
Akhirnya hari ini telah tiba, hari dimana dua insan berdiri di hadapan semua orang dan mengucapkan janji pernikahan. Mereka yakin jika ini hanya akan menjadi yang pertama dan terakhir kalinya untuk mereka
Saat menatap wajah dari masing-masing mempelai baik pria ataupun wanita, mereka berdua sama-sama terkejut
"Edric... " ucap Elena tanpa mengeluarkan suara
"Elena... " begitu juga dengan Edric
Dan tiba saatnya dimana, mereka harus berciuman di depan semua orang. Edric menatap mata Elena untuk meminta persetujuan darinya, dan terlihat jika Elena mengangguk kecil
Melihat itu Edric langsung meraih pinggang ramping Elena sampai menempel pada tubuhnya, lalu Edric menundukan kepalanya dan langsung mencium bibir Elena. Lama kelamaan ciuman yang biasa itu berubah menjadi ganas, bibir mereka saling bertautan
karena Elena masih waras jika ada banyak orang yang melihatnya, dengan cepat dia melepaskan ciuman nya. Lalu semua orang bertepuk tangan, terlihat wajah mereka berdua sama-sama memerah, dan sedikit terengah-engah karena ciuman tadi
Disisi lain
Meskipun hari ini adalah hari yang bahagia, karena sahabatnya telah menikah. Tapi itu semua tidak berlaku untuk Kinna, dia melihat Estian duduk bersama seorang wanita cantik di sebelahnya. Mereka terlihat sangat akrab
Apakah wanita itu yang kau cintai kak? Apakah wanita itu yang akan kau jadikan sebagi istrimu? Ketahuilah... mau berapa kali aku melupakanmu, itu akan semakin membuat 'ku mencintaimu! Semoga kau bahagia. Batin Kinna
Kinna mengambil tisu yang ada di dalam tas nya, lalu mengusap air matanya. Dia menatap ke arah sahabat nya sambil tersenyum lebar, kebetulan juga Elena melihatnya dan membalas nya dengan senyuman
*****
Setelah pernikahan mereka selesai orang tua Elena pulang terlebih dulu, sedangkan hanya ada Estian disini. Saat ini mereka semua berkumpul di ruang tamu, dengan keadaan Edric dan Elena masih memakai pakaian pernikahan nya
"Akhirnya anak 'ku satu-satunya menikah juga" kata dad Edric
"Benar sekali uncle, dari dulu saat kuliah Edric tidak pernah pacaran sama sekali. Tiba-tiba sekarang dia sudah menikah" jawab Estian
"Son, jangan lupa secepatnya berikan cucu untuk mom dan dad" sahut mom Edric
"Cepat berikan keponakan untuk 'ku Edric" kata Estian menatap ke arah sahabatnya itu
"Ini juga astaga, 'Ternyata sahabatku adalah kakak iparku' jika dibuat sinetron judul ini pasti sangat bagus" kata Edric yang membuat semua orang tertawa
Orang tua Edric memutuskan untuk istirahat lebih awal, dan membiarkan anak dan menantunya untuk berbincang sebentar di ruang tamu. Saat ini mereka tidak hanya berdua, namun ada Estian juga disana. Estian memulai pembicaraan
"Kakak nggak menyangka, ternyata kamu mendahului kakak dek? " kata Estian menatap adiknya dengan tatapan sedih
"Maafin Elena kak" jawab Elena berdiri dari duduknya, menghampiri Estian sambil merentangkan kedua tangan nya bertujuan untuk memeluknya
Estian ikut merentangkan tangan nya, lalu langsung mendekap Elena erat ke dalam pelukan nya. Elena menangis di dalam pelukan nya, Estian mengelus punggung Elena agar dia lebih tenang
"Sudah jangan menangis, kakak nggak marah sama kamu. Kakak kan cuman bercanda" kata Estian
Estian melepaskan pelukan nya, lalu menyeka air mata adiknya. Dia memegang kedua pipi Elena sambil menatap matanya, lalu mencium kening nya
Cup
"Kalau Edric menyakiti mu langsung bilang ke kakak okay, awas aja kalau kamu sampai menyakiti adik 'ku dric" tatapan nya langsung beralih ke Edric
Entah kenapa saat ditatap Estian tadi, Edric merasa ketakutan untuk yang pertama kalinya
"Ini sudah malam, kalian juga harus istirahat. Kakak pulang dulu ya dek, cup cup cup " ucap Estian mengecup kedua pipi Elena dan terakhir adalah mencium kening nya sangat lama
"Hati-hati ya kak, cup cup" jawab Elena mengecup kedua pipi kakak nya
Estian berjalan ke arah Edric lalu berbicara pas di telinganya
"Aku menitipkan adik 'ku untukmu, karena sekarang kamu adalah suaminya. Kamu mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaganya, melindunginya, dan mencintainya, meskipun saat ini masih belum ada rasa cinta diantara kalian. Tapi percayalah seiring berjalan nya waktu, pasti cinta akan tumbuh diantara kalian. Jangan sampai kamu menyakiti hati adik 'ku, dan kamu baru menyesali perbuatanmu di akhir. Aku pulang dulu ya dric" berbisik pada Edric lalu menepuk pundak nya
"Hati-hati di jalan tian" jawab Edric
Edric dan Elena mengantar Estian sampai di depan pintu, sampai mobil Estian menghilang dari hadapan mereka. Mereka berdua masuk ke dalam, dan seketika suasana menjadi canggung kembali. Edric langsung membuka suara
"Tadi mom menyuruh kita untuk cepat beristirahat, kamu juga pasti sudah kelelahan. Bagaimana jika kita istirahat sekarang? " ucap Edric menggandeng tangan istri nya
"Baiklah... " jawab Elena menurut
Namun yang menarik perhatian Elena sejak pertama kali masuk adalah sebuah piano yang ditaruh di pojok ruangan. Elena melepaskan tangan nya dari genggaman Edric, lalu berjalan menuju piano tersebut
"Apa kamu bisa memainkan nya? " tanya Elena sambil menekan tuts nya
"Tentu saja aku bisa, tapi sudah lama aku tidak memainkan nya" jawab Edric menatap punggung istrinya
Kemudian Elena menekan-tekan tuts tersebut, dan lama kelamaan menjadi sebuah lagu. Elena memainkan piano nya dengan berdiri dan lagu yang dimainkan nya adalah 'All of me - John Legend' . Selesai bermain Elena langsung berbalik badan dan menatap Edric
"Aku mau mandi dulu ya, karena aku tidak punya pakaian perempuan jadi kamu bisa memilih sendiri di dalam lemari. Terserah kamu mau pakai yang mana" kata Edric lalu masuk ke dalam bathroom
Elena mencari pakaian yang bisa dipakai untuknya, akhirnya dia memutuskan untuk memakai kaos dan untuk baju dalaman tadi sudah dikasih mom nya Edric. Karena ingat jika suaminya mandi, Elena pun juga menyiapkan pajama tidur untuk Edric
Setelah selesai memilih pakaian, Elena meletakkan pakaian suaminya diatas ranjang dan dia juga duduk di ranjang. Lama menunggu akhirnya suaminya itu selesai mandi juga, Edric keluar dengan bertelanjang dada hanya mengenakan handuk di pinggang nya. Elena yang melihat itu langsung menutup mata dengan tangan nya
"Kenapa kamu tidak memakai pakaianmu? " kata Elena sedikit berteriak
"Aku baru selesai mandi, tentu saja belum memakai pakaianku" balas Edric santai
"Kalau begitu cepat keluar aku juga mau mandi, tapi tolong bantu aku buka resleting gaun nya dulu"
Elena berlari menghampiri Edric dalam keadaan masih menutup matanya, saat menatap leher putih istrinya Edric langsung kesusahan untuk menelan saliva nya
"Sudah selesai? Terima kasih" Elena langsung berlari masuk ke dalam kamarnya
Selesai mandi, Elena langsung keluar dari bathroom dan melihat Edric sudah berbaring diatas ranjang. Dia becermin lebih dulu untuk menyisir rambutnya, Elena tidak menyadari jika sedari tadi Edric terus memandangi nya
Setelah selesai Elena langsung berjalan menuju ranjang, sebenarnya dia sangat malu saat ini. Ini adalah pertama kalinya dia tidur dengan pria asing. Tapi mau bagaimana pun juga mereka sudah menikah, jadi mau tidak mau harus tidur satu ranjang
"Elena... " panggil Edric
"Iya Edric ada apa? " jawabnya
"Bukankah panggilan kita terdengar sangat aneh untuk pasangan suami istri, sepertinya kita harus merubah panggilan kita. Apa boleh? "
"Tentu saja boleh, kalau begitu aku akan memanggil mu dengan sebutan 'sayang' bagaimana? " usul Elena
"Ya itu terdengar lebih baik, dan aku akan memanggil mu dengan sebutan 'baby' " kata Edric
"Baby, aku mempunyai permintaan untukmu" ucap Edric hadap samping menatap Elena
"Huh permintaan, permintaan apa sayang? " balas Elena sambil memiringkan badan nya juga menatap Edric
"Apa kamu masih ingat, kata-kata yang aku ucapkan saat kita berada di cafe daerah x baby? " bertanya pada istrinya
"Sebentar, aku sedang mencoba untuk mengingatnya" Elena berpikir
"Sudah ingat? " kata Edric
"Apa yang kamu maksud adalah, alasan kamu menolak perjodohan? " menatap mata suaminya
"Iya itu, aku harap kamu selalu mengingat kata yang ucapkan saat itu" balik menatap Elena
"Baiklah, aku sudah mengingatnya sayang. Kalau begitu aku mau tidur, good night~ " kata Elena berbalik memunggungi suaminya
"Terima kasih baby" menutup matanya dan tidur
Disaat Edric sedang tidur nyenyak dia tidak menyadari jika, saat ini detik ini juga istrinya sedang menangis. Awalnya matanya hanya berkaca-kaca, namun itu semua berubah menjadi tangisan
Tapi Elena berusaha untuk menahan suara tangisan nya, sampai akhirnya dia kelelahan dan tertidur dengan mata yang sembab
Istri mana yang tidak sedih saat suaminya berkata :
"Tentu saja aku punya alasan nya, karena aku sudah mempunyai wanita yang sangat aku cintai. Dan aku hanya ingin menikah dengan nya. Aku dan dia sudah berjanji jika saat kami dewasa, kita akan menikah" jawabnya tegas
Estian : Awas saja jika kamu berani menyakiti adik 'ku 😈