
Setelah selesai mengikuti semua mata pelajaran, Elena langsung berjalan menuju ke kantin. Dia memesan makanan lebih dulu sambil menunggu Kinna datang, karena mereka selalu berjanji untuk bertemu di kantin universitas. Lama menunggu tapi Kinna tak kunjung datang, akhirnya Elena memutuskan untuk menghubungi Kinna, dan panggilannya pun tidak dijawab
Elena melanjutkan makannya sambil tetap menelepon Kinna dengan tangan yang kiri, dan tetap saja tidak dijawab sampai makanannya yang tadinya masih banyak pun sampai habis. Elena beranjak dari duduknya untuk membayar makanan dan minumannya pada ibu penjual, lalu tiba-tiba ponselnya bergetar yang menandakan ada pesan masuk. Dia memasukkan dompetnya ke dalam tas nya, lalu membuka ponselnya. Terlihat jika ada pesan masuk dan tidak lain tidak bukan pengirim pesan tersebut adalah Kinna
From : Kinna
Elena sahabatku yang terbaik, maaf hari ini aku nggak ke kantin soalnya ada orang yang menahanku dengan paksa. Lebih baik sekarang cepat kamu datang kesini dan selamatkan aku, aku tunggu. Di depan toko roti samping universitas. Come quickly :(
From : Elena
Ditahan sama siapa? Yaudah kalau gitu tunggu aku, jangan kemana-mana oke
Setelah membaca pesan yang dikirim oleh sahabatnya itu, Elena langsung mengambil tas nya yang ada di kursi lalu berlari kecil keluar kantin menuju luar universitas nya. Saat sudah sampai di depan toko roti yang disebutkan Kinna di dalam pesan, Elena tidak melihat keberadaan Kinna
Elena menengok ke kiri dan kanan untuk mencari keberadaan sahabatnya, tapi yang dia lihat hanya mobil sport Mercedes-Benz C-Class yang berhenti tidak jauh dari toko roti. Karena Elena curiga dengan keberadaan mobil itu, dia langsung menyebrang menuju toko roti lalu menghampiri mobil tersebut. Elena mengetuk kaca sang pengemudi beberapa kali, tidak lama kaca pun menurun
Terlihat dari dalam mobil itu, terpampang wajah kakak tersayangnya yang sedang tersenyum ke arahnya sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya yang mengartikan 'peace' atau lambang perdamaian. Dan saat Elena melihat di kursi samping pengemudi, terlihat sahabatnya juga menunjukkan lambang damai sama seperti kakaknya
Elena langsung cepat-cepat naik ke mobil dan duduk di kursi belakang, Elena berencana pura-pura kesal karena dia dibohongi oleh kakak dan sahabatnya. Estian yang melihat adiknya dari spion ditengah mobil pun peka, dia langsung menoleh kebelakang dan memanggil Elena
"Sini dek" panggil Estian dengan menggerakkan tangannya
"Ada apa? " menjawab perkataan kakaknya tapi tidak menatapnya. Estian yang gemas dengan tingkah adiknya yang satu ini pun, langsung merengkuh tubuh Elena untuk dipeluk dengan erat
"Kalau bicara sama orang itu ditatap mata lawan bicaranya, bukannya di cuekin kaya gitu"
"You naughty huh" Estian mengangkat satu alisnya
(Kamu nakal ya)
"Yaudah sekarang jangan ada yang kesal-kesal lagi. Hari ini mari kita habiskan waktu untuk bersenang-senang. Setuju? " menatap Kinna yang ada di sampingnya
"Setuju kak tian"
"Kamu setuju nggak dek? " menatap Elena yang berada di dalam pelukannya
"Setuju dong" mengacungkan ibu jarinya tanda setuju, melihat respon Elena yang setuju. Secepat kilat Kinna mencium pipi kiri Elena agar Elena kegeliaan
Cup
"Kinna geli tau" sambil menatap ke arah Kinna yang tertawa
"Kalau begitu kakak aja yang cium. Cup" satu kecupan mendarat di pipi kanan Elena
"Kalian berdua ya nggak berubah-berubah, dari kecil kerjaannya suka ciumin aku. Aku nikahin aja kalian berdua sekalian" protes Elena yang membuat keduanya terdiam
Melihat keadaan yang tiba-tiba senyap karena perkataannya, membuat Elena kembali duduk seperti semula karena sebelumnya dia berada di pelukan kakaknya. Estian langsung mengemudikan mobil sport nya menuju tempat yang di maksudnya tadi. Tidak lupa juga Kinna mengambil foto selfie mereka bertiga,biasa untuk kenangan
Jangan lupa like, dan tambahkan novel saya di favorit :)