sampai El cepatan bangun, Kinna juga cepat bangunin" keluar dari mobil lebih dulu menunggu Elena dan Kinna
Di Dalam Mobil
"Kinna... Kinna... Bangun... Kinna bangun cepatan ini kita sudah sampai, kalau kamu nggak bangun aku tinggalin disini sendirian ya. Biar aku sama Edric aja" mengguncang-guncang tubuh Kinna
Kinna langsung membuka matanya lebar, "Bilang aja kamu mau berduaan sama Edric iya kan? " tanya Kinna pada Elena yang membuatnya gelapan. Sebenarnya Kinna sudah bangun dari tadi, jadi dia mendengar semua perkataan yang di katakan oleh Elena dan Edric
"Nggak kata siapa jangan bercanda deh? Yaudah ayo bangun " wajah Elena merah padam
"Kalau iya juga nggak apa-apa El, kamu berduaan sama Edric biar aku sama Kak Estian aja" setelah mengatakan itu Kinna langsung membungkan mulutnya, ucapannya membuat Elena terkejut dan terheran-heran
"Apa Kin Kak Estian? Hayo kamu ada apa, jangan-jangan? " Elena menggoda Kinna sambil menaik-naikkan alisnya
"Udah-udah nggak ada apa-apa, cepatan keluar kasihan si Edric" mengalihkan topik pembicaraan kemudian langsung keluar dari mobil
"Maaf dric kamu jadi menunggu lama, habisnya Kinna di bangunin susah banget" lirik Elena menatap Kinna sambil memunculkan senyum seringai, dia sengaja agar Kinna mengingat kejadian tadi saat di dalam mobil
"Nggak apa-apa kalau gitu ayo kita masuk" ajak Edric
Mereka bertiga masuk ke dalam, sebenarnya lokasi yang saat ini mereka kunjungi adalah sebuah cafe. Tapi cafe yang mereka kunjungi ini berbeda, yang membuat cafe ini berbeda dari yang lain adalah karena cafe ini mempunyai pemandangan alam yang asri
Banyaknya pohon-pohon di sekitar yang mengilingi tempat ini membuat hawanya menjadi segar, dan meskipun lokasinya sedikit jauh dari kota tapi yang pasti tetap worth it. Apalagi untuk pekerja seperti Edric yang butuh refreshing, tentu tempat ini sangat cocok
Saat datang kesini pasti para pengunjung tidak akan merasa bosan, karena cafe ini menyediakan Live Music yang terletak di tengah-tengah. Hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari cafe ini, bukan hanya diberikan pemandangan alam yang indah tapi kita juga bisa menikmatinya sambil mendengarkan musik. Mereka bertiga memutuskan untuk duduk di tengah-tengah lalu memesan makan dan minum, sambil menunggu pesanan tiba Edric mulai bercerita
"Oh iya dric kata Elena tadi kamu mau cerita sesuatu, mau cerita apa cepat ceritain ke kita" tanya Kinna
"Sebenarnya kenapa cepat ceritakan dengan jelas" Kinna menjadi tidak sabaran
"Aku dijodohin sama orang tuaku" mendengar perkataan Edric langsung membuat Elena yang tadinya ikut penasaran menjadi terdiam seperti patung
Elena langsung mengingat semua kejadian dimana orang tuanya juga berniat menjodohkan, dan pikiran itu muncul lagi di kepala Elena. Kinna yang sadar karena Edric membahas tentang perjodohan, langsung menggoyangkan tubuh Elena
"El... Elena... El... " tanya Kinna khawatir
"Ah iya Kin, tadi kita cerita sampai mana? " mencoba untuk fokus pada permasalahan Edric
Edric yang melihat Elena bereaksi sepeti itu setelah mendengar perkataanya juga merasa bingung, sebenarnya ada apa dengan Elena
"Wait a second i want to ask you, apa yang akan kamu lakukan jika kamu nggak meminta usulan dari kami" tanya Kinna pada Edric terlebih dulu
(Tunggu-tunggu, aku ingin bertanya)
"Sepertinya aku akan menerima perjodohan, karena aku nggak mau menyakiti perasaan mereka"
"Apa kamu punya alasan, kenapa kamu menolak perjodohan nya? " tanya Kinna
"Tentu saja aku punya alasan nya, karena aku sudah mempunyai wanita yang sangat aku cintai. Dan aku hanya ingin menikah dengan nya. Aku dan dia sudah berjanji jika saat kami dewasa, kita akan menikah" jawabnya tegas
"Sebaiknya kamu menentukan semua ini sesuai kata hatimu aja dric, kemudian pilihlah keputusan dengan bijak dan hati-hati. Agar kamu nggak menyesal jika sudah menentang permintaan mereka" Elena tiba-tiba membuka suaranya, dan menatap Edric sayu
"Kamu harus menentukan pilihanmu dengan bijak, jangan sampai kamu menyesalinya seperti aku" tambahnya
Edric yang mendengarnya pun juga bingung maksud dari perkataan Elena, jangan sampai menyesalinya seperti aku? Apa Elena juga punya masalah yang berhubungan dengan orang tuanya?
Setelah berbicara seperti itu, makan dan minum pesanan mereka tiba. Elena meminumnya pelan-pelan lalu tiba-tiba dia beranjak dari duduknya dan berjalan menuju panggung Live Music
Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorit :)